Aku Suka Hujan
by Ade Anita on Friday, 05 November 2010 at 07:24
1. Satu
"Aku selalu menyukai hujan." Itu yang aku katakan pada banyak orang.
"Kenapa?" Dan itu yang banyak orang tanyakan padaku.
"Karena hujan punya punya ritme tersendiri yang romantis. Dimulai dengan suasana teduh, lalu mendung, lalu hujan pun turun. Dan ketika hujan mereda, ada matahari yang malu-malu mengintip, hingga pelangi harus menurunkan tirainya agar malu matahari tidak tersingkap dengan cepat."
2. Dua
"Tapi sekarang cuaca sering ekstrim tidak terduga. Siangnya panas terik bukan main, tapi sesaat kemudian hujan turun dengan deras. Apakah kamu masih menyukainya?" Itu yang kamu tanyakan padaku.
Membuatku terdiam lalu menengadah ke atas.
Mencoba membaca awan, membaca warna langit.
Aku suka warna biru.
Aku suka warna putih.
dan Aku juga suka warna kelabu yang itu.
"Ya, aku tetep suka hujan. Karena hujan bisa menghilangkan debu di atas batu. Aku selalu berdoa, agar begitulah Allah menghapus dosa-dosaku yang panjang tercecer di sepanjang jalan berbatu yang telah aku lewati."
3. Tiga
"Bagaimana jika pelangi tidak pernah muncul setelah hujan berhenti?"
Aku kembali menengadahkan kepala ke atas dan menatap langit yang luas,... amat sangat luas.
"Tidak mengapa. Keindahan kan tidak selalu muncul di akhir sebuah pertunjukan."
Ada awan yang berarak datang berbentuk perahu di hamparan langit yang kutatap
Di belakangnya ada juga awan kelinci, ikan, hati, bulatan, serta... awan yang berbentuk senyuman.
"Tapi ada sesuatu dalam kalimatmu yang salah." Aku berhenti menatap kemegahan langit yang luas.... amat sangat luas.
"Jangan pernah menggunakan kata tidak pernah. Pelangi selalu muncul selama matahari tidak terlambat datang menjenguk.
4. Empat.
"Ayo, kita pulang."
"Tapi masih hujan. Kepalaku sering pusing jika kena hujan."
"Katamu suka hujan."
"Iya, aku tetep suka hujan. Tapi kan bukan berarti bisa langsung melebur jadi satu karena rasa suka itu."
"Kalau suka, cinta, seharusnya tidak merasa berat jika ingin bersamanya."
"Tidak. Aku tidak mau kehilangan diriku sendiri hanya karena rasa cintaku yang egois. Jika bersamanya akan membawa derita dan nestapa yang panjang, kenapa harus dipertahankan? Cinta kan tidak harus membawa derita. Cinta seharusnya membawa bahagia."
"Sudah, ayolah. Hujan mulai mereda. Kita bisa pakai payung berdua."
"Ya... aku suka berjalan berdua di bawah payung bersama dirimu."
"Jadi, kamu suka hujan atau suka diriku?"
(sst... tidak usah kujawab, kamu selalu membuatku ingin tersenyum kegirangan)
"Lihat, ada pelangi di atas kita."
"Mana? Ini kan malam hari."
Lalu aku menengadah ke atas, menatap langit malam yang luas terhampar... amat sangat luas
Dimana terdapat bulan purnama yang bercahaya penuh dengan amat cantik
Awan hitam pun tidak percaya diri untuk menyambanginya
Rintik hujan yang masih tersisa berubah menjadi butir berlian yang menjadi gaun malamnya
"Lihat.. ada pelangi di seputar bulan."
"Oh iya... aduh. cantiknya. Subhanallah. Aku ingin terbang kesana... aku ingin memilikinya."
"Jangan, nanti aku tidak bisa dekat dengan dirimu lagi."
(duh, kenapa kamu selalu bisa membuatku tersenyum kegirangan)
5. Lima
"Ini... untukmu."
"Apa?"
Lalu aku melihat gambar bulan yang dikelilingi pelangi malam di kamera handphonemu.
"Waaa.a..... subhanallah... cantik banget. Kapan ngambil fotonya?"
(duh, kenapa kamu selalu bisa membuatku tersenyum kegirangan... tapi kali ini sudah bercampur amat bahagia... bahagia yang amat sangat luas.)
----------------------------
Penulis: Ade Anita
From my own status: Ade "malam ini, bulan purnamanya indah banget..ada pelangi yang mengitarinya....amazing. please take a look. (Fri, 22 Oct 2010 15:11:01 GMT)"
gambar bulan di bawah ini aku ambil dari web orang lain
Unlike · Comment · Share · Delete
You, Amanda Ratih Pratiwi, Laksmi Savitri Megarini, Denny Herdy and 13 others like this.
Delbin Clyte Aku juga suka, sangat suka kelabu. Apalagi ditambah angin kencang. Hujan? Demikian juga, aku sanga; sangat suka. Engkau tahu? Bagi yang tengah merindu gemericik hujan itu terdengar seperti alunan yang merdu. Dan ketika hujan reda, reranting, dedaun, ilalang dan tanah mengeluarkan aroma petrichor, yang mampu meresonansikan kenangan masa lalu.
04 November at 14:40 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Risma Artdhalina Fachri Ka ade artikelnya keren... Ditunggu artikel yang lainnya juga ya... :-)
04 November at 14:42 · Unlike · 1 person
Astrid Septyanti Fuyuharuaki Karena hujan juga membawa kenangan,itulah yg buatku menyukainya...
04 November at 14:57 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Elisa Trisnawati aku juga suka hujan apalg kalau ada kabut, tp kalau gara2 hujan jadi banjir aku ga suka............
Bagus banget de , kamu selalu bisa menulis sesuatu yg sederhana menjadi menarik....
04 November at 15:15 · Unlike · 1 person
Oci Aja Indah... suka banget..
04 November at 15:24 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Cepi Sabre kapan bisa nulis cerpen seperti ini ya? puitis sekali, mba ade.
04 November at 15:31 · Unlike · 1 person
Nur Azizah karena hujan sering kali berhasil membuatku romantis :)
04 November at 16:08 · Unlike · 1 person
Arfianti Dwi Kusuma Makasih ya de...melihat purnama seakan melihat bidadari turun dr langit..itulah nama akhir bidadari pertama kami yg dikirimkan Allah pd kami... A D Wulandari.. Wulandari kt eyangnya berarti bulan purnama...terinspirasi malam hr saat sth kelahirannya bulan purnama hadir..makanya aku jg suka bln purnama..dan kami sangat menyayanginya..:)
04 November at 16:35 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Afifah Ahmad Aku juga suka hujan, dan tentu...aku suka sekali tulisan tentang hujan seperti ini...
apalagi perspektif sastrawan menyelami rintik-rintik itu..
ah....jadi inget puisinya Ghibran tentang hujan...
04 November at 16:57 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ilham Q Moehiddin Mengapa jika perempuan sudah mengkisahkan rembulan...selalu saja terbaca bahkan terdengar manis. Apalagi jika perempuannya itu Ade Anita...sang penulis buku yang kukenal melalui karyanya.
(Hayoooo bagusan mana "Aku Suka Hujan" atau "Honey-B...See more
04 November at 17:22 · Unlike · 1 person
Lin Wulynne aiih, jd pengen cemburu dyeeh :)~~
04 November at 17:22 · Unlike · 1 person
Bunda Radith 'Atha' Beautifull words... Menyukai sesuatu dgn porsi yg tepat سُبْØَانَ اللّÙ‡ُ
04 November at 17:36 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Miyosi Ariefiansyah romantis banget sichhh mbak
jadi pengen menatap rembulan bersama suamiku sambil ndengerin ost nya gundam seed, ehmmm cucok banged
04 November at 18:44 · Unlike · 1 person
Hairi Yanti Yanti juga suka hujan mbak.. Sukaaaa banget. Melodi alam yang indah :)
04 November at 18:58 · Unlike · 1 person
Faradina Izdhihary hanya orang yang memiliki kelembutan dan kepekaan yang mampu menangkap keindahan dan gejala alam, lalu menuangkan dalam tulisan yang cantik. luv you Mbak
04 November at 19:05 · Unlike · 1 person
Dwi Klik Santosa ceria ....
04 November at 23:17 · Unlike · 1 person
Ade Anita @dwi: iya.. hujan kan tidak selalu muram. Makasih ya.
@yanti: kamu benar... melodinya selalu indah ya..bikin pingin berkhayal...
hei.. kenapa aku jadi inget lagu "singing in the rain" ya?
05 November at 07:26 · Like
Ade Anita @mbak farad: love you too mbakku..
@miyo: waduh... pengantin baru yang satu ini selalu romantis deh..
05 November at 07:28 · Like
Ade Anita @bunda radith: makasih mbak... ya, memang itu nafas utama dari tulisan ini... tentang cinta yang tidak boleh melebihi porsinya.. Mbak hebat, selalu bisa membaca apa yang sebenarnya ingin saya sampaikan dalam semua tulisan2 saya..:) .. makasih ya
05 November at 07:28 · Like
Ade Anita @lin: hehehe...
@ilham: makasih... semua tulisanku bagus2 kok menurut aku (hahaha, laut siapa sih yang garemin? )
05 November at 07:29 · Like
Ade Anita @fifi: oo.. wulandari itu artinya purnama ya?? aku baru tahu.. asli baru tahu.. bahasa jawa berarti ya?.. oo... teman2ku banyak banget yang namanya ada kata wulannya, berarti itu berarti bulan semua ya..
05 November at 07:30 · Like
Denny Herdy Tak ada yang lebih indah selain, melihat rintik-rintiknya jatuh, lalu menebar ke semua tempat. Iramanya bagai nyanyian ambiguitas.
Hmpp..saya juga suka nulis tentang hujan, mba..n saya punya cerpen juga tentang hujan 1 sampe 3..hehe..
Yang ak...See more
05 November at 07:32 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita @afifah ahmad: puisi gibran yang mana ya? aku juga suka semua tulisan gibran (eh, sepertinya dia salah satu penyair yang mempengaruhi gayaku menulis deh.. sama seperti aku suka hamka, qardhawy, Ibnu Qayyim, reynald K, mario teguh,... mereka semua sepertinya ikut mempengaruhi gayaku menulis..)
05 November at 07:32 · Like
Ade Anita @elisa: hehe, iya, mungkin karena cuma hal-hal sederhana yang aku temui sehari-hari di sekitarku.. jadilah semua yang sederhana itu dibuat indah agar tidak membosankan buat aku sendiri..
05 November at 07:34 · Like
Ade Anita @delbyn: makasihhhh.... aku suka banyak warna.. bahkan, yang semula aku nggak suka pink akhirnya jadi suka banget ...
05 November at 07:34 · Like
Ade Anita @penyair yang arsitek Cepi: ahh... suka begitu deh.. aku justru menaruh namamu sebagai salah satu penyair yang aku suka banget gaya menulisnya... jujur, suka main logika, dan tidak cengeng.
05 November at 07:36 · Like
Ade Anita @oci: makasih ya
@risma: liat saja notes2 kak ade yang lain.. atau sering mampir ke sini :))
@astrid: ayoo tulis semua kenanganmu bersama hujan dalam banyak tulisan..
05 November at 07:37 · Like
Ade Anita @denny: iyaa... aku mau mampir ke notes2mu nih ceritanya, tapi banyak banget deadline jadi belum sempat... aku suka aja dengan gayamu menulis..
05 November at 07:38 · Like
Ade Anita semua jempolers: makasih ya
05 November at 07:39 · Like
Nazla Luthfiah Beautiful words...I love it!
05 November at 13:01 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita makasih lulu.. I love it too (la iya lah, milik sendiri geto!)
05 November at 14:45 · Like
Salah
Salah!
by Ade Anita on Friday, 05 November 2010 at 08:10
"Ibu berangkat ya...byee."
Lalu langkahku langsung menerjang gerimis. Ada sebuah harapan yang bergelora di dalam dada. Bercampur dengan doa yang panjang.'Ya Allah, mudahkanlah jalanku agar bisa dapat arisan hari ini.'
Menyusuri gang sempit, hingga bertemu mulut gang yang menganga.
Berbelok sedikit, lalu sampailah di tujuan.
"Eh....kok?? Masih sepi?"
Semua tetanggaku ikut melongokkan kepala meninjau sebuah rumah yang lengang.Celingak celinguk melihat suasana sepi yang temaram di dalam rumah. Tak ada siapapun. Bahkan lalat sekalipun tidak juga sedang berkumpul mengerubungi hidangan. Ya. Bahkan hidangan yang tersebar di meja atau karpet, tak ada sepotongpun.
"Memangnya cari siapa bu Ade?"
Akhirnya beberapa kepala yang ikut-ikutan mencari sesuatu yang mereka tidak tahu mulai bertanya.
"Arisan?? Hari ini arisan rt kan disini?"
"Loh? Ini baru tanggal 4 bu Ade, arisan kan tanggal 8 nanti, hari senin."
"Hah? Tapi...di rumah saya kalendernya bilang ini tanggal 8."
Akhirnya semua kepala itu mulai tersenyum lebar.
"Salah bu Ade...pasti belum diganti deh kalendernya . Ini november."
Duh...duh...Aku langsung berbalik, berjalan cepat, dan setengah berharap sudah menguasai ilmu menghilang.
Menghilang!
Hip hip..ayo menghilang.
Malu nih...sungguh!
(¤#%€£¥%#*°¤)
-----------
Penulis: Ade Anita...menulis dengan wajah masih merah karena malu.
komentar anakku:
"Hahaha...aku kira selama ini, kisah seperti ini cuma ada di lawakan, atau sketsa, atau exrravaganza...ternyata orang rumah sendiri."
"Iihh, berisik! Malu nih."
"Yaiyalah malu, hujan-hujan ngelawak. Pasti ibu-ibu di belakang rumah lagi pada pesta ketawa sekarang. "
"Uhhh... habis pada malas ngerobek kalender sih!"
"Nggak bisa bu, nggak bisa nyari kambing hitam di kalender...tetep aja, sekali ngelawak tetep ngelawak..nggak ada harapan."
"Weee, siapa yang nyari kambing hitam di kalender. Mau kurban?"
"Eits, nggak boleh ngalihin topik. Tema hari ini tetep, ibu salah ingat tanggal."
"Uh, uhhhh... "
(¤#%€£¥%#*°¤)...gimana sih cara ganti tema? Ada yang punya softwarenya?
Like · Comment · Share · Delete
Eka Putri Hapsari, Afrilia Utami, Dwi Klik Santosa and 12 others like this.
Hairi Yanti hihihihi..............
04 November at 18:45 · Unlike · 1 person
Arfianti Dwi Kusuma Ha3...de utk arisan bln dpn dilingkari spidol merah ya..biar ga salah lg..
04 November at 18:46 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Miyosi Ariefiansyah hehehe,
04 November at 18:57 · Unlike · 1 person
Khadijah Makarim Hehehehheeee mba ade :))
04 November at 20:29 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Elisa Trisnawati Hahahhahaha kebayang malunya
04 November at 20:41 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita @elisa: iyaaaaaaaaa...... baru sekarang aku ngerti betapa pentingnya ilmu silat ninja menghilangkan tubuh..
05 November at 07:40 · Like
Ade Anita @fifi: waah... nanti ketuker sama nandain lingkaran merah yang lain..:P
05 November at 07:41 · Like
Ade Anita @miyo: yanti: khadijah: hahahaha.... ini hari tertawa kok... silahkan, jangan malu2 (sudah terlanjur malu soalnya)
05 November at 07:41 · Like
Oci Aja jiakakakak... ketawa guling2 bayangin anaknya mbak ade yg cengengesan..
05 November at 07:53 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita hehehe... emanggg.... malah jadi ngetawain ibunya sodara-sodara...
05 November at 07:56 · Like
Fitri Gita Cinta Jiaaaahhh... Aq pernah jg salah liat tgl buat ujian... Smpe kampus melongo krn ga ada org.... Kekekekekeke...
You're not alone ... :))
05 November at 07:59 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita huraaaaaa..... asyik... hehehe.... berarti benar dong argumen pembelaanku di depan anak2ku," kalendernya salah. Seharusnya sudah berganti bulan!".. hahaha..*loh? kok malah bahagia?
05 November at 08:08 · Like
Tyas Amalia Yahya zzz... Ibam ngecenginnya kaya sama temen aja. itu Ibam kan pasti?? yakan?? yakan?? hahahaha.. ampun deh Mbak, mana udah pake berdoa penuh harap supaya dapet arisannya. untung gak minta didoain sm anak2. bs lebih parah pasti.. hiihihihi
05 November at 08:44 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Nurul Asmayani hwuahahaha....astaga !
Aku juga pernah salah lihat tgl Mba. Manusiawi kok *hehe..nyari alasan*
05 November at 09:37 · Unlike · 1 person
Nur Rahma Hanifah Hahahahaaaa... Hihihiiiii... Kocak bangettt... :D
05 November at 11:10 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita @tyas: emang ada yang lain selain ibam dengan gaya seperti itu? hahaha... arna masih sd banget komennya, sedangkan hawna, komen anak tk yg gaje banget... makin muda makin gaje deh komennya.. tapi makin tua, makin dalam komennya. hahaha
05 November at 11:52 · Like
Ade Anita @nurul: alhamdulillah.. senangnya dapat teman senasib
05 November at 11:52 · Like
Ade Anita @nur rahma hanifah: sstt... jangan lebar2 ketawanya.. tuh. jeroannya keliatan semua loh.
05 November at 11:52 · Like
Nazla Luthfiah Hahahahahahaha, makanya liat kalender hape dong
05 November at 12:51 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Nur Azizah Huahahahaha...asli ngakak! Bener kt ibam, kirain cuma di extravaganza doang :-D
Ternyata hujan jg membuat lawakan yg lucu ya..bikin lawakan makin drastis. Hehe...
*piiiss mba :-)
05 November at 13:00 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita @lulu: nasehatmu sama dengan nasehat suamiku!!
05 November at 14:48 · Like
Ade Anita @nur azizah: sekarang ngelesnya baru.."ibu kan kemarin sengaja biar kamu senang nak. Daripda kamu suntuk."
05 November at 14:49 · Like
Nur Azizah Hahahaha... Trus jwbn ibam apa? Pasti ada aja jawaban sadisnya :-D
05 November at 14:56 via Facebook Mobile · Unlike · 2 people
Ade Anita hahahahah.... kenapa kamu senang mendengar jawaban sadis ibam? hehehe... aku menikmati banget masa2 selengean dan abg-nya dia kok.. jadi semua jawaban dia dibawa happy... karena, mulutnya mpok nori tapi hatinya putri salju kok (ups.. nanti Hawna marah nih.. dia pasti langsung teriak.."Itu akuuuuuuuuu... bukan mas ibam!)
05 November at 15:00 · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki Hehehe
Wajar kok mb,ak jg prnh gt.hehehe
05 November at 15:01 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Nur Azizah Itulah makanya aq suka sekali. Bgmn mb ade merespon tingkah mrk. Mrk kan jd jujur n gak segan cerita ini itu. Smg bs aku adopsi nnt model pendidikannya :-)
Tp kok disamain sm mpok nuri? Kekekek... Mpok nuri dan putri salju :-D
05 November at 15:07 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita hehehe.. jadi berasa tuanya.. aku nggak tahu bintang jaman sekarang siapa aja yg antagonis soalnya..hahaha...
05 November at 15:15 · Like
Nur Azizah Hahaha...siapa y? Aq jg jarang mantengin tv :-P
05 November at 15:18 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Nur Azizah Lol :-D
05 November at 15:41 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ilham Q Moehiddin Bhahahahahahah...^_^
Boleh juga nih: 'Ya Allah, mudahkanlah jalanku agar bisa dapat arisan hari ini."
Itu doa yg baik hihihi. Akan kusarankan pada istriku utk membacanya sebelum berangkat arisan hehehehehe (geli banget aku)
...See more
05 November at 17:54 · Like
Nur Rahma Hanifah iyaaa mbak, habis beneran deh jadi hiburan banget. Kayaknya ibam tuh mas bandi banget ya mbak? Kekekekeeek. Argumentasinya "sadis" hatinya gadis korek api *biar ga nyaingin hawna. Kekekekekeeekk. Piiissss...
05 November at 19:48 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita nah itu dia ungkapan yang tepat... tepzt....bangethaha...betul..betul
05 November at 21:24 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @pak ilham: hehe boleh boleh..makbul tuh
05 November at 21:26 via Facebook Mobile · Like
Nur Azizah Ifa pinteerr...dpt nilai A deh ;-)
06 November at 00:20 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Tyas Amalia Yahya wahahaha... aku menunggu komen2 Ibam selanjutnya, seneng deh iat Mbak Ade "di-dzholimi"... wkwkwkwkwk ;D
06 November at 06:10 · Unlike · 2 people
Nur Azizah dg berat hati, ku dukung tyas :D
06 November at 06:13 · Unlike · 1 person
Tyas Amalia Yahya yuk mariiiiii, Ka Zaza. bisa digetok Mbak Ade nih :p
06 November at 06:13 · Like · 1 person
Afifah Ahmad aih....yg pengen dapet arisan rajin amat heuheu
06 November at 06:16 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Dwi Klik Santosa terlalu mengharap dapet arisan utk nyumbang bencana .... waaahhh
06 November at 21:58 · Unlike · 1 person
Ade Anita @Dwi: waaa.... nggak segitunya juga kali... hehehehe...
07 November at 05:30 · Like
Ade Anita @afifah: hehehe...stt... masih ada harapan di hari senin (sudah dipastikan kok itu tanggalnya bener)
07 November at 05:31 · Like
Dini Kaeka Sari mb aq punya software nya. tarifnya 1jt sekali instal. murahkan?
*padahal arisannya jg dpt 1jt* :)) :))
07 November at 08:52 · Like
Ade Anita hehehe ini arisan rt din..25.000 sebulan, yg ikut 15 orang, sekali kocok 2 orang (satu ketempatan plus konsumsi, satu dipotong 40.000 buat konsumsi yg ketempatan .) nah, aku pingin buru2 dapat biar cepet beres krn maret anak2ku dah pada mulai ujian.
07 November at 09:35 via Facebook Mobile · Like
Cepi Sabre bwahahahaha ... bukan kalendernya yang salah, mba ade. mungkin doanya yang salah. mungkin mba harus berdoa: "tuhan, buatlah hari ini tanggal 8."
08 November at 15:24 · Unlike · 1 person
Ade Anita hahaha.. benerrrrrrrrrr... kenapa baru ngasih tahu sekarang cepi??
08 November at 15:31 · Like
Cepi Sabre karena sudah tanggal 8. segeralah berangkat, mba ade. hehehe ...
08 November at 15:31 · Like
Ade Anita ini lagi nunggu jam setengah lima.. kali ini sepertinya nggak salah... makanya dah mantengin jam nih
08 November at 15:33 · Like
by Ade Anita on Friday, 05 November 2010 at 08:10
"Ibu berangkat ya...byee."
Lalu langkahku langsung menerjang gerimis. Ada sebuah harapan yang bergelora di dalam dada. Bercampur dengan doa yang panjang.'Ya Allah, mudahkanlah jalanku agar bisa dapat arisan hari ini.'
Menyusuri gang sempit, hingga bertemu mulut gang yang menganga.
Berbelok sedikit, lalu sampailah di tujuan.
"Eh....kok?? Masih sepi?"
Semua tetanggaku ikut melongokkan kepala meninjau sebuah rumah yang lengang.Celingak celinguk melihat suasana sepi yang temaram di dalam rumah. Tak ada siapapun. Bahkan lalat sekalipun tidak juga sedang berkumpul mengerubungi hidangan. Ya. Bahkan hidangan yang tersebar di meja atau karpet, tak ada sepotongpun.
"Memangnya cari siapa bu Ade?"
Akhirnya beberapa kepala yang ikut-ikutan mencari sesuatu yang mereka tidak tahu mulai bertanya.
"Arisan?? Hari ini arisan rt kan disini?"
"Loh? Ini baru tanggal 4 bu Ade, arisan kan tanggal 8 nanti, hari senin."
"Hah? Tapi...di rumah saya kalendernya bilang ini tanggal 8."
Akhirnya semua kepala itu mulai tersenyum lebar.
"Salah bu Ade...pasti belum diganti deh kalendernya . Ini november."
Duh...duh...Aku langsung berbalik, berjalan cepat, dan setengah berharap sudah menguasai ilmu menghilang.
Menghilang!
Hip hip..ayo menghilang.
Malu nih...sungguh!
(¤#%€£¥%#*°¤)
-----------
Penulis: Ade Anita...menulis dengan wajah masih merah karena malu.
komentar anakku:
"Hahaha...aku kira selama ini, kisah seperti ini cuma ada di lawakan, atau sketsa, atau exrravaganza...ternyata orang rumah sendiri."
"Iihh, berisik! Malu nih."
"Yaiyalah malu, hujan-hujan ngelawak. Pasti ibu-ibu di belakang rumah lagi pada pesta ketawa sekarang. "
"Uhhh... habis pada malas ngerobek kalender sih!"
"Nggak bisa bu, nggak bisa nyari kambing hitam di kalender...tetep aja, sekali ngelawak tetep ngelawak..nggak ada harapan."
"Weee, siapa yang nyari kambing hitam di kalender. Mau kurban?"
"Eits, nggak boleh ngalihin topik. Tema hari ini tetep, ibu salah ingat tanggal."
"Uh, uhhhh... "
(¤#%€£¥%#*°¤)...gimana sih cara ganti tema? Ada yang punya softwarenya?
Like · Comment · Share · Delete
Eka Putri Hapsari, Afrilia Utami, Dwi Klik Santosa and 12 others like this.
Hairi Yanti hihihihi..............
04 November at 18:45 · Unlike · 1 person
Arfianti Dwi Kusuma Ha3...de utk arisan bln dpn dilingkari spidol merah ya..biar ga salah lg..
04 November at 18:46 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Miyosi Ariefiansyah hehehe,
04 November at 18:57 · Unlike · 1 person
Khadijah Makarim Hehehehheeee mba ade :))
04 November at 20:29 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Elisa Trisnawati Hahahhahaha kebayang malunya
04 November at 20:41 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita @elisa: iyaaaaaaaaa...... baru sekarang aku ngerti betapa pentingnya ilmu silat ninja menghilangkan tubuh..
05 November at 07:40 · Like
Ade Anita @fifi: waah... nanti ketuker sama nandain lingkaran merah yang lain..:P
05 November at 07:41 · Like
Ade Anita @miyo: yanti: khadijah: hahahaha.... ini hari tertawa kok... silahkan, jangan malu2 (sudah terlanjur malu soalnya)
05 November at 07:41 · Like
Oci Aja jiakakakak... ketawa guling2 bayangin anaknya mbak ade yg cengengesan..
05 November at 07:53 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita hehehe... emanggg.... malah jadi ngetawain ibunya sodara-sodara...
05 November at 07:56 · Like
Fitri Gita Cinta Jiaaaahhh... Aq pernah jg salah liat tgl buat ujian... Smpe kampus melongo krn ga ada org.... Kekekekekeke...
You're not alone ... :))
05 November at 07:59 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita huraaaaaa..... asyik... hehehe.... berarti benar dong argumen pembelaanku di depan anak2ku," kalendernya salah. Seharusnya sudah berganti bulan!".. hahaha..*loh? kok malah bahagia?
05 November at 08:08 · Like
Tyas Amalia Yahya zzz... Ibam ngecenginnya kaya sama temen aja. itu Ibam kan pasti?? yakan?? yakan?? hahahaha.. ampun deh Mbak, mana udah pake berdoa penuh harap supaya dapet arisannya. untung gak minta didoain sm anak2. bs lebih parah pasti.. hiihihihi
05 November at 08:44 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Nurul Asmayani hwuahahaha....astaga !
Aku juga pernah salah lihat tgl Mba. Manusiawi kok *hehe..nyari alasan*
05 November at 09:37 · Unlike · 1 person
Nur Rahma Hanifah Hahahahaaaa... Hihihiiiii... Kocak bangettt... :D
05 November at 11:10 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita @tyas: emang ada yang lain selain ibam dengan gaya seperti itu? hahaha... arna masih sd banget komennya, sedangkan hawna, komen anak tk yg gaje banget... makin muda makin gaje deh komennya.. tapi makin tua, makin dalam komennya. hahaha
05 November at 11:52 · Like
Ade Anita @nurul: alhamdulillah.. senangnya dapat teman senasib
05 November at 11:52 · Like
Ade Anita @nur rahma hanifah: sstt... jangan lebar2 ketawanya.. tuh. jeroannya keliatan semua loh.
05 November at 11:52 · Like
Nazla Luthfiah Hahahahahahaha, makanya liat kalender hape dong
05 November at 12:51 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Nur Azizah Huahahahaha...asli ngakak! Bener kt ibam, kirain cuma di extravaganza doang :-D
Ternyata hujan jg membuat lawakan yg lucu ya..bikin lawakan makin drastis. Hehe...
*piiiss mba :-)
05 November at 13:00 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita @lulu: nasehatmu sama dengan nasehat suamiku!!
05 November at 14:48 · Like
Ade Anita @nur azizah: sekarang ngelesnya baru.."ibu kan kemarin sengaja biar kamu senang nak. Daripda kamu suntuk."
05 November at 14:49 · Like
Nur Azizah Hahahaha... Trus jwbn ibam apa? Pasti ada aja jawaban sadisnya :-D
05 November at 14:56 via Facebook Mobile · Unlike · 2 people
Ade Anita hahahahah.... kenapa kamu senang mendengar jawaban sadis ibam? hehehe... aku menikmati banget masa2 selengean dan abg-nya dia kok.. jadi semua jawaban dia dibawa happy... karena, mulutnya mpok nori tapi hatinya putri salju kok (ups.. nanti Hawna marah nih.. dia pasti langsung teriak.."Itu akuuuuuuuuu... bukan mas ibam!)
05 November at 15:00 · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki Hehehe
Wajar kok mb,ak jg prnh gt.hehehe
05 November at 15:01 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Nur Azizah Itulah makanya aq suka sekali. Bgmn mb ade merespon tingkah mrk. Mrk kan jd jujur n gak segan cerita ini itu. Smg bs aku adopsi nnt model pendidikannya :-)
Tp kok disamain sm mpok nuri? Kekekek... Mpok nuri dan putri salju :-D
05 November at 15:07 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita hehehe.. jadi berasa tuanya.. aku nggak tahu bintang jaman sekarang siapa aja yg antagonis soalnya..hahaha...
05 November at 15:15 · Like
Nur Azizah Hahaha...siapa y? Aq jg jarang mantengin tv :-P
05 November at 15:18 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Nur Azizah Lol :-D
05 November at 15:41 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ilham Q Moehiddin Bhahahahahahah...^_^
Boleh juga nih: 'Ya Allah, mudahkanlah jalanku agar bisa dapat arisan hari ini."
Itu doa yg baik hihihi. Akan kusarankan pada istriku utk membacanya sebelum berangkat arisan hehehehehe (geli banget aku)
...See more
05 November at 17:54 · Like
Nur Rahma Hanifah iyaaa mbak, habis beneran deh jadi hiburan banget. Kayaknya ibam tuh mas bandi banget ya mbak? Kekekekeeek. Argumentasinya "sadis" hatinya gadis korek api *biar ga nyaingin hawna. Kekekekekeeekk. Piiissss...
05 November at 19:48 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita nah itu dia ungkapan yang tepat... tepzt....bangethaha...betul..betul
05 November at 21:24 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @pak ilham: hehe boleh boleh..makbul tuh
05 November at 21:26 via Facebook Mobile · Like
Nur Azizah Ifa pinteerr...dpt nilai A deh ;-)
06 November at 00:20 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Tyas Amalia Yahya wahahaha... aku menunggu komen2 Ibam selanjutnya, seneng deh iat Mbak Ade "di-dzholimi"... wkwkwkwkwk ;D
06 November at 06:10 · Unlike · 2 people
Nur Azizah dg berat hati, ku dukung tyas :D
06 November at 06:13 · Unlike · 1 person
Tyas Amalia Yahya yuk mariiiiii, Ka Zaza. bisa digetok Mbak Ade nih :p
06 November at 06:13 · Like · 1 person
Afifah Ahmad aih....yg pengen dapet arisan rajin amat heuheu
06 November at 06:16 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Dwi Klik Santosa terlalu mengharap dapet arisan utk nyumbang bencana .... waaahhh
06 November at 21:58 · Unlike · 1 person
Ade Anita @Dwi: waaa.... nggak segitunya juga kali... hehehehe...
07 November at 05:30 · Like
Ade Anita @afifah: hehehe...stt... masih ada harapan di hari senin (sudah dipastikan kok itu tanggalnya bener)
07 November at 05:31 · Like
Dini Kaeka Sari mb aq punya software nya. tarifnya 1jt sekali instal. murahkan?
*padahal arisannya jg dpt 1jt* :)) :))
07 November at 08:52 · Like
Ade Anita hehehe ini arisan rt din..25.000 sebulan, yg ikut 15 orang, sekali kocok 2 orang (satu ketempatan plus konsumsi, satu dipotong 40.000 buat konsumsi yg ketempatan .) nah, aku pingin buru2 dapat biar cepet beres krn maret anak2ku dah pada mulai ujian.
07 November at 09:35 via Facebook Mobile · Like
Cepi Sabre bwahahahaha ... bukan kalendernya yang salah, mba ade. mungkin doanya yang salah. mungkin mba harus berdoa: "tuhan, buatlah hari ini tanggal 8."
08 November at 15:24 · Unlike · 1 person
Ade Anita hahaha.. benerrrrrrrrrr... kenapa baru ngasih tahu sekarang cepi??
08 November at 15:31 · Like
Cepi Sabre karena sudah tanggal 8. segeralah berangkat, mba ade. hehehe ...
08 November at 15:31 · Like
Ade Anita ini lagi nunggu jam setengah lima.. kali ini sepertinya nggak salah... makanya dah mantengin jam nih
08 November at 15:33 · Like
Sebuah Pintu
Sebuah Pintu
by Ade Anita on Friday, 12 November 2010 at 16:20
SEPERTI PUZZLE, SAAT BINTANG JATUH… CINTA, SETITIK KABUT BERMAKNA CINTA, SANG BINTANG, JAUH DEKAT CINTA, KETIKA CINTA BELUM SAATNYA, KUE BULAN AGNI, KETIKA CINTA KEMBALI, HONEY AND BEE, TITIAN CINTA, DAN ADAKAH CINTA DI SANA ?... 10 NASKAH TERSEBUT MASUK DALAM 10 NASKAH YANG MEMBERI SAINGAN YANG SANGAT KETAT, KARENA HAL TERSEBUT MAKA TERPAKSA KAMI SINGKIRKAN DARI ARENA KOLABORASI CINTA. MAAF, PERJUANGAN ANDA SAMPAI DISINI SAJA, TERUSKAN BERKARYA. TRIMA KASIH.
Di atas itu adalah pengumuman yang keluar pagi ini di wallnya Dang Aji, pemilik perhelatan Audisi naskah Kolaborasi Cinta berpasangan dengan sahabat. Naskahku ternyata tereliminasi. Alhamdulillah. Berarti masih diberi kesempatan untuk memperbaiki dan mengembangkannya sendiri menjadi novel yang utuh sendiri, tidak lagi berkolaborasi dengan UNSA.
Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan disini.
Aku mau menulis tentang kisah yang aku dapat dari tayangan sinopsis Honey And Bee di salah satu notesku.
Ya. Semua bermula dari sinopsis tersebut.
Datang sebuah email dari seseorang yang tidak dapat disebut namanya karena memang sudah sepakat untuk dirahasiakan.
Dia bercerita tentang kegundahan hatinya, dan merasa bahwa dirinyalah karakter HONEY yang aku ceritakan.
Dengan detil dia bercerita panjang tentang betapa pahitnya ketika menjalani kehidupan Long Distance Love... apa itu kesepian.... bagaimana rasanya gigitan sepi... dan, akhirnya hujatan mengapa Tuhan harus menciptakan "rasa kesepian".
(dan sementara dia gegap gempita bercerita, yang aku lakukan hanya meng-cut-nya dengan kalimat "boleh aku tulis secara utuh kisahmu ini dalam novel Honey and Bee-ku kelak?")
Belum selesai berbenah dengan satu kisah ini, datang lagi email dari seseorang yang lain. Dan lagi-lagi, dia meng-klaim bahwa dialah tokoh HONEY yang aku ceritakan. Lalu tanpa diminta dia bercerita tentang perselingkuhan yang dia jalani untuk mengobati rasa sepinya. Semua kelihaiannya untuk bersandiwara di hadapan banyak orang, dan semua sisi kehidupannya yang tidak pernah diungkap sebelumnya pada siapapun.
(dan tebak, apa yang aku balas dalam reply email tersebut? Ya, benar sekali. "BOleh aku tulis kisahmu ini dalam kisah honey and bee-ku? Rasanya ini harus dituntaskan untuk menjadi novel yang utuh, dan aku bukan seorang penghayal yang baik. Aku hanya seorang penulis. Boleh ya?" )
Semua curhat-curhat ini, membuatku berpikir, "Aih, kenapa perselingkuhan sekarang jadi marak terjadi ya?"
Dan belum selesai berpikir, tiba-tiba ada lagi yang mengirim email, dan mengatakan bahwa dialah orang ketiga yang menghampiri HOney and Bee. Orang ketiga yang rela meninggalkan segalanya demi agar bisa menjadi orang kedua.
Ya.
Dia tidak menuntut lebih selain hanya kedudukan untuk jadi orang kedua karena rasa cintanya yang amat besar pada pasangan yang dia masuki rumah tangganya.
Baik. Akhirnya aku berhenti berpikir, dan berhenti mengamati. Mungkin benar, semakin banyak tahu akan semakin menyusahkan.
Hingga datang email lain, yang mengatakan bahwa dia ... uh.. parah deh pokoknya. Ngga bisa diceritain disini.
Lalu email lain lagi.
Lalu email baru lagi.
Lalu curhat lain lagi
AH!!!!
Sekarang aku jadi marah. Amat marah. Kesal.
Aku merasa seperti sedang membuka sebuah pintu yang tertutup dan memergoki pemandangan sepasang manusia yang sedang melakukan adegan mesra disana.
Malu, dan ingin cepat-cepat menutup pintu itu rasanya.
Tapi kaget, karena aku tahu pasti siapa kedua orang yang sedang melakukan adegan tersebut.
Aku kenal mereka.
Aku kagum pada mereka selama ini.
Semua bintang dan piagam masih bertengger di atas pakaian mereka.
AH!!!
Sebenarnya, dimana letak TUHAN dalam hati orang-orang ini?
Apakah sebuah kesetiaan itu sudah tidak ada artinya lagi di jaman sekarang?
-------------------------
Penulis: Ade Anita
Catatan penulis:
1. (Hei... siapa Honey and Bee sebenarnya? Cerita ini aku yang membuatnya bersama dengan Inggar, mengapa ada banyak yang berebut mengklaim sebagai pemeran sih? Tidak ada hadiahnya loh, tapi dosa sudah pasti. *berharap seperti halnya cerita ini tereliminasi, semoga semua kisah perselingkuhan juga tereliminasi dari atas muka bumi... hm...mimpi ya aku?)
2. Mengetahui sebuah kebejatan sedang terjadi itu jauuuuuh lebih perih dan menyakitkan ketimbang mengetahui bahwa naskah kita tereliminasi. Percaya deh ama aku.
Like · Comment · Share · Delete
Eka Putri Hapsari, Lin Wulynne, Nur Azizah and 6 others like this.
Ragil Papa Aira Duh mba AA baru aku mau ngakuin juga, tapi udah penuh ya.. Ya udh ga jadi deh.. Aku jadi pembacanya aja yah, di tunggu novel utuhnya.
12 November at 16:29 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita aku serius padahal..:(...
12 November at 16:35 · Like
Akhi Dirman Al-amin Full aku tunggu novelnya mbak...
aku ma eva juga lg rancang bikin novel nih setelah kolaborasi
moga tercapai. amin...
12 November at 16:36 · Unlike · 1 person
Ade Anita sip...
12 November at 16:37 · Like
Qonita Musa wah... baru aku baca.... efek dunia maya?
12 November at 16:42 · Like
Nazla Luthfiah kisah mereka ngga jadi tayang dong di novel mba?
12 November at 16:45 · Like
Evatya Luna Kereeen... Maksudnya idenya, bukan perselingkuhan :)
12 November at 16:46 via Facebook Mobile · Like
Arfianti Dwi Kusuma Hmm...jadi novel yg seperti kisah nyata atau kisah nyata yg spt novel de? He2..yg pasti jd penasaran kyk apa c ceritanya? Ditunggu ya de..
12 November at 17:05 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin Jika kisah kisah dalam penceritaan ternyata lebih mendekatkan orang (proximity) dan malah banyak yang kemudian merasa bahwa karakter2 dalam Honey-Bee ternyata menyentuh sisi kedirian mereka...sehingga: aku adalah si Honey itu...atau, akulah...See more
12 November at 17:22 · Like
Fitri Gita Cinta Klo kelakuan tokohnya baik, yg ngaku banyak malah senang ya, mbak... :)
Fighting :)
12 November at 17:26 via Facebook Mobile · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki menunggu kisah lengkapnya mbak.
penasaran. . .
12 November at 18:36 via Facebook Mobile · Like
Oci Aja penasaraaaan... mau baca dong mbak Ade, Honey bee nya.. siapa tau bs jd inspirasi?
12 November at 20:26 via Facebook Mobile · Like
Cepi Sabre kadang-kadang, menjadi penulis juga harus menanggung resiko itu ya, mba ade. resiko bahwa apa yang kita tulis ternyata menjadi nyata. kadang-kadang, imaji penulis bisa demikian luar biasanya.
12 November at 21:04 · Like
Nur Azizah setiap perselingkuhan, sekecil apapun sll membawa kepedihan. Saat rasa kepercayaan dikhianati, saat masa penungguan ditunggangi. Aku benar2 membenci perkhianatan :(
12 November at 22:16 · Like
Faradina Izdhihary setuju Mbakku. ikut ngeri.
btw, tanpa menggunakan identitas lengkap mereka, bolehkah aku minta barang 2 email yg parah isinya,. Jujur novel keduaku ada bagian perselingkuhannya yang menyebabkannya terhenti berbulan2 bahkan lbh dr setahun. K...See more
12 November at 22:34 · Like
Tyasti Aryandini Merenung..berpikir keras dg tulisan Mbak Ade ini..sungguh takut menghadapi kenyataan yang terkadang kita temui saat ada teman yg bercerita soal ini...smoga jika kelak menjadi novel akan menjadi happy ending spt kisah anak lebah sebatang kar...See more
13 November at 00:12 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Inggar Kammi Unj aku bingung mau komen ap, yang pengen aku lakukan mudah2an aku dan istri jauh dari yang namanya selingkuh bun...itu aja dan moga2 kalo jadi novel dapat ending yng inspiratif sehingga membantu orang selingkuh sadar dan gak selingkuh lagi :)
13 November at 05:16 · Like
Ade Anita @mbak Farad: sebenarnya ada beberapa kasus perselingkuhan yang sudah aku bahas di http://www.kafemuslimah.com/. Tapi tentu saja sudah aku edit sana sini demi menjaga kesopanan karena itu merupakan website islami.
Khusus untuk permintaanmu,...See more
13 November at 06:10 · Like
Ade Anita @inggar: aammiin.. semoga dirimu tetap istiqamah ya nak Inggar (aih, kenapa diriku selalu merasa amat tua renta berhadapan dengan dirimu ya? hehehe).
13 November at 06:12 · Like
Inggar Kammi Unj hahaha.... gitu ya? wah yang penting pikiran dan gaulnya kan tetap ama anak bunda...hehe
13 November at 06:13 · Like
Ade Anita @tyasty: nah... aku pernah sampai menangis dan susah hati jika mendengar curhat seperti ini. Suamiku paling tahu kondisi ini. Pernah juga merasa amat sangat takut, karena jadi semakin yakin bahwa kiamat sudah semakin amat dekat. BUkankah tanda2 kiamat itu adalah maksiat semakin meraja lela?
13 November at 06:14 · Like
Ade Anita @nur azizah: iya bener... aku juga benci pengkhianatan. Tapi, sebuah takdir terkadang datang bukan karena sengaja, tapi muncul mungkin karena Allah ingin memperlihatkan kita sesuatu dan ingin kita memperbaikinya atau belajar dari semua kejadian ini.
13 November at 06:16 · Like · 1 person
Ade Anita @cepi: nah.. itu dia. Itu sebabnya aku sebenarnya lebih memilih untuk menulis semua hal yang baik-baik saja, karena berharap semua imajinasi baik itu menjadi kenyataan. Sebuah pemikiran itu bagiku juga sebuah doa.
13 November at 06:17 · Like
Ade Anita @oci, astrid, fifi: hehehe.. masih disusun, doakan semoga lancar.
13 November at 06:18 · Like
Ade Anita @ilham: makasih .. semua komenmu selalu mencerahkan ya pada semua orang (kadang mikir juga, ini jujur atau dalam rangka menyenangkan hati orang lain ya?). Tapi terima kasih untuk pompaan semangatnya.
13 November at 06:20 · Like
Ade Anita @qonita musa: nggak ah. Perselingkuhan terjadi sebelum dunia maya hadir rasanya, hanya saja sekarang kian gila-gilaan karena ada bantuan dunia maya.
13 November at 06:22 · Like
Ade Anita @lulu: hehehe... tunggu saja kehadirannya.
13 November at 06:22 · Like
Ade Anita @evatya luna: bingung nih, mau bilang terima kasih atau apa. Aku nggak suka kasus perselingkuhan, sebenarnya pingin menghindari malah.
13 November at 06:23 · Like
Ade Anita @inggar: iya.. eh.. emangnya kamu kenal sama anakku? (yang sma pastinya ya, nggak mungkin yang TK)
13 November at 06:24 · Like
Afifah Ahmad hiks....iya, sering juga dapet cerita begini..nyesek rasanya sebagai perempuan...
Jadi inget aku pernah nanya gini ma suami, gimana sih perasaan sebagai lelaki yang secara hukum boleh punya istri lebih dari satu? Jangan tanya jawaban suamiku...See more
13 November at 12:55 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @afifah: never dr..I never ask you that question..:))
13 November at 13:22 via Facebook Mobile · Like
Dwi Klik Santosa tulisan yang bagus, mbak.
ya, begitulah ... kalau harus ada seleksi dan menyeleksi .... kita harus terima. padahal kadang ada pertanyaan muncul ... huhhh ... masak tulisan kayak gitu malah yang lolos ...
14 November at 08:19 · Unlike · 1 person
Ade Anita @Dwi kelik: iya... setiap audisi atau lomba, ada penilaian yang bersifat subjektif setelah semua penilaian objektif diterapkan, yaitu menyangkut selera editor dan selera para juri... tapi gpp sih, setidaknya aku belajar banyak.. bahwa di t...See more
14 November at 09:13 · Like
Tyas Amalia Yahya Ngomong2 soal perselingkuhan (berhubung saya bergaul lintas angkatan. hehe), sekarang emang semakin menjadi ya Mbak? serem juga aku dengernya. Memang dunia pernikahan tuh segitunya ya? Berhubung aku belom pernah nikah jadi kadang bertanya2 ...See more
16 November at 22:08 · Unlike · 1 person
Ade Anita iya.. pernah denger... aku juga bingung kenapa sekarang kita makin liberal untuk soal seks. Gaya pacaran makin kacau (dulu, jaman aku kuliah dulu, kalo ada "mobil goyang" pasti jadi aib banget kalo sampe ketahuan.. sekarang, dianggap biasa ...See more
16 November at 22:14 · Like
Ade Anita yang lebih gawat lagi... justru poligami dicela dan dihina habis-habisan sebagai sebuah perilaku tidak manusiawi dan tidak beradap. Dan berselingkuh dipandang lebih mulia.
16 November at 22:15 · Like
Tyas Amalia Yahya Iya Mbak, alhamdulillahnya aku dilahirkan di keluarga yang ngerti soal norma2, nilai, dan juga agama. Jadi sejauh ini masih bisa jaga diri dari hal2 semacam itu. Ya meskipun aku juga masih belom bener banget sih. hehe :p
Btw Selamat Idul Adh...See more
16 November at 22:27 · Unlike · 1 person
Ade Anita iya... alhamdulillah.. kalo nggak, videomu udah bisa aku download di youtube kali..hahahahahahhaha...*kok jadi ngomongin video??
16 November at 22:33 · Like
Ade Anita duh .. kacau nih.. ini kan masih suasana hari raya??
16 November at 22:33 · Like
Tyas Amalia Yahya bener nih kata anaknya Mbak Ade, obrolan kita lama2 suka gak penting. hihihihihi
16 November at 22:38 · Like
by Ade Anita on Friday, 12 November 2010 at 16:20
SEPERTI PUZZLE, SAAT BINTANG JATUH… CINTA, SETITIK KABUT BERMAKNA CINTA, SANG BINTANG, JAUH DEKAT CINTA, KETIKA CINTA BELUM SAATNYA, KUE BULAN AGNI, KETIKA CINTA KEMBALI, HONEY AND BEE, TITIAN CINTA, DAN ADAKAH CINTA DI SANA ?... 10 NASKAH TERSEBUT MASUK DALAM 10 NASKAH YANG MEMBERI SAINGAN YANG SANGAT KETAT, KARENA HAL TERSEBUT MAKA TERPAKSA KAMI SINGKIRKAN DARI ARENA KOLABORASI CINTA. MAAF, PERJUANGAN ANDA SAMPAI DISINI SAJA, TERUSKAN BERKARYA. TRIMA KASIH.
Di atas itu adalah pengumuman yang keluar pagi ini di wallnya Dang Aji, pemilik perhelatan Audisi naskah Kolaborasi Cinta berpasangan dengan sahabat. Naskahku ternyata tereliminasi. Alhamdulillah. Berarti masih diberi kesempatan untuk memperbaiki dan mengembangkannya sendiri menjadi novel yang utuh sendiri, tidak lagi berkolaborasi dengan UNSA.
Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan disini.
Aku mau menulis tentang kisah yang aku dapat dari tayangan sinopsis Honey And Bee di salah satu notesku.
Ya. Semua bermula dari sinopsis tersebut.
Datang sebuah email dari seseorang yang tidak dapat disebut namanya karena memang sudah sepakat untuk dirahasiakan.
Dia bercerita tentang kegundahan hatinya, dan merasa bahwa dirinyalah karakter HONEY yang aku ceritakan.
Dengan detil dia bercerita panjang tentang betapa pahitnya ketika menjalani kehidupan Long Distance Love... apa itu kesepian.... bagaimana rasanya gigitan sepi... dan, akhirnya hujatan mengapa Tuhan harus menciptakan "rasa kesepian".
(dan sementara dia gegap gempita bercerita, yang aku lakukan hanya meng-cut-nya dengan kalimat "boleh aku tulis secara utuh kisahmu ini dalam novel Honey and Bee-ku kelak?")
Belum selesai berbenah dengan satu kisah ini, datang lagi email dari seseorang yang lain. Dan lagi-lagi, dia meng-klaim bahwa dialah tokoh HONEY yang aku ceritakan. Lalu tanpa diminta dia bercerita tentang perselingkuhan yang dia jalani untuk mengobati rasa sepinya. Semua kelihaiannya untuk bersandiwara di hadapan banyak orang, dan semua sisi kehidupannya yang tidak pernah diungkap sebelumnya pada siapapun.
(dan tebak, apa yang aku balas dalam reply email tersebut? Ya, benar sekali. "BOleh aku tulis kisahmu ini dalam kisah honey and bee-ku? Rasanya ini harus dituntaskan untuk menjadi novel yang utuh, dan aku bukan seorang penghayal yang baik. Aku hanya seorang penulis. Boleh ya?" )
Semua curhat-curhat ini, membuatku berpikir, "Aih, kenapa perselingkuhan sekarang jadi marak terjadi ya?"
Dan belum selesai berpikir, tiba-tiba ada lagi yang mengirim email, dan mengatakan bahwa dialah orang ketiga yang menghampiri HOney and Bee. Orang ketiga yang rela meninggalkan segalanya demi agar bisa menjadi orang kedua.
Ya.
Dia tidak menuntut lebih selain hanya kedudukan untuk jadi orang kedua karena rasa cintanya yang amat besar pada pasangan yang dia masuki rumah tangganya.
Baik. Akhirnya aku berhenti berpikir, dan berhenti mengamati. Mungkin benar, semakin banyak tahu akan semakin menyusahkan.
Hingga datang email lain, yang mengatakan bahwa dia ... uh.. parah deh pokoknya. Ngga bisa diceritain disini.
Lalu email lain lagi.
Lalu email baru lagi.
Lalu curhat lain lagi
AH!!!!
Sekarang aku jadi marah. Amat marah. Kesal.
Aku merasa seperti sedang membuka sebuah pintu yang tertutup dan memergoki pemandangan sepasang manusia yang sedang melakukan adegan mesra disana.
Malu, dan ingin cepat-cepat menutup pintu itu rasanya.
Tapi kaget, karena aku tahu pasti siapa kedua orang yang sedang melakukan adegan tersebut.
Aku kenal mereka.
Aku kagum pada mereka selama ini.
Semua bintang dan piagam masih bertengger di atas pakaian mereka.
AH!!!
Sebenarnya, dimana letak TUHAN dalam hati orang-orang ini?
Apakah sebuah kesetiaan itu sudah tidak ada artinya lagi di jaman sekarang?
-------------------------
Penulis: Ade Anita
Catatan penulis:
1. (Hei... siapa Honey and Bee sebenarnya? Cerita ini aku yang membuatnya bersama dengan Inggar, mengapa ada banyak yang berebut mengklaim sebagai pemeran sih? Tidak ada hadiahnya loh, tapi dosa sudah pasti. *berharap seperti halnya cerita ini tereliminasi, semoga semua kisah perselingkuhan juga tereliminasi dari atas muka bumi... hm...mimpi ya aku?)
2. Mengetahui sebuah kebejatan sedang terjadi itu jauuuuuh lebih perih dan menyakitkan ketimbang mengetahui bahwa naskah kita tereliminasi. Percaya deh ama aku.
Like · Comment · Share · Delete
Eka Putri Hapsari, Lin Wulynne, Nur Azizah and 6 others like this.
Ragil Papa Aira Duh mba AA baru aku mau ngakuin juga, tapi udah penuh ya.. Ya udh ga jadi deh.. Aku jadi pembacanya aja yah, di tunggu novel utuhnya.
12 November at 16:29 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita aku serius padahal..:(...
12 November at 16:35 · Like
Akhi Dirman Al-amin Full aku tunggu novelnya mbak...
aku ma eva juga lg rancang bikin novel nih setelah kolaborasi
moga tercapai. amin...
12 November at 16:36 · Unlike · 1 person
Ade Anita sip...
12 November at 16:37 · Like
Qonita Musa wah... baru aku baca.... efek dunia maya?
12 November at 16:42 · Like
Nazla Luthfiah kisah mereka ngga jadi tayang dong di novel mba?
12 November at 16:45 · Like
Evatya Luna Kereeen... Maksudnya idenya, bukan perselingkuhan :)
12 November at 16:46 via Facebook Mobile · Like
Arfianti Dwi Kusuma Hmm...jadi novel yg seperti kisah nyata atau kisah nyata yg spt novel de? He2..yg pasti jd penasaran kyk apa c ceritanya? Ditunggu ya de..
12 November at 17:05 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin Jika kisah kisah dalam penceritaan ternyata lebih mendekatkan orang (proximity) dan malah banyak yang kemudian merasa bahwa karakter2 dalam Honey-Bee ternyata menyentuh sisi kedirian mereka...sehingga: aku adalah si Honey itu...atau, akulah...See more
12 November at 17:22 · Like
Fitri Gita Cinta Klo kelakuan tokohnya baik, yg ngaku banyak malah senang ya, mbak... :)
Fighting :)
12 November at 17:26 via Facebook Mobile · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki menunggu kisah lengkapnya mbak.
penasaran. . .
12 November at 18:36 via Facebook Mobile · Like
Oci Aja penasaraaaan... mau baca dong mbak Ade, Honey bee nya.. siapa tau bs jd inspirasi?
12 November at 20:26 via Facebook Mobile · Like
Cepi Sabre kadang-kadang, menjadi penulis juga harus menanggung resiko itu ya, mba ade. resiko bahwa apa yang kita tulis ternyata menjadi nyata. kadang-kadang, imaji penulis bisa demikian luar biasanya.
12 November at 21:04 · Like
Nur Azizah setiap perselingkuhan, sekecil apapun sll membawa kepedihan. Saat rasa kepercayaan dikhianati, saat masa penungguan ditunggangi. Aku benar2 membenci perkhianatan :(
12 November at 22:16 · Like
Faradina Izdhihary setuju Mbakku. ikut ngeri.
btw, tanpa menggunakan identitas lengkap mereka, bolehkah aku minta barang 2 email yg parah isinya,. Jujur novel keduaku ada bagian perselingkuhannya yang menyebabkannya terhenti berbulan2 bahkan lbh dr setahun. K...See more
12 November at 22:34 · Like
Tyasti Aryandini Merenung..berpikir keras dg tulisan Mbak Ade ini..sungguh takut menghadapi kenyataan yang terkadang kita temui saat ada teman yg bercerita soal ini...smoga jika kelak menjadi novel akan menjadi happy ending spt kisah anak lebah sebatang kar...See more
13 November at 00:12 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Inggar Kammi Unj aku bingung mau komen ap, yang pengen aku lakukan mudah2an aku dan istri jauh dari yang namanya selingkuh bun...itu aja dan moga2 kalo jadi novel dapat ending yng inspiratif sehingga membantu orang selingkuh sadar dan gak selingkuh lagi :)
13 November at 05:16 · Like
Ade Anita @mbak Farad: sebenarnya ada beberapa kasus perselingkuhan yang sudah aku bahas di http://www.kafemuslimah.com/. Tapi tentu saja sudah aku edit sana sini demi menjaga kesopanan karena itu merupakan website islami.
Khusus untuk permintaanmu,...See more
13 November at 06:10 · Like
Ade Anita @inggar: aammiin.. semoga dirimu tetap istiqamah ya nak Inggar (aih, kenapa diriku selalu merasa amat tua renta berhadapan dengan dirimu ya? hehehe).
13 November at 06:12 · Like
Inggar Kammi Unj hahaha.... gitu ya? wah yang penting pikiran dan gaulnya kan tetap ama anak bunda...hehe
13 November at 06:13 · Like
Ade Anita @tyasty: nah... aku pernah sampai menangis dan susah hati jika mendengar curhat seperti ini. Suamiku paling tahu kondisi ini. Pernah juga merasa amat sangat takut, karena jadi semakin yakin bahwa kiamat sudah semakin amat dekat. BUkankah tanda2 kiamat itu adalah maksiat semakin meraja lela?
13 November at 06:14 · Like
Ade Anita @nur azizah: iya bener... aku juga benci pengkhianatan. Tapi, sebuah takdir terkadang datang bukan karena sengaja, tapi muncul mungkin karena Allah ingin memperlihatkan kita sesuatu dan ingin kita memperbaikinya atau belajar dari semua kejadian ini.
13 November at 06:16 · Like · 1 person
Ade Anita @cepi: nah.. itu dia. Itu sebabnya aku sebenarnya lebih memilih untuk menulis semua hal yang baik-baik saja, karena berharap semua imajinasi baik itu menjadi kenyataan. Sebuah pemikiran itu bagiku juga sebuah doa.
13 November at 06:17 · Like
Ade Anita @oci, astrid, fifi: hehehe.. masih disusun, doakan semoga lancar.
13 November at 06:18 · Like
Ade Anita @ilham: makasih .. semua komenmu selalu mencerahkan ya pada semua orang (kadang mikir juga, ini jujur atau dalam rangka menyenangkan hati orang lain ya?). Tapi terima kasih untuk pompaan semangatnya.
13 November at 06:20 · Like
Ade Anita @qonita musa: nggak ah. Perselingkuhan terjadi sebelum dunia maya hadir rasanya, hanya saja sekarang kian gila-gilaan karena ada bantuan dunia maya.
13 November at 06:22 · Like
Ade Anita @lulu: hehehe... tunggu saja kehadirannya.
13 November at 06:22 · Like
Ade Anita @evatya luna: bingung nih, mau bilang terima kasih atau apa. Aku nggak suka kasus perselingkuhan, sebenarnya pingin menghindari malah.
13 November at 06:23 · Like
Ade Anita @inggar: iya.. eh.. emangnya kamu kenal sama anakku? (yang sma pastinya ya, nggak mungkin yang TK)
13 November at 06:24 · Like
Afifah Ahmad hiks....iya, sering juga dapet cerita begini..nyesek rasanya sebagai perempuan...
Jadi inget aku pernah nanya gini ma suami, gimana sih perasaan sebagai lelaki yang secara hukum boleh punya istri lebih dari satu? Jangan tanya jawaban suamiku...See more
13 November at 12:55 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @afifah: never dr..I never ask you that question..:))
13 November at 13:22 via Facebook Mobile · Like
Dwi Klik Santosa tulisan yang bagus, mbak.
ya, begitulah ... kalau harus ada seleksi dan menyeleksi .... kita harus terima. padahal kadang ada pertanyaan muncul ... huhhh ... masak tulisan kayak gitu malah yang lolos ...
14 November at 08:19 · Unlike · 1 person
Ade Anita @Dwi kelik: iya... setiap audisi atau lomba, ada penilaian yang bersifat subjektif setelah semua penilaian objektif diterapkan, yaitu menyangkut selera editor dan selera para juri... tapi gpp sih, setidaknya aku belajar banyak.. bahwa di t...See more
14 November at 09:13 · Like
Tyas Amalia Yahya Ngomong2 soal perselingkuhan (berhubung saya bergaul lintas angkatan. hehe), sekarang emang semakin menjadi ya Mbak? serem juga aku dengernya. Memang dunia pernikahan tuh segitunya ya? Berhubung aku belom pernah nikah jadi kadang bertanya2 ...See more
16 November at 22:08 · Unlike · 1 person
Ade Anita iya.. pernah denger... aku juga bingung kenapa sekarang kita makin liberal untuk soal seks. Gaya pacaran makin kacau (dulu, jaman aku kuliah dulu, kalo ada "mobil goyang" pasti jadi aib banget kalo sampe ketahuan.. sekarang, dianggap biasa ...See more
16 November at 22:14 · Like
Ade Anita yang lebih gawat lagi... justru poligami dicela dan dihina habis-habisan sebagai sebuah perilaku tidak manusiawi dan tidak beradap. Dan berselingkuh dipandang lebih mulia.
16 November at 22:15 · Like
Tyas Amalia Yahya Iya Mbak, alhamdulillahnya aku dilahirkan di keluarga yang ngerti soal norma2, nilai, dan juga agama. Jadi sejauh ini masih bisa jaga diri dari hal2 semacam itu. Ya meskipun aku juga masih belom bener banget sih. hehe :p
Btw Selamat Idul Adh...See more
16 November at 22:27 · Unlike · 1 person
Ade Anita iya... alhamdulillah.. kalo nggak, videomu udah bisa aku download di youtube kali..hahahahahahhaha...*kok jadi ngomongin video??
16 November at 22:33 · Like
Ade Anita duh .. kacau nih.. ini kan masih suasana hari raya??
16 November at 22:33 · Like
Tyas Amalia Yahya bener nih kata anaknya Mbak Ade, obrolan kita lama2 suka gak penting. hihihihihi
16 November at 22:38 · Like
Cari Jodoh
Cari Jodoh
by Ade Anita on Monday, 25 October 2010 at 18:05
"Jodoh itu nggak usah dicari! Nanti, dia akan datang sendiri."
Kalian, termasuk yang percaya dengan pernyataan ini tidak?
Beberapa hari yang lalu, Dang Aji mengadakan kompetisi menulis novelet dengan tema Cinta Jangan Kau Pergi. Salah satu syaratnya adalah, harus ditulis dengan cara duet berpasangan tapi TIDAK BOLEH dengan pasangan nikah. Lalu ada tambahan syarat lagi, pasangan harus berasal dari kelompok Group Untuk Sahabat.
Nah loh.
Tapi aku pingin ikutan kompetisi ini. Sepertinya asyik. Seru. Jadi, tanpa berpikir masak-masak, aku langsung mengajukan diri mendaftar. Yup, count me in Dang Aji.
Tapi... pasanganku siapa ya?
Wah. Akhirnya, tanpa terasa aku terbawa suasana menunggu jodoh.
Sudah berkoar-koar di status wal Dang Aji dengan mengatakan bahwa statusku "jomblo"di kompetisi ini, tapi tampaknya tidak ada yang menaruh minat untuk jadi pasanganku.
huhuhu... sedih. *ups! Never!.. ini tidak ada di kamusku.
Akhirnya, aku bisa merasakan juga bagaimana rasanya orang-orang yang sedang duduk menunggu jodoh itu. Rasanya...nggak enak ya ternyata.
Bayangkan, setiap kali ada yang memproklamirkan diri sebagai pasangan, aku langsung panik.
"Waduh, dia sudah punya pasangan."
Lalu makin panik ketika orang-orang yang aku suka dan semula aku incar ingin aku jadikan pasangan tiba-tiba sudah "jadian" dengan orang lain.
"Ah, kenapa dia mau menerimanya? Aku kan lebih pantas jadi pasangannya? Apa yang kurang dariku?"
Terus paling nggak enak kalau ada yang bertanya, "sudah berpasangan dengan siapa akhirnya?"
Aduh... aku belum lakuuuu
Pinginnya teriak gini, tapi malu ah.
Lalu kian panik ketika makin banyak pasangan yang "jadian".
"OMG, aku dapat siapa nih? Masa jomblo forever sih? Bisa-bisa batal ikut kompetisi nih?"
Tapi, entah mengapa, meski panik, aku tetap malu mengajukan pinangan pada siapa saja. Hanya bisa menatap penuh kekaguman lalu berharap orang yang aku kagumi itu tahu sedang aku kagumi dan mau meminangku untuk jadi pasangannya.
Duh.
Mana bisa ya?
Tapi ternyata itu yang terjadi kemarin.
Hasilnya? Aku tetep sendiri (hahahahaha).
Akhirnya, aku merubah strategi. Saran beberapa orang teman, "harus sedikit agresif.. nggak bisa cuma nunggu aja. Kalau cuma nunggu tapi nggak ada yang mulai, bisa-bisa waktu pun berlalu dan kesempatan menjadi hilang."
Akhirnya, aku pasang pengumuman bahwa aku sedang cari pasangan.
Seterusnya... menunggu lagi (aih, perempuan pasif sekali deh kamu, De).
Tapi kali ini menunggu dengan hati berdebar-debar.
"Siapa ya jodoh yang akan menghampiriku? Duh... gimana kalau dia ternyata tidak cocok dengan gayaku? Gimana kalau dia ternyata tidak satu selera denganku? Gimana kalau ternyata dia punya pemikiran yang berbeda denganku? Gimana kalau banyakan berantemnya ketimbang berkaryanya? Gimana kalau terjadi sebaliknya, banyakan pasifnya daripada aktifnya?" Dan... begitu banyak gimana-gimana lainnya.
Uh.
Aku perempuan yang pemilih ternyata (baca: selektif; baca lebih close up lagi : amat sangat selektif).
Aku perempuan yang banyak maunya.
Mau terbang hingga ke langit yang penuh bintang
Mau menyelam hingga ke dasar laut
Tapi, ternyata takut ketinggian.
Juga takut basah
Akhirnya, tidak ada yang mengajukan "pinangan".
Kembali sendiri
dan kembali menunggu
Ah. Menunggu adalah sesuatu yang paling membosankan ternyata.
Ada banyak waktu yang habis untuk menunggu.
Padahal di sudut yang lain, ada waktu yang tidak bisa menunggu
Sudut lain itu bernama kesempatan
Pada akhirnya, aku memang harus merubah strategi untuk mendapatkan "jodoh" ini
Nggak bisa cuma menunggu dan berharap jodoh itu tiba-tiba akan datang dengan sendirinya tanpa sebuah usaha apa-apa
Akhirnya, aku mulai mencari mereka yang masih "single" dan terpaksa..."mengajukan pinangan lebih dahulu"
(hei, ini bukan diriku yang asli. Tapi, kata orang, kulit dibuat berlapis-lapis; jika satu tidak berkenan, jangan pernah sungkan untuk mengelupasnya dan menggantinya dengan kulit yang baru)
"Hai, aku lagi cari pasangan nih. Kamu mau ya jadi pasanganku?"
Akhirnya... aku bertemu juga dengan pasanganku. Seorang anak muda penuh semangat bernama Inggar Kammi UNJ.
"Aku panggil kamu apa? Eh.. kamu laki-laki atau perempuan?"
"Aku perempuan, sudah 40 tahun, anak tiga."
"O, kalau begitu aku panggil bunda saja ya... dan bunda bisa panggil aku nanda." (wehehehehe... berasaTua.com)
Lalu mulai mengingat-ingat semua nasehat yang pernah aku berikan pada orang lain.
"Jangan under estimated dulu dengan pasanganmu. Coba untuk mencari kelebihannya, coba untuk berbaik sangka, coba untuk belajar dari kelebihan yang dia miliki."
Lalu aku mulai mempraktekkannya dan hasilnya. SUbhanallah.. akhirnya, aku dan Inggar bisa juga menulis bareng. Masih sedikit sih, tapi lumayan untuk permulaan sebuah kolaborasi sahabat.
Jadi... buat yang belum dapat jodoh?
Ini tipsku:
Jangan menunggu saja. Ayo.. bergerak dong (hehehehe... tenang, aku tahu pasti merubah karakter dari pasif menjadi agresif itu memang ternyata butuh perjuangan kok. Jadi, ambil waktumu tapi jangan sampai kehilangan kesempatan yang ada
oh iya, ini nih lombanya http://www.facebook.com/note.php?note_id=442387012882&id=100000080081552
-------------
Penulis: Ade Anita
Aku sempat loh di rumah, dengan noraknya menyanyikan lagu WALI yang Cari Jodoh... hahahahahahahhaha....
anakku sampai ngasi komen:
"Nggak ada lagu lain ya bu? itu kan lagu alay."
"Ada sih, bukan lagu wali tapi lagu kangen band. Kamu maunya lagu yang mana nak?"
"Ih, malas deh aku dengarnya."
"Oke, kalau kamu malas dengarnya, berarti.. ibu tulis aja deh syairnya di wallmu."
"Ibu pasti langsung aku remove saat itu juga dari pertemananku."
WEKSSSSS!!!! Kejamnya dunia....
Like · Comment · Share · Delete
Syaiful Alim, Nur Rahma Hanifah, Herina Chorni Utami and 13 others like this.
Astrid Septyanti Fuyuharuaki hehehe..
mbak Ade lucu. :)
tp gud luck jg deh buat mbak Ade sm "pasangan"nya..hm, siapa namanya, Bunda Inggar y kalau ndak slh ingat.
smga kolaborasinya menghasilkan sesuatu yg indah.
25 October at 16:54 via Facebook Mobile · Like
Nur Azizah hahahhahhhhhhhhhhhhhaaa...pasti ibm lagi yg komen begitu =))
tp aku setuju mba, jodoh setiap orang itu pasti ada, tp bukan berarti hrs diam saja. Bergerak mencari dan menyeleksi asal tdk lebay :)
aku sudah mencoba juga lho...hihi3
25 October at 16:56 · Like
Ade Anita waa.. inggar ini laki2.. mahasiswa UNJ
25 October at 16:57 · Like
Dini Kaeka Sari bwahahahaha.....
25 October at 16:57 · Like
Elisa Trisnawati hahahhahahha.......Ade ceritanya lucu. Pengalaman seru, aku jadi ingat dgn kisahku yang mirip dengan pengalaman kamu. Tp bukan cari pasangan menulis, aku mencari partner menari smp sekarang ga dpt2 ya karena pilih2 itu. bedanya smp sekarang aku belum dpt hehhehehe
25 October at 16:57 · Like
Ade Anita azizah: hehehe... lama2 kamu hapal juga kan karakter calon menantu yang aku sodorkan untukmu ini?? hehehehe
25 October at 16:57 · Like
Nur Azizah huehehe...happaaaalll bangeettt mbaa...
jd takut ntar calon mertuanya jg digituin =))
25 October at 16:59 · Like
Ade Anita @elisa: hahaha.. berarti aku lebih luwes kalau begitu ya.. ya.. lumayan deh untuk perempuan tua 40 tahun seperti ini (hehehe, ini isi sms pinanganku untuk inggar)
25 October at 16:59 · Like
Ade Anita @azizah: tenang.. nanti aku kasi dia manual "cara tepat mengambil hati mertua agar istri senang, orang tua bahagia"..kayaknya lagi diskon 30% deh.. :P
25 October at 17:01 · Like · 1 person
Astrid Septyanti Fuyuharuaki ooo, Inggar maaf,sy slh bc. hehehehe
25 October at 17:02 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita gpp...
25 October at 17:03 · Like
Nur Azizah bhuahahahhahaha...
*ngebayangin ibam ditraining pra nikah :p
25 October at 17:04 · Like
Ade Anita *ikut ngebayangin...
"Pak, tanya dong.. jadi sebaiknya gimana kalau bla..bla..bla.."
"Kalau begitu kamu harus bla.. bla.bla.."
"Nggak bisa dong pak, secara bla.. bla..bla"
"Iya, tapi kan bla..bla..bla"
...See more
25 October at 17:07 · Like · 1 person
Ida Fitrie Dwiyanto sabar ya mba... jodohmu pasti nanti datang kok... hehehe ^^
25 October at 17:07 · Like
Ade Anita weeeitt.. aku udah ketemu... itu si inggar jodohku di kompetisi kolaborasi novelet itu... hehehe...berkat usaha sana sini.. begh
25 October at 17:08 · Like
Nur Azizah hahahhaaa....trainingnya bakal berjalan dg berat sepertinya :)
25 October at 17:09 · Like
Ida Fitrie Dwiyanto alhamdulillahhh.... hehehe jadi sekarang bisa berkolaborasi deh... selamat ya
25 October at 17:10 · Like
Miyosi Ariefiansyah sebelum baca nge like dulu, soalnya kalau temanya ttg jodoh2 gini seneng mbk, hehe *dasar mio*
*membaca*
25 October at 17:11 · Like
Qonita Musa Allah itu kalau mau memberi pengetahuan macam-macam jalannya. Pertama ada sentilan ajang mencari "jodoh" dang aji, aku biasa saja, lalu baca note mbak ade yang lebih dulu mampu menangkap pengetahuan itu, aku baru nyadar: iya iya, beginilah ...See more
25 October at 17:12 · Like
Miyosi Ariefiansyah nah skarang komen: xixixixi, gak nyangka mbk ternyata "jodoh" nulis, hehehe, tak kira pasangan hidup, hehehehe
iya mbk ya, bener bgt, kata temenku ya gitu, smoga Allah mberikan yg terbaik n di saat yg tepat buat temen2 yg sdang menunggu jodo...See more
25 October at 17:15 · Like
Ade Anita @qonita: iya..karena kita terus menerus dicekoki lagu2 mereka tiap hari di media.. jadi seperti cuci otak.. makanya hapal..
25 October at 17:18 · Like
Ade Anita @miyo: udah *mengangguk malu2
25 October at 17:19 · Like
Ilham Q Moehiddin Bagaimana jika macam ini:...Jodoh itu ditemukan ^_^
hehehehehehe
25 October at 17:33 · Like
Ade Anita @pak ilham: iya juga ya.. aku juga akhirnya menghubungi seseorang yang pasang status cari jodoh juga.. langsung saja aku kontak dan dia setuju dipinang... jadi.. aku menemukan dia ya judulnya... tapi.. itu berarti aku tetap usaha sebenarnya... karena kemarin ketika aku asli menunggu dan tidak melakuikan apa2, ternyata nggak ada yang ketemu dan menemukan aku ... asli dianggurin.
25 October at 17:38 · Like
Ilham Q Moehiddin Bhahahahahaha...bener2 dianggurin? hihihihihih ^_^
Berarti mas Adi yang tak datang "menemukanmu". Iya kan???
^_^
25 October at 17:41 · Like
Ade Anita @pak ilham: nggak boleh pake pasangan nikah masalahnya.. .. jadi, ya gitu deh.. mulai dari awal lagi... cari jodohnya.. hehehe... (ternyata dianggurin itu nggak enak ya.. udah pasang pengumuman pun tetep nggak laku diriku kemarin... mau minanga duluan takut ditolak.. takut dicuekin.. dan malu aja...terbiasa menerima..jadi sulit melakukan penawaran..waah.. banyak pembelajarannya kemarin.. alhamdulilah nambah pengalaman baru
25 October at 17:45 · Like
Ilham Q Moehiddin Tapi setahuku...justru wanita itu yang paling mudah untuk nikah. Kalok udah pengen...kan tinggal panggil abah & ummi. Ajak kedua beliau itu duduk, trus bilang; Abah..Ummi...saya sudah boleh dinikahkan. Orang tua kan kadang tak mau memaksa (...See more
25 October at 17:49 · Like
Ade Anita @pak ilham: hmm... berarti ortu seperti aku sudah harus mulai melirik kandidat ya.. (huahahaha.. jadi serius gini ngomongnya?)...
analogi pengalaman kemarin: Kemarin itu, aku asli loh.. sudah bilang ke beberapa teman minta dicarikan pasanga...See more
25 October at 17:56 · Like
Ade Anita @pak ilham lagi: eh.. ternyata, aku sebagai wanita sulit loh mencari "pasangan" kemarin. Karena, sudah terlanjur dibentuk dengan budaya "menunggu", "tidak agresif alias tidak nyosor duluan"... dan merubah sistem budaya yang sudah mendarah daging itu ternyata nggak mudah juga...
25 October at 17:59 · Like
Ilham Q Moehiddin Saya gak akan mengatakan itu "harus"...tapi ada baiknya sebagai ortu memulai "mempersiapkan". Kendati nantinya persiapan itu bukan untuk didesakkan... Jadi jika suatu ketika anak kita meminta seperti hal diatas itu...kita sudah ada "kandida...See more
25 October at 18:05 · Like
Dewayanie Prasetio wakakakakak, selamat ya De.... dah menemukan 'jodoh'nya.... :)
*aku kayaknya ngeliat aja dulu deh, banyak dead line niih... Jiaaaaahhhhh, weks, hihihiihih*
25 October at 18:06 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin Bhahahahahahaha...Ade...sory tema omongan kita...nyampir2 begono ^_^
kembali ke soal "pasangan" ditema awal...apa iya belum dapet?
25 October at 18:09 · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki thanks for tag y mbak Ade. note berikutnya tag lg ya :)
25 October at 18:11 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita hehehe... seru juga ya ternyata lakon cari jodoh ini.. karena ternyata melibatkan sistem yang tidak sederhana...yang berkemas bukan cuma pelaku pencari jodohnya itu sendiri, tapi juga lingkungannya mesti mendukung..
jadi inget nasehatku ke a...See more
25 October at 18:12 · Like · 1 person
Ade Anita @insya Allah ya astrid... makasih
25 October at 18:13 · Like
Ade Anita @mbak yanie: hehehe..doakan ya mbak..s emoga sukses nih duetku
25 October at 18:14 · Like
Ade Anita @pak ilham: hehe.. sudah pak.. ya itu tadi.. dengan usaha keras akhirnya aku "meminang seseorang".... (sungguh loh, ini berat buat aku yang terbiasa menunggu..)
25 October at 18:15 · Like
Dewayanie Prasetio siiip!
25 October at 18:16 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin Selamat...en harus menang (kali ini kemenangan tidak untuk bonus hehehehehehe)
25 October at 18:16 · Like
Ade Anita @pak ilham: pinginnya sih begitu, tapi saingannya penulis kawakan semua dan pasangan mereka mantap2 sepertinya.. sudah sehati sejiwa seiirama.. aku masih pasangan baru yang masih banyak penyesuaian sana sini dan belajar... tapi semangat kok.. ini ajang mengeksplorasi kemampuan soalnya.. doakan ya..:))
25 October at 18:18 · Like
Ilham Q Moehiddin Santai aja...tak mengapa ada yang kawakan. Belum tentu mereka menang. Namanya juga sayembara...yang baik (yang sesuai dengan semua tema, syarat dan ketentuan) yang tentunya menang. Bismillah aja...and ur show must be go away ^_^
25 October at 18:22 · Like
Imazahra Fatimah Hihihihi, dialogmu dengan anakmu lucu banget siy Mbak Ade :-D
25 October at 18:45 · Like
Nazla Luthfiah Haha, kocak!
Menarik. Sy penasaran anak kolaborasinya sprt apa. Penulis laki2 dan perempuan py sudut pandang yg berbeda
25 October at 18:57 via Facebook Mobile · Like
Ria Fariana keren banget tulisannya, Mbak. TOP dah, apalagi dengan usia 40 thn (berasatua.com) gaya tulisan Mbak masih ocre banget. Sukses kolaborasinya. Ditunggu lahiran anaknya ya hehehe;)
25 October at 19:04 · Like
Afifah Ahmad wakwakwak.....seru amat perjuangan mbak Ade untuk 'cari jodoh' mudahan terus berjodoh sampai menang...*ngedoain sambil nungguin traktiran*
setuju sama Ima, obrolan ama nandanya bisa renyah banget hehe
25 October at 19:09 · Like
Ade Anita ammiin...doakan ya afifah
25 October at 20:05 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @imazahra: lah...udah lucu gini aja tapi teteup ada yang masih berpikir ulang untuk jadi calon besanku..hahaha..gimana kalo serius??
25 October at 20:06 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @lulu: duh, deadlinenya tgl 3 nih hasil kolaborasinya...deg degan euy
25 October at 20:09 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @ria: alhamdulillah, nggak percuma sering ngobrol ma anakku yg abg itu(baca:brondong)...
25 October at 20:12 via Facebook Mobile · Like
Faradina Izdhihary ampun aku mesam mesem lebar di ruanan ketika pemateri sdg serius menjelaskan a sampe z. kira2 ada gak ya yg mau sama aku
25 October at 20:20 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita hehehe...ikutan jugakah mbak farad?
25 October at 20:36 via Facebook Mobile · Like
Tyas Amalia Yahya hahaha.. panjang dehh.. semoga langgeng sama pasangan barunya ya Mbak.btw Ibam doyannya lagu apa sih? sini aku nyanyiin :p
25 October at 21:59 · Like
Ade Anita gimana cara nyanyiinnya? nulis syair d wallnya? hehe siap2 aja diremove ama dia..hahaha...
25 October at 22:17 via Facebook Mobile · Like
Tyas Amalia Yahya hahaa.. aku bisa lagu alay dan non alay. tinggal dipilih aja =))
25 October at 22:19 · Like
Amanda Ratih Pratiwi hahahahaha.. kirain mo duet bareng acu mak :p
25 October at 22:26 · Like
Ikha Dianny Sarawan mbak ade mau dong dikenalin sama inggar itu, hahaha usaha kan nih namanya? apa murahan? ;p
25 October at 22:44 · Like
Denny Herdy Jodoh...Cinta...sesuatu yang tidak statis juga tidak dinamis..bingung juga kalo mikirin jodoh...cari pasangan tepat itu susah...pas mau milih ternyata salah pilih..(Hehe ko curhat sih..?)
26 October at 02:10 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @denny: eh.. baca tipsku deh... sudah aku terapin tuh kemarin begitu ketemu pasangan yang tidak aku kenal dan mencoba menyesuaikan diri... It's work!
26 October at 07:19 · Like
Ade Anita @amanda: loh? tiga hari aku menunggu dirilku dipinang tapi dianggurin oleh siapapun... lagipula, aku dah minder duluan dengan dirimu, jadi berharap kamu yang meminang diriku kemarin.. *kan biasanya, yang lebih mendatangi yang kurang.. kalo yang kurang mendatangi yang lebih, nanti disangka nggak tahu diri...hehehe.. aku termasuk orang yang tahu diri kok..makanya menunggu dipinang..
26 October at 07:21 · Like
Ade Anita @tyas: oh iya ya... sebenarnya aku juga seperti itu, tapi, kebanyakan nonton stasiun teve tertentu jadi tercuci otakku, hapal lagu2 alay.. untung aja ada yang suuka lagu leo kristi dan lagu2 80-an, jadi agak ketolong dikit koleksi lagu di kepalaku ini
26 October at 07:22 · Like
Ade Anita @ikha: waa... inggarnya sendiri, aslinya sudah menikah.. masih mahasiswa tapi sudah menikah..atau.. mau menyanyikan lagu astrid: "jadikan aku yang kedua.. kubuat dirimu bahagia"
26 October at 07:23 · Like
Indria Auliani Hehe semoga inggar tabah menghadapi mbk ade. Sukses ya mbk! Kasih liat anaknya klo dah brojol
26 October at 07:30 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita hhahahaha..... sip .. sip..sip...
26 October at 07:32 · Like
Hairi Yanti Hahahaha..... lucu banget mbak prosesnya dalam masa menanti... Iya mbak, yanti juga bukan orang yang agresif. Tapi pas ada yang ngelirik, yah dikasih2 harapan. Biar dia tau kalau qta juga suka kok, so.. ayoo nembak.... hihihi....
26 October at 08:11 · Like
Fitri Gita Cinta huaaaaa... aq ga ngalamin deg2an kek mbak ade, malah kaget, bangun dari tidur pas buka hp langsung dpat 'pinangan' :D
tp sekarang udh ganti ost kan, mbak ya bukan wali lagi.. hehehe
26 October at 09:03 · Like
Ade Anita hehe.. yanti.. ini pengalaman pribadi nih? ehem.. ehem
@fitri: duh, kamu mah emang dah dijodohin sama nurul selamanya sepertinya.. jadi udah tenang aja, karena jodoh dah ditangan... aku ini nih kemarin2 sempat kebingungan nyari jodoh
26 October at 12:56 · Like
Tsania Putri Rahmadani menohok nih Mba Ade. hehheee
26 October at 15:33 · Like
Ade Anita upss! soriii tsania...hehehe
26 October at 16:46 via Facebook Mobile · Like
Nesya Eka Putri (^^)b
26 October at 18:08 · Like
Dwi Klik Santosa jodoh itu ndak tahu lah ... hahaha ... lha wong saya masih njomblo juga je .... hahaha ...
26 October at 21:41 · Like
Ade Anita aku bisa merasakannya kemarin dwi... ..meski cuma ngerasain jadi jomblo di urusan sayembara aja
26 October at 22:33 via Facebook Mobile · Like
Syaiful Alim kalau aku?
ide atau tema yang digelar Mbak Ade sungguh kontekstual!
26 October at 23:40 · Like
Ade Anita iya syaiful...notes ini ditulis untuk mengenang suka duka ikut sayembara menulis kolaborasi cinta berpasangan dgn sahabat... itulah yang aku rasain kemarin waktu nyari partner kerja...
27 October at 07:39 via Facebook Mobile · Like
Nurul Asmayani hahaha...lucu banget Mba.
Jadi dibawa serius gitu Mba nunggu pasangannya. Kalo aku kemarin langsung aja nembak...karena ngerasa sudah punya soulmate nulis
hihihi
27 October at 21:13 · Like
Ade Anita hehe...nggak sih nurul, nggak dibawa serius sebenarnya..tapi, tiba2 aja aku jadi teringat semua nasehat yg pernah aku berikan pd mereka yg menanti jodoh dan aku langsung aja terkoneksi utk nulis ini...
27 October at 21:35 via Facebook Mobile · Like
by Ade Anita on Monday, 25 October 2010 at 18:05
"Jodoh itu nggak usah dicari! Nanti, dia akan datang sendiri."
Kalian, termasuk yang percaya dengan pernyataan ini tidak?
Beberapa hari yang lalu, Dang Aji mengadakan kompetisi menulis novelet dengan tema Cinta Jangan Kau Pergi. Salah satu syaratnya adalah, harus ditulis dengan cara duet berpasangan tapi TIDAK BOLEH dengan pasangan nikah. Lalu ada tambahan syarat lagi, pasangan harus berasal dari kelompok Group Untuk Sahabat.
Nah loh.
Tapi aku pingin ikutan kompetisi ini. Sepertinya asyik. Seru. Jadi, tanpa berpikir masak-masak, aku langsung mengajukan diri mendaftar. Yup, count me in Dang Aji.
Tapi... pasanganku siapa ya?
Wah. Akhirnya, tanpa terasa aku terbawa suasana menunggu jodoh.
Sudah berkoar-koar di status wal Dang Aji dengan mengatakan bahwa statusku "jomblo"di kompetisi ini, tapi tampaknya tidak ada yang menaruh minat untuk jadi pasanganku.
huhuhu... sedih. *ups! Never!.. ini tidak ada di kamusku.
Akhirnya, aku bisa merasakan juga bagaimana rasanya orang-orang yang sedang duduk menunggu jodoh itu. Rasanya...nggak enak ya ternyata.
Bayangkan, setiap kali ada yang memproklamirkan diri sebagai pasangan, aku langsung panik.
"Waduh, dia sudah punya pasangan."
Lalu makin panik ketika orang-orang yang aku suka dan semula aku incar ingin aku jadikan pasangan tiba-tiba sudah "jadian" dengan orang lain.
"Ah, kenapa dia mau menerimanya? Aku kan lebih pantas jadi pasangannya? Apa yang kurang dariku?"
Terus paling nggak enak kalau ada yang bertanya, "sudah berpasangan dengan siapa akhirnya?"
Aduh... aku belum lakuuuu
Pinginnya teriak gini, tapi malu ah.
Lalu kian panik ketika makin banyak pasangan yang "jadian".
"OMG, aku dapat siapa nih? Masa jomblo forever sih? Bisa-bisa batal ikut kompetisi nih?"
Tapi, entah mengapa, meski panik, aku tetap malu mengajukan pinangan pada siapa saja. Hanya bisa menatap penuh kekaguman lalu berharap orang yang aku kagumi itu tahu sedang aku kagumi dan mau meminangku untuk jadi pasangannya.
Duh.
Mana bisa ya?
Tapi ternyata itu yang terjadi kemarin.
Hasilnya? Aku tetep sendiri (hahahahaha).
Akhirnya, aku merubah strategi. Saran beberapa orang teman, "harus sedikit agresif.. nggak bisa cuma nunggu aja. Kalau cuma nunggu tapi nggak ada yang mulai, bisa-bisa waktu pun berlalu dan kesempatan menjadi hilang."
Akhirnya, aku pasang pengumuman bahwa aku sedang cari pasangan.
Seterusnya... menunggu lagi (aih, perempuan pasif sekali deh kamu, De).
Tapi kali ini menunggu dengan hati berdebar-debar.
"Siapa ya jodoh yang akan menghampiriku? Duh... gimana kalau dia ternyata tidak cocok dengan gayaku? Gimana kalau dia ternyata tidak satu selera denganku? Gimana kalau ternyata dia punya pemikiran yang berbeda denganku? Gimana kalau banyakan berantemnya ketimbang berkaryanya? Gimana kalau terjadi sebaliknya, banyakan pasifnya daripada aktifnya?" Dan... begitu banyak gimana-gimana lainnya.
Uh.
Aku perempuan yang pemilih ternyata (baca: selektif; baca lebih close up lagi : amat sangat selektif).
Aku perempuan yang banyak maunya.
Mau terbang hingga ke langit yang penuh bintang
Mau menyelam hingga ke dasar laut
Tapi, ternyata takut ketinggian.
Juga takut basah
Akhirnya, tidak ada yang mengajukan "pinangan".
Kembali sendiri
dan kembali menunggu
Ah. Menunggu adalah sesuatu yang paling membosankan ternyata.
Ada banyak waktu yang habis untuk menunggu.
Padahal di sudut yang lain, ada waktu yang tidak bisa menunggu
Sudut lain itu bernama kesempatan
Pada akhirnya, aku memang harus merubah strategi untuk mendapatkan "jodoh" ini
Nggak bisa cuma menunggu dan berharap jodoh itu tiba-tiba akan datang dengan sendirinya tanpa sebuah usaha apa-apa
Akhirnya, aku mulai mencari mereka yang masih "single" dan terpaksa..."mengajukan pinangan lebih dahulu"
(hei, ini bukan diriku yang asli. Tapi, kata orang, kulit dibuat berlapis-lapis; jika satu tidak berkenan, jangan pernah sungkan untuk mengelupasnya dan menggantinya dengan kulit yang baru)
"Hai, aku lagi cari pasangan nih. Kamu mau ya jadi pasanganku?"
Akhirnya... aku bertemu juga dengan pasanganku. Seorang anak muda penuh semangat bernama Inggar Kammi UNJ.
"Aku panggil kamu apa? Eh.. kamu laki-laki atau perempuan?"
"Aku perempuan, sudah 40 tahun, anak tiga."
"O, kalau begitu aku panggil bunda saja ya... dan bunda bisa panggil aku nanda." (wehehehehe... berasaTua.com)
Lalu mulai mengingat-ingat semua nasehat yang pernah aku berikan pada orang lain.
"Jangan under estimated dulu dengan pasanganmu. Coba untuk mencari kelebihannya, coba untuk berbaik sangka, coba untuk belajar dari kelebihan yang dia miliki."
Lalu aku mulai mempraktekkannya dan hasilnya. SUbhanallah.. akhirnya, aku dan Inggar bisa juga menulis bareng. Masih sedikit sih, tapi lumayan untuk permulaan sebuah kolaborasi sahabat.
Jadi... buat yang belum dapat jodoh?
Ini tipsku:
Jangan menunggu saja. Ayo.. bergerak dong (hehehehe... tenang, aku tahu pasti merubah karakter dari pasif menjadi agresif itu memang ternyata butuh perjuangan kok. Jadi, ambil waktumu tapi jangan sampai kehilangan kesempatan yang ada
oh iya, ini nih lombanya http://www.facebook.com/note.php?note_id=442387012882&id=100000080081552
-------------
Penulis: Ade Anita
Aku sempat loh di rumah, dengan noraknya menyanyikan lagu WALI yang Cari Jodoh... hahahahahahahhaha....
anakku sampai ngasi komen:
"Nggak ada lagu lain ya bu? itu kan lagu alay."
"Ada sih, bukan lagu wali tapi lagu kangen band. Kamu maunya lagu yang mana nak?"
"Ih, malas deh aku dengarnya."
"Oke, kalau kamu malas dengarnya, berarti.. ibu tulis aja deh syairnya di wallmu."
"Ibu pasti langsung aku remove saat itu juga dari pertemananku."
WEKSSSSS!!!! Kejamnya dunia....
Like · Comment · Share · Delete
Syaiful Alim, Nur Rahma Hanifah, Herina Chorni Utami and 13 others like this.
Astrid Septyanti Fuyuharuaki hehehe..
mbak Ade lucu. :)
tp gud luck jg deh buat mbak Ade sm "pasangan"nya..hm, siapa namanya, Bunda Inggar y kalau ndak slh ingat.
smga kolaborasinya menghasilkan sesuatu yg indah.
25 October at 16:54 via Facebook Mobile · Like
Nur Azizah hahahhahhhhhhhhhhhhhaaa...pasti ibm lagi yg komen begitu =))
tp aku setuju mba, jodoh setiap orang itu pasti ada, tp bukan berarti hrs diam saja. Bergerak mencari dan menyeleksi asal tdk lebay :)
aku sudah mencoba juga lho...hihi3
25 October at 16:56 · Like
Ade Anita waa.. inggar ini laki2.. mahasiswa UNJ
25 October at 16:57 · Like
Dini Kaeka Sari bwahahahaha.....
25 October at 16:57 · Like
Elisa Trisnawati hahahhahahha.......Ade ceritanya lucu. Pengalaman seru, aku jadi ingat dgn kisahku yang mirip dengan pengalaman kamu. Tp bukan cari pasangan menulis, aku mencari partner menari smp sekarang ga dpt2 ya karena pilih2 itu. bedanya smp sekarang aku belum dpt hehhehehe
25 October at 16:57 · Like
Ade Anita azizah: hehehe... lama2 kamu hapal juga kan karakter calon menantu yang aku sodorkan untukmu ini?? hehehehe
25 October at 16:57 · Like
Nur Azizah huehehe...happaaaalll bangeettt mbaa...
jd takut ntar calon mertuanya jg digituin =))
25 October at 16:59 · Like
Ade Anita @elisa: hahaha.. berarti aku lebih luwes kalau begitu ya.. ya.. lumayan deh untuk perempuan tua 40 tahun seperti ini (hehehe, ini isi sms pinanganku untuk inggar)
25 October at 16:59 · Like
Ade Anita @azizah: tenang.. nanti aku kasi dia manual "cara tepat mengambil hati mertua agar istri senang, orang tua bahagia"..kayaknya lagi diskon 30% deh.. :P
25 October at 17:01 · Like · 1 person
Astrid Septyanti Fuyuharuaki ooo, Inggar maaf,sy slh bc. hehehehe
25 October at 17:02 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita gpp...
25 October at 17:03 · Like
Nur Azizah bhuahahahhahaha...
*ngebayangin ibam ditraining pra nikah :p
25 October at 17:04 · Like
Ade Anita *ikut ngebayangin...
"Pak, tanya dong.. jadi sebaiknya gimana kalau bla..bla..bla.."
"Kalau begitu kamu harus bla.. bla.bla.."
"Nggak bisa dong pak, secara bla.. bla..bla"
"Iya, tapi kan bla..bla..bla"
...See more
25 October at 17:07 · Like · 1 person
Ida Fitrie Dwiyanto sabar ya mba... jodohmu pasti nanti datang kok... hehehe ^^
25 October at 17:07 · Like
Ade Anita weeeitt.. aku udah ketemu... itu si inggar jodohku di kompetisi kolaborasi novelet itu... hehehe...berkat usaha sana sini.. begh
25 October at 17:08 · Like
Nur Azizah hahahhaaa....trainingnya bakal berjalan dg berat sepertinya :)
25 October at 17:09 · Like
Ida Fitrie Dwiyanto alhamdulillahhh.... hehehe jadi sekarang bisa berkolaborasi deh... selamat ya
25 October at 17:10 · Like
Miyosi Ariefiansyah sebelum baca nge like dulu, soalnya kalau temanya ttg jodoh2 gini seneng mbk, hehe *dasar mio*
*membaca*
25 October at 17:11 · Like
Qonita Musa Allah itu kalau mau memberi pengetahuan macam-macam jalannya. Pertama ada sentilan ajang mencari "jodoh" dang aji, aku biasa saja, lalu baca note mbak ade yang lebih dulu mampu menangkap pengetahuan itu, aku baru nyadar: iya iya, beginilah ...See more
25 October at 17:12 · Like
Miyosi Ariefiansyah nah skarang komen: xixixixi, gak nyangka mbk ternyata "jodoh" nulis, hehehe, tak kira pasangan hidup, hehehehe
iya mbk ya, bener bgt, kata temenku ya gitu, smoga Allah mberikan yg terbaik n di saat yg tepat buat temen2 yg sdang menunggu jodo...See more
25 October at 17:15 · Like
Ade Anita @qonita: iya..karena kita terus menerus dicekoki lagu2 mereka tiap hari di media.. jadi seperti cuci otak.. makanya hapal..
25 October at 17:18 · Like
Ade Anita @miyo: udah *mengangguk malu2
25 October at 17:19 · Like
Ilham Q Moehiddin Bagaimana jika macam ini:...Jodoh itu ditemukan ^_^
hehehehehehe
25 October at 17:33 · Like
Ade Anita @pak ilham: iya juga ya.. aku juga akhirnya menghubungi seseorang yang pasang status cari jodoh juga.. langsung saja aku kontak dan dia setuju dipinang... jadi.. aku menemukan dia ya judulnya... tapi.. itu berarti aku tetap usaha sebenarnya... karena kemarin ketika aku asli menunggu dan tidak melakuikan apa2, ternyata nggak ada yang ketemu dan menemukan aku ... asli dianggurin.
25 October at 17:38 · Like
Ilham Q Moehiddin Bhahahahahaha...bener2 dianggurin? hihihihihih ^_^
Berarti mas Adi yang tak datang "menemukanmu". Iya kan???
^_^
25 October at 17:41 · Like
Ade Anita @pak ilham: nggak boleh pake pasangan nikah masalahnya.. .. jadi, ya gitu deh.. mulai dari awal lagi... cari jodohnya.. hehehe... (ternyata dianggurin itu nggak enak ya.. udah pasang pengumuman pun tetep nggak laku diriku kemarin... mau minanga duluan takut ditolak.. takut dicuekin.. dan malu aja...terbiasa menerima..jadi sulit melakukan penawaran..waah.. banyak pembelajarannya kemarin.. alhamdulilah nambah pengalaman baru
25 October at 17:45 · Like
Ilham Q Moehiddin Tapi setahuku...justru wanita itu yang paling mudah untuk nikah. Kalok udah pengen...kan tinggal panggil abah & ummi. Ajak kedua beliau itu duduk, trus bilang; Abah..Ummi...saya sudah boleh dinikahkan. Orang tua kan kadang tak mau memaksa (...See more
25 October at 17:49 · Like
Ade Anita @pak ilham: hmm... berarti ortu seperti aku sudah harus mulai melirik kandidat ya.. (huahahaha.. jadi serius gini ngomongnya?)...
analogi pengalaman kemarin: Kemarin itu, aku asli loh.. sudah bilang ke beberapa teman minta dicarikan pasanga...See more
25 October at 17:56 · Like
Ade Anita @pak ilham lagi: eh.. ternyata, aku sebagai wanita sulit loh mencari "pasangan" kemarin. Karena, sudah terlanjur dibentuk dengan budaya "menunggu", "tidak agresif alias tidak nyosor duluan"... dan merubah sistem budaya yang sudah mendarah daging itu ternyata nggak mudah juga...
25 October at 17:59 · Like
Ilham Q Moehiddin Saya gak akan mengatakan itu "harus"...tapi ada baiknya sebagai ortu memulai "mempersiapkan". Kendati nantinya persiapan itu bukan untuk didesakkan... Jadi jika suatu ketika anak kita meminta seperti hal diatas itu...kita sudah ada "kandida...See more
25 October at 18:05 · Like
Dewayanie Prasetio wakakakakak, selamat ya De.... dah menemukan 'jodoh'nya.... :)
*aku kayaknya ngeliat aja dulu deh, banyak dead line niih... Jiaaaaahhhhh, weks, hihihiihih*
25 October at 18:06 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin Bhahahahahahaha...Ade...sory tema omongan kita...nyampir2 begono ^_^
kembali ke soal "pasangan" ditema awal...apa iya belum dapet?
25 October at 18:09 · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki thanks for tag y mbak Ade. note berikutnya tag lg ya :)
25 October at 18:11 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita hehehe... seru juga ya ternyata lakon cari jodoh ini.. karena ternyata melibatkan sistem yang tidak sederhana...yang berkemas bukan cuma pelaku pencari jodohnya itu sendiri, tapi juga lingkungannya mesti mendukung..
jadi inget nasehatku ke a...See more
25 October at 18:12 · Like · 1 person
Ade Anita @insya Allah ya astrid... makasih
25 October at 18:13 · Like
Ade Anita @mbak yanie: hehehe..doakan ya mbak..s emoga sukses nih duetku
25 October at 18:14 · Like
Ade Anita @pak ilham: hehe.. sudah pak.. ya itu tadi.. dengan usaha keras akhirnya aku "meminang seseorang".... (sungguh loh, ini berat buat aku yang terbiasa menunggu..)
25 October at 18:15 · Like
Dewayanie Prasetio siiip!
25 October at 18:16 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin Selamat...en harus menang (kali ini kemenangan tidak untuk bonus hehehehehehe)
25 October at 18:16 · Like
Ade Anita @pak ilham: pinginnya sih begitu, tapi saingannya penulis kawakan semua dan pasangan mereka mantap2 sepertinya.. sudah sehati sejiwa seiirama.. aku masih pasangan baru yang masih banyak penyesuaian sana sini dan belajar... tapi semangat kok.. ini ajang mengeksplorasi kemampuan soalnya.. doakan ya..:))
25 October at 18:18 · Like
Ilham Q Moehiddin Santai aja...tak mengapa ada yang kawakan. Belum tentu mereka menang. Namanya juga sayembara...yang baik (yang sesuai dengan semua tema, syarat dan ketentuan) yang tentunya menang. Bismillah aja...and ur show must be go away ^_^
25 October at 18:22 · Like
Imazahra Fatimah Hihihihi, dialogmu dengan anakmu lucu banget siy Mbak Ade :-D
25 October at 18:45 · Like
Nazla Luthfiah Haha, kocak!
Menarik. Sy penasaran anak kolaborasinya sprt apa. Penulis laki2 dan perempuan py sudut pandang yg berbeda
25 October at 18:57 via Facebook Mobile · Like
Ria Fariana keren banget tulisannya, Mbak. TOP dah, apalagi dengan usia 40 thn (berasatua.com) gaya tulisan Mbak masih ocre banget. Sukses kolaborasinya. Ditunggu lahiran anaknya ya hehehe;)
25 October at 19:04 · Like
Afifah Ahmad wakwakwak.....seru amat perjuangan mbak Ade untuk 'cari jodoh' mudahan terus berjodoh sampai menang...*ngedoain sambil nungguin traktiran*
setuju sama Ima, obrolan ama nandanya bisa renyah banget hehe
25 October at 19:09 · Like
Ade Anita ammiin...doakan ya afifah
25 October at 20:05 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @imazahra: lah...udah lucu gini aja tapi teteup ada yang masih berpikir ulang untuk jadi calon besanku..hahaha..gimana kalo serius??
25 October at 20:06 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @lulu: duh, deadlinenya tgl 3 nih hasil kolaborasinya...deg degan euy
25 October at 20:09 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @ria: alhamdulillah, nggak percuma sering ngobrol ma anakku yg abg itu(baca:brondong)...
25 October at 20:12 via Facebook Mobile · Like
Faradina Izdhihary ampun aku mesam mesem lebar di ruanan ketika pemateri sdg serius menjelaskan a sampe z. kira2 ada gak ya yg mau sama aku
25 October at 20:20 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita hehehe...ikutan jugakah mbak farad?
25 October at 20:36 via Facebook Mobile · Like
Tyas Amalia Yahya hahaha.. panjang dehh.. semoga langgeng sama pasangan barunya ya Mbak.btw Ibam doyannya lagu apa sih? sini aku nyanyiin :p
25 October at 21:59 · Like
Ade Anita gimana cara nyanyiinnya? nulis syair d wallnya? hehe siap2 aja diremove ama dia..hahaha...
25 October at 22:17 via Facebook Mobile · Like
Tyas Amalia Yahya hahaa.. aku bisa lagu alay dan non alay. tinggal dipilih aja =))
25 October at 22:19 · Like
Amanda Ratih Pratiwi hahahahaha.. kirain mo duet bareng acu mak :p
25 October at 22:26 · Like
Ikha Dianny Sarawan mbak ade mau dong dikenalin sama inggar itu, hahaha usaha kan nih namanya? apa murahan? ;p
25 October at 22:44 · Like
Denny Herdy Jodoh...Cinta...sesuatu yang tidak statis juga tidak dinamis..bingung juga kalo mikirin jodoh...cari pasangan tepat itu susah...pas mau milih ternyata salah pilih..(Hehe ko curhat sih..?)
26 October at 02:10 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @denny: eh.. baca tipsku deh... sudah aku terapin tuh kemarin begitu ketemu pasangan yang tidak aku kenal dan mencoba menyesuaikan diri... It's work!
26 October at 07:19 · Like
Ade Anita @amanda: loh? tiga hari aku menunggu dirilku dipinang tapi dianggurin oleh siapapun... lagipula, aku dah minder duluan dengan dirimu, jadi berharap kamu yang meminang diriku kemarin.. *kan biasanya, yang lebih mendatangi yang kurang.. kalo yang kurang mendatangi yang lebih, nanti disangka nggak tahu diri...hehehe.. aku termasuk orang yang tahu diri kok..makanya menunggu dipinang..
26 October at 07:21 · Like
Ade Anita @tyas: oh iya ya... sebenarnya aku juga seperti itu, tapi, kebanyakan nonton stasiun teve tertentu jadi tercuci otakku, hapal lagu2 alay.. untung aja ada yang suuka lagu leo kristi dan lagu2 80-an, jadi agak ketolong dikit koleksi lagu di kepalaku ini
26 October at 07:22 · Like
Ade Anita @ikha: waa... inggarnya sendiri, aslinya sudah menikah.. masih mahasiswa tapi sudah menikah..atau.. mau menyanyikan lagu astrid: "jadikan aku yang kedua.. kubuat dirimu bahagia"
26 October at 07:23 · Like
Indria Auliani Hehe semoga inggar tabah menghadapi mbk ade. Sukses ya mbk! Kasih liat anaknya klo dah brojol
26 October at 07:30 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita hhahahaha..... sip .. sip..sip...
26 October at 07:32 · Like
Hairi Yanti Hahahaha..... lucu banget mbak prosesnya dalam masa menanti... Iya mbak, yanti juga bukan orang yang agresif. Tapi pas ada yang ngelirik, yah dikasih2 harapan. Biar dia tau kalau qta juga suka kok, so.. ayoo nembak.... hihihi....
26 October at 08:11 · Like
Fitri Gita Cinta huaaaaa... aq ga ngalamin deg2an kek mbak ade, malah kaget, bangun dari tidur pas buka hp langsung dpat 'pinangan' :D
tp sekarang udh ganti ost kan, mbak ya bukan wali lagi.. hehehe
26 October at 09:03 · Like
Ade Anita hehe.. yanti.. ini pengalaman pribadi nih? ehem.. ehem
@fitri: duh, kamu mah emang dah dijodohin sama nurul selamanya sepertinya.. jadi udah tenang aja, karena jodoh dah ditangan... aku ini nih kemarin2 sempat kebingungan nyari jodoh
26 October at 12:56 · Like
Tsania Putri Rahmadani menohok nih Mba Ade. hehheee
26 October at 15:33 · Like
Ade Anita upss! soriii tsania...hehehe
26 October at 16:46 via Facebook Mobile · Like
Nesya Eka Putri (^^)b
26 October at 18:08 · Like
Dwi Klik Santosa jodoh itu ndak tahu lah ... hahaha ... lha wong saya masih njomblo juga je .... hahaha ...
26 October at 21:41 · Like
Ade Anita aku bisa merasakannya kemarin dwi... ..meski cuma ngerasain jadi jomblo di urusan sayembara aja
26 October at 22:33 via Facebook Mobile · Like
Syaiful Alim kalau aku?
ide atau tema yang digelar Mbak Ade sungguh kontekstual!
26 October at 23:40 · Like
Ade Anita iya syaiful...notes ini ditulis untuk mengenang suka duka ikut sayembara menulis kolaborasi cinta berpasangan dgn sahabat... itulah yang aku rasain kemarin waktu nyari partner kerja...
27 October at 07:39 via Facebook Mobile · Like
Nurul Asmayani hahaha...lucu banget Mba.
Jadi dibawa serius gitu Mba nunggu pasangannya. Kalo aku kemarin langsung aja nembak...karena ngerasa sudah punya soulmate nulis
hihihi
27 October at 21:13 · Like
Ade Anita hehe...nggak sih nurul, nggak dibawa serius sebenarnya..tapi, tiba2 aja aku jadi teringat semua nasehat yg pernah aku berikan pd mereka yg menanti jodoh dan aku langsung aja terkoneksi utk nulis ini...
27 October at 21:35 via Facebook Mobile · Like
Moment paling gila
Moment Paling Gila
by Ade Anita on Friday, 29 October 2010 at 13:58
Apa hal paling gila dalam hidupmu?
Ketika membaca audisi menulis tentang hal-hal paling gila dalam hidup ini, yang ada di kepala saya bukan:
"Duh, apa ya?"
Melainkan:
"Duh, yang mana ya yang paling gila?"
Hehe, ini audisi menulis tentang moment paling gila yang pernah hadir dalam hidup seseorang yang diadakan oleh Penerbit Leutika dan saya sudah terlanjur mencentangnya untuk "aku harus ikut!". Karena komitment untuk ikut inilah akhirnya membuat saya selama beberapa hari mulai gelisah memilah moment yang paling gila yang pernah mampir dalam hidup saya.
Sebenarnya, audisi ini tidak mensyaratkan harus pengalaman pribadi, tapi, untuk apa menuliskan pengalaman orang lain jika moment gila sering mampir dalam hidup saya?
"Eh, anak-anak, bantuin ibu dong milih pengalaman masa lalu ibu yang paling gila."
Ketiga anak-anak saya mengangguk. Di rumah, kami memang punya satu ruangan pavorit, namanya tempat tidur di kamar tidur utama. Setiap malam, kami sekeluaga berkumpul di atas tempat tidur ukuran besar itu melakukan banyak hal. Bermain balon, tebak-tebakan, mengerjakan pr, tanya jawab pelajaran, diskusi, debat, saling bercerita, ngobrol hal-hal yang tidak bermutu, ngegosip hal-hal yang bermutu, dan sebagainya. Mungkin jika di barat lebih mirip acara pijama's night. Nah, malam itu saya pun memulainya dengan meminta pendapat anak-anak saya tentang apa yang ingin saya tulis dan ikuti.
"Apa saja?"
"Nih, cukup gila nggak. Ibu sama teman-teman ibu pernah nih, … ceritanya waktu itu sma 8 nyuruh kita-kita bikin liputan ke museum perangko. Kerjaannya guru seni rupa kalau nggak salah. Ya sudah pergi deh ramai-ramai dengan kelompok ibu. Ngeliputnya sih cepat, ambil brosur, narsis di depan beberapa benda-benda yang khas museum untuk bukti bahwa kita dah datang, selesai. Nah, habis itu jalan-jalan kan sambil foto-foto. Tapi, kan kalau foto-foto itu selalu tuh, satu orang ambil foto yang lain gaya. Lama-lama kita pingin juga dong foto dengan formasi lengkap. Tapi, gimana caranya? Karena nggak ada selftimer di kameranya. Hmmm....mikir...akhirnya, ibu dapat akal. 'Eh, kita minta tolong aja.' Ya sudah ibu disuruh nyari pertolongan. Akhirnya, ibu teriak saja di taman mini itu...'TOLONGGG...'.....'TOLONGG...'.... Nggak lama kemudian, datang orang bule, dengan aksen bicara mirip Cinta Laura tapi dia laki-laki...'Adha Apha?..'..mukanya panik dan matanya celingak celinguk, lihat situasi di sekeliling ibu, apa nih yang bisa dibantu...emergensi apa nih yang terjadi. Nah, ibu langsung saja maju sambil senyum malu-malu, 'eh..anu...tolong fotoin aku dengan teman-temanku dong.'.... Uh, si bule langsung menunjukkan wajah cemberut model Cinta Laura lagi kesel, tapi dia mau bantu akhirnya. Dah selesai ceritanya. Gimana? Gila nggak?"
Anak-anakku melongo. Hawna, anak bungsuku (4,5th), malah bertanya bingung,
"Cinta Laura itu yang nyanyi baby baby bukan bu?"
Oh, that's it. Berarti ceritaku kurang gila. Pasti karena ada bumbu Cinta Lauranya. Lalu aku mulai menceritakan pengalaman gila lainnya. Kebanyakan dilakukan sebelum aku menikah, jaman dimana Cinta Laura belum lahir. Lalu melihat reaksi anak-anakku. Hingga waktu terus merangkak malam. MUngkin saat itu, Cinta Laura di rumahnya juga sudah tidur kali. Tapi belum ada keputusan apa-apa.
"Hah, cape nih, jadi pembicara tunggal dari tadi. Jadi yang mana dong?"
Anak-anak bengong.
"Ck..ck..ck. Ibu, aku kira sekarang saja ibu suka nggak mikir kalau mau ngapa-ngapain, ternyata sejak dulu toh." Salah satu anakku berkomentar.
"Makanya, kan ibu selalu bilang pas ibu cerita, atau ngapa-ngapain, kids and mom, do not try this without asist. Jadi keputusannya gimana nih?"
Akhirnya, setelah proses penjurian yang alot, sebuah kisah dipilih. Yaitu kisah tentang berburu hantu. Bagaimana ceritanya, ada di buku antologi Crazmo (kumpulan kisah paling gila atau Crazy Moment) yang diterbitkan oleh penerbit Leutika di tahun 2010 ini.
Beli ya... (wehhheeee....ujung-ujungnya dagang eike...hehehe).
------------------
Penulis: Ade Anita.
Jika ada yang ingin memesan buku ini, silahkan inbox aku ya.
Like · Comment · Share · Delete
Nur Azizah, Sari Viciawati, Dini Kaeka Sari and 11 others like this.
Akhi Dirman Al-amin Full aku sudah punya mbak :)
makasih ditag
28 October at 19:04 · Like
Tyan Purwanti nanti coba dibuat bu.. Bocoran, mau buat cerita gila waktu tersesat di hutan belantara..hehe makasih ya ;)
28 October at 19:20 via Facebook Mobile · Like
Hairi Yanti mbak Ade kereeen... selamat ya mbak buat buku barunya.. :)
28 October at 19:37 · Like
Ade Anita eh.. santi.. ini bukan pemberitahuan adanya audisi.. tapi pemberitahuan bahwa bukunya sudah terbit dan .. ayo atuh dibeli...
28 October at 19:38 · Like
Ade Anita @yanti: yang keren orangnya atau bukunya? nih.. soalnya pujian itu menentukan mana yang akan kembang kempis mendengarnya..
28 October at 19:39 · Like · 1 person
Hairi Yanti Hihihi.... orangnya cantiiiik.. piagam yang di belakang buku itu yang keren :)
btw, yanti lagi ngebayangin wajah mbak Ade kalau lagi ngomong.. Moga qta bisa kopdar nanti ya mbak... :)
28 October at 19:41 · Like
Ade Anita iya yah.. pingin banget kopdar... tapi aku suka ngobrol, jadi nanti kamunya malah keberisikan... hehehe.. semoga tidak ah... nanti aku persembahkan the best of me deh kalau ketemu kamu... *duh, jadi kangen gini... ketemuan yukkk.... kapan ya? Yanti kapan ke Jakarta?
28 October at 19:46 · Like
Dh Ismail great,,,,selamat menikmati moment paling bahagia,,ha,,ha,
28 October at 19:47 · Like
Ade Anita makasih pak Is..
Eh.. makasih juga untuk akhi dirman... (udah punya ya? alhamdulillah...ayooo..siapa lagi yang mau menyusul untuk memilikinya?)
28 October at 19:48 · Like
Tyan Purwanti ooh, yah kalo gitu belajar deh bu..lagian emang belum pernah buat.. *payah nih*
28 October at 20:01 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah GREAT!!!! :)
28 October at 20:05 · Like
Hairi Yanti yanti juga suka ngobrol mbak... hehehe... iya nih mbak jadi kangen. Belum tau kapan bisa ke Jakarta, kemarin sih ada rencana keluarga besar mau jalan2 ke Jakarta akhir tahun. Tapi yang punya Baby protes... katanya tunggu babynya besar duluuu.... Hadooh.. jangan2 pas baby itu besar ada baby baru lagii.. :))
28 October at 20:12 · Like
Nazla Luthfiah mbak ade, coba ya ngga usah ikutan nampang sama bukunya. cukup bukunya aja wakakakakakak.
Eniweeeeeei, congrats, ya! Semangat nulis mba ade patut diitiru, ihiy :)
28 October at 20:14 · Like
Bunda Radith 'Atha' Aq mauuuu doxxx mbaaa buku'y :)
28 October at 20:33 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @lulu: sesekali narsis lu... tadinya bukunya mau ditaro di depan muka, tapi .. arna nanya mulu, motonya apaan aja nih bu jadinya? halah..ya udah sekalian aja deh, buat titik fokus moto *alasan yg ngasal
28 October at 20:34 via Facebook Mobile · Like
Imazahra Fatimah Cantiknya dirimu Mbak :-)
Senangnya menjadi anakmu ya, Ibu yg kocak sekaligus hangat :-)
28 October at 20:35 · Like · 1 person
Ade Anita @bunda: alhamdulillah..akhirnya jualanku laku juga...inbox aku bun..:))
ayoo..ayoo..yang lain..yang lainnn
28 October at 20:36 via Facebook Mobile · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki hehehehehe
mbak Ade ternyata "gila" juga y? sy sdg tgu bukunya sampai mbak. hehe
walaupun sy g lolos,tp sy msh ketawa bc tlsn sy sendiri. mau posting di fb? aih, malu...hihi
28 October at 20:43 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @imazahra: duh, makasih ya...asli tersanjung...(hubunganku n anak2 emang spt teman, jadi kadang mrk suka ngasi komen yg buat orang lain mungkin mencengangkan)..
28 October at 20:44 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita oo..eh.. saranku sih, naskah yg belum lolos jangan buru2 ditayangin trid..kali aja ada audisi lagi, naskahmu bisa dipermak lagi dan bisa dikirim ulang...bener deh...
28 October at 20:49 via Facebook Mobile · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki oo.githu y mbak.
amiin..
oke deh mbak..
*semoga ada yg bc komen di notes ini trus bikin audisi serupa.hehehe
28 October at 20:54 via Facebook Mobile · Like
Irma Suprihandijah De, gue mau dunk beli..secara guekan salah satu tokoh cerita gila lo itu..gimana caranya...kabarin yah
28 October at 20:55 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @irma: hehehe....besok lu gue inboxkin deh ma..sip... btw...kisah2 kita banyak yg gila tuh dulu...enaknya dibukuin sendiri kali ya...hahaha...khusus ttg cerita jaman sma dulu..
28 October at 21:04 via Facebook Mobile · Like
Irma Suprihandijah Siip deh, gue tunggu yah...boleh juga tuh kayaknya msh byk deh kegilaan kita dulu, ntar gue bantu ngingetin deh...secara tiap episode kita selalu ada dikegilaan itu hahahhaha
28 October at 21:11 via Facebook Mobile · Like
Amanda Ratih Pratiwi aq dah baca :D walaupun cuma 4 lembar tapi tatut baca agy..xixixixi..
28 October at 21:34 · Like
Tyas Amalia Yahya harganya berapa Mbak? butuh bantuan jualan ga? *freelancer semua disabet :p
29 October at 00:40 · Like
Astia Rashid Itu buku ciptaan ade yha? Bingung.com..belinya dimana? Hrgnya brp?ia mau dong..
29 October at 01:24 via Facebook Mobile · Like
Miyosi Ariefiansyah udah baca mbk ade, bareng mbk mendol, mbk april, nisa, n nur (anak2 flp bkasi)
kami g cuma ketawa ngakak mbk, tapi gak doyan makan, xixixixixi,
keren abisss
...See more
29 October at 06:44 · Like
Ade Anita @tia: nggak tia, nggak cuma ade yg nulis di dalamnya, ada juga penulis lainnya..namanya juga antologi...nanti ya ade inboxkin..eh..kayaknya dijual deh di toko buku
29 October at 07:27 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @tyas: hehe...belum yas, nanti aja daganginnya kalo satu buku aku semua yg nulis...
29 October at 07:28 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @miyo: ups..bacanya paket hemat ya? satu buku dibaca rame2...hehehe
29 October at 07:28 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @manda: oo, berarti kamu bacanya bareng miyo dunk...
29 October at 07:30 via Facebook Mobile · Like
Anne Adzkia Indriani Mbak ade,aku mah pgn baca kisah gila mbak ade lengkap aja ah..baca yg diatas itu aja ngikik ngikik meringkik...kikikikik. Ayo mbak,publish your own book..nanti aku pesen pertamax deh :)
29 October at 07:35 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita waa...anne..insya Allah tahun depan ya... ini masih ngumpulin tulisan, targetnya pingin nulis 50 cerita yg beragam...
29 October at 08:02 via Facebook Mobile · Like
Sari Viciawati hihihihi.... ini adalah iklan yang paling gila-gilaan :D jadi kepengen beli ;))
29 October at 13:13 · Unlike · 1 person
Ade Anita sip... sip... berarti persuasiku kena dong... hehe
29 October at 13:52 · Like
Nur Azizah hahahaa...mbak, kisah di atas juga layak dimasukin tuh buku :)
entah kenapa setiap kali baca komen2 anak2 mbak ade, aku selalu ngakak =))
29 October at 14:33 · Like
Ade Anita hehe.. kebalikan sama anakku .. mereka selalu bilang.."ibu.. ibu.. suram banget sih!"... hahaha.... (ini bahasa gaul, jadi aku nggak pernah marah dengan arti harfiahnya yang seram itu.. paling orang lain yg bakal geleng2.."hei, ke ibu sendiri kok gitu sih?" huahaha.... untung aja mereka nggak ada di posisi aku.. kalau ada, bisa2 jantungan kali... bahasa gaul jaman sekarang parah2
29 October at 14:40 · Like
Nur Azizah hahaha...iya mbak. tp mungkin krn mbak ade membiasakan diri berinteraksi dg mereka layaknya seorang teman, makanya mrk bs lbh bebas mengekspresikan diri mrk. aku suka itu.
dan komen2 mrk seperti yg barusan mba sebutkanlah yg bikin aku ngakak...See more
29 October at 14:44 · Unlike · 1 person
Nur Azizah sun sayang bwt hawna mbak :)
29 October at 14:56 · Like
Ade Anita baiklah...(asyikkk...)
29 October at 15:14 · Like
Nur Azizah huaa? ^^
29 October at 15:26 · Like
Nuthayla Anwar Ade, kamu kan memang pengoleksi kisah gila gilaan terlengkap...he he he...
10 November at 03:02 · Like
by Ade Anita on Friday, 29 October 2010 at 13:58
Apa hal paling gila dalam hidupmu?
Ketika membaca audisi menulis tentang hal-hal paling gila dalam hidup ini, yang ada di kepala saya bukan:
"Duh, apa ya?"
Melainkan:
"Duh, yang mana ya yang paling gila?"
Hehe, ini audisi menulis tentang moment paling gila yang pernah hadir dalam hidup seseorang yang diadakan oleh Penerbit Leutika dan saya sudah terlanjur mencentangnya untuk "aku harus ikut!". Karena komitment untuk ikut inilah akhirnya membuat saya selama beberapa hari mulai gelisah memilah moment yang paling gila yang pernah mampir dalam hidup saya.
Sebenarnya, audisi ini tidak mensyaratkan harus pengalaman pribadi, tapi, untuk apa menuliskan pengalaman orang lain jika moment gila sering mampir dalam hidup saya?
"Eh, anak-anak, bantuin ibu dong milih pengalaman masa lalu ibu yang paling gila."
Ketiga anak-anak saya mengangguk. Di rumah, kami memang punya satu ruangan pavorit, namanya tempat tidur di kamar tidur utama. Setiap malam, kami sekeluaga berkumpul di atas tempat tidur ukuran besar itu melakukan banyak hal. Bermain balon, tebak-tebakan, mengerjakan pr, tanya jawab pelajaran, diskusi, debat, saling bercerita, ngobrol hal-hal yang tidak bermutu, ngegosip hal-hal yang bermutu, dan sebagainya. Mungkin jika di barat lebih mirip acara pijama's night. Nah, malam itu saya pun memulainya dengan meminta pendapat anak-anak saya tentang apa yang ingin saya tulis dan ikuti.
"Apa saja?"
"Nih, cukup gila nggak. Ibu sama teman-teman ibu pernah nih, … ceritanya waktu itu sma 8 nyuruh kita-kita bikin liputan ke museum perangko. Kerjaannya guru seni rupa kalau nggak salah. Ya sudah pergi deh ramai-ramai dengan kelompok ibu. Ngeliputnya sih cepat, ambil brosur, narsis di depan beberapa benda-benda yang khas museum untuk bukti bahwa kita dah datang, selesai. Nah, habis itu jalan-jalan kan sambil foto-foto. Tapi, kan kalau foto-foto itu selalu tuh, satu orang ambil foto yang lain gaya. Lama-lama kita pingin juga dong foto dengan formasi lengkap. Tapi, gimana caranya? Karena nggak ada selftimer di kameranya. Hmmm....mikir...akhirnya, ibu dapat akal. 'Eh, kita minta tolong aja.' Ya sudah ibu disuruh nyari pertolongan. Akhirnya, ibu teriak saja di taman mini itu...'TOLONGGG...'.....'TOLONGG...'.... Nggak lama kemudian, datang orang bule, dengan aksen bicara mirip Cinta Laura tapi dia laki-laki...'Adha Apha?..'..mukanya panik dan matanya celingak celinguk, lihat situasi di sekeliling ibu, apa nih yang bisa dibantu...emergensi apa nih yang terjadi. Nah, ibu langsung saja maju sambil senyum malu-malu, 'eh..anu...tolong fotoin aku dengan teman-temanku dong.'.... Uh, si bule langsung menunjukkan wajah cemberut model Cinta Laura lagi kesel, tapi dia mau bantu akhirnya. Dah selesai ceritanya. Gimana? Gila nggak?"
Anak-anakku melongo. Hawna, anak bungsuku (4,5th), malah bertanya bingung,
"Cinta Laura itu yang nyanyi baby baby bukan bu?"
Oh, that's it. Berarti ceritaku kurang gila. Pasti karena ada bumbu Cinta Lauranya. Lalu aku mulai menceritakan pengalaman gila lainnya. Kebanyakan dilakukan sebelum aku menikah, jaman dimana Cinta Laura belum lahir. Lalu melihat reaksi anak-anakku. Hingga waktu terus merangkak malam. MUngkin saat itu, Cinta Laura di rumahnya juga sudah tidur kali. Tapi belum ada keputusan apa-apa.
"Hah, cape nih, jadi pembicara tunggal dari tadi. Jadi yang mana dong?"
Anak-anak bengong.
"Ck..ck..ck. Ibu, aku kira sekarang saja ibu suka nggak mikir kalau mau ngapa-ngapain, ternyata sejak dulu toh." Salah satu anakku berkomentar.
"Makanya, kan ibu selalu bilang pas ibu cerita, atau ngapa-ngapain, kids and mom, do not try this without asist. Jadi keputusannya gimana nih?"
Akhirnya, setelah proses penjurian yang alot, sebuah kisah dipilih. Yaitu kisah tentang berburu hantu. Bagaimana ceritanya, ada di buku antologi Crazmo (kumpulan kisah paling gila atau Crazy Moment) yang diterbitkan oleh penerbit Leutika di tahun 2010 ini.
Beli ya... (wehhheeee....ujung-ujungnya dagang eike...hehehe).
------------------
Penulis: Ade Anita.
Jika ada yang ingin memesan buku ini, silahkan inbox aku ya.
Like · Comment · Share · Delete
Nur Azizah, Sari Viciawati, Dini Kaeka Sari and 11 others like this.
Akhi Dirman Al-amin Full aku sudah punya mbak :)
makasih ditag
28 October at 19:04 · Like
Tyan Purwanti nanti coba dibuat bu.. Bocoran, mau buat cerita gila waktu tersesat di hutan belantara..hehe makasih ya ;)
28 October at 19:20 via Facebook Mobile · Like
Hairi Yanti mbak Ade kereeen... selamat ya mbak buat buku barunya.. :)
28 October at 19:37 · Like
Ade Anita eh.. santi.. ini bukan pemberitahuan adanya audisi.. tapi pemberitahuan bahwa bukunya sudah terbit dan .. ayo atuh dibeli...
28 October at 19:38 · Like
Ade Anita @yanti: yang keren orangnya atau bukunya? nih.. soalnya pujian itu menentukan mana yang akan kembang kempis mendengarnya..
28 October at 19:39 · Like · 1 person
Hairi Yanti Hihihi.... orangnya cantiiiik.. piagam yang di belakang buku itu yang keren :)
btw, yanti lagi ngebayangin wajah mbak Ade kalau lagi ngomong.. Moga qta bisa kopdar nanti ya mbak... :)
28 October at 19:41 · Like
Ade Anita iya yah.. pingin banget kopdar... tapi aku suka ngobrol, jadi nanti kamunya malah keberisikan... hehehe.. semoga tidak ah... nanti aku persembahkan the best of me deh kalau ketemu kamu... *duh, jadi kangen gini... ketemuan yukkk.... kapan ya? Yanti kapan ke Jakarta?
28 October at 19:46 · Like
Dh Ismail great,,,,selamat menikmati moment paling bahagia,,ha,,ha,
28 October at 19:47 · Like
Ade Anita makasih pak Is..
Eh.. makasih juga untuk akhi dirman... (udah punya ya? alhamdulillah...ayooo..siapa lagi yang mau menyusul untuk memilikinya?)
28 October at 19:48 · Like
Tyan Purwanti ooh, yah kalo gitu belajar deh bu..lagian emang belum pernah buat.. *payah nih*
28 October at 20:01 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah GREAT!!!! :)
28 October at 20:05 · Like
Hairi Yanti yanti juga suka ngobrol mbak... hehehe... iya nih mbak jadi kangen. Belum tau kapan bisa ke Jakarta, kemarin sih ada rencana keluarga besar mau jalan2 ke Jakarta akhir tahun. Tapi yang punya Baby protes... katanya tunggu babynya besar duluuu.... Hadooh.. jangan2 pas baby itu besar ada baby baru lagii.. :))
28 October at 20:12 · Like
Nazla Luthfiah mbak ade, coba ya ngga usah ikutan nampang sama bukunya. cukup bukunya aja wakakakakakak.
Eniweeeeeei, congrats, ya! Semangat nulis mba ade patut diitiru, ihiy :)
28 October at 20:14 · Like
Bunda Radith 'Atha' Aq mauuuu doxxx mbaaa buku'y :)
28 October at 20:33 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @lulu: sesekali narsis lu... tadinya bukunya mau ditaro di depan muka, tapi .. arna nanya mulu, motonya apaan aja nih bu jadinya? halah..ya udah sekalian aja deh, buat titik fokus moto *alasan yg ngasal
28 October at 20:34 via Facebook Mobile · Like
Imazahra Fatimah Cantiknya dirimu Mbak :-)
Senangnya menjadi anakmu ya, Ibu yg kocak sekaligus hangat :-)
28 October at 20:35 · Like · 1 person
Ade Anita @bunda: alhamdulillah..akhirnya jualanku laku juga...inbox aku bun..:))
ayoo..ayoo..yang lain..yang lainnn
28 October at 20:36 via Facebook Mobile · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki hehehehehe
mbak Ade ternyata "gila" juga y? sy sdg tgu bukunya sampai mbak. hehe
walaupun sy g lolos,tp sy msh ketawa bc tlsn sy sendiri. mau posting di fb? aih, malu...hihi
28 October at 20:43 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @imazahra: duh, makasih ya...asli tersanjung...(hubunganku n anak2 emang spt teman, jadi kadang mrk suka ngasi komen yg buat orang lain mungkin mencengangkan)..
28 October at 20:44 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita oo..eh.. saranku sih, naskah yg belum lolos jangan buru2 ditayangin trid..kali aja ada audisi lagi, naskahmu bisa dipermak lagi dan bisa dikirim ulang...bener deh...
28 October at 20:49 via Facebook Mobile · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki oo.githu y mbak.
amiin..
oke deh mbak..
*semoga ada yg bc komen di notes ini trus bikin audisi serupa.hehehe
28 October at 20:54 via Facebook Mobile · Like
Irma Suprihandijah De, gue mau dunk beli..secara guekan salah satu tokoh cerita gila lo itu..gimana caranya...kabarin yah
28 October at 20:55 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @irma: hehehe....besok lu gue inboxkin deh ma..sip... btw...kisah2 kita banyak yg gila tuh dulu...enaknya dibukuin sendiri kali ya...hahaha...khusus ttg cerita jaman sma dulu..
28 October at 21:04 via Facebook Mobile · Like
Irma Suprihandijah Siip deh, gue tunggu yah...boleh juga tuh kayaknya msh byk deh kegilaan kita dulu, ntar gue bantu ngingetin deh...secara tiap episode kita selalu ada dikegilaan itu hahahhaha
28 October at 21:11 via Facebook Mobile · Like
Amanda Ratih Pratiwi aq dah baca :D walaupun cuma 4 lembar tapi tatut baca agy..xixixixi..
28 October at 21:34 · Like
Tyas Amalia Yahya harganya berapa Mbak? butuh bantuan jualan ga? *freelancer semua disabet :p
29 October at 00:40 · Like
Astia Rashid Itu buku ciptaan ade yha? Bingung.com..belinya dimana? Hrgnya brp?ia mau dong..
29 October at 01:24 via Facebook Mobile · Like
Miyosi Ariefiansyah udah baca mbk ade, bareng mbk mendol, mbk april, nisa, n nur (anak2 flp bkasi)
kami g cuma ketawa ngakak mbk, tapi gak doyan makan, xixixixixi,
keren abisss
...See more
29 October at 06:44 · Like
Ade Anita @tia: nggak tia, nggak cuma ade yg nulis di dalamnya, ada juga penulis lainnya..namanya juga antologi...nanti ya ade inboxkin..eh..kayaknya dijual deh di toko buku
29 October at 07:27 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @tyas: hehe...belum yas, nanti aja daganginnya kalo satu buku aku semua yg nulis...
29 October at 07:28 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @miyo: ups..bacanya paket hemat ya? satu buku dibaca rame2...hehehe
29 October at 07:28 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @manda: oo, berarti kamu bacanya bareng miyo dunk...
29 October at 07:30 via Facebook Mobile · Like
Anne Adzkia Indriani Mbak ade,aku mah pgn baca kisah gila mbak ade lengkap aja ah..baca yg diatas itu aja ngikik ngikik meringkik...kikikikik. Ayo mbak,publish your own book..nanti aku pesen pertamax deh :)
29 October at 07:35 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita waa...anne..insya Allah tahun depan ya... ini masih ngumpulin tulisan, targetnya pingin nulis 50 cerita yg beragam...
29 October at 08:02 via Facebook Mobile · Like
Sari Viciawati hihihihi.... ini adalah iklan yang paling gila-gilaan :D jadi kepengen beli ;))
29 October at 13:13 · Unlike · 1 person
Ade Anita sip... sip... berarti persuasiku kena dong... hehe
29 October at 13:52 · Like
Nur Azizah hahahaa...mbak, kisah di atas juga layak dimasukin tuh buku :)
entah kenapa setiap kali baca komen2 anak2 mbak ade, aku selalu ngakak =))
29 October at 14:33 · Like
Ade Anita hehe.. kebalikan sama anakku .. mereka selalu bilang.."ibu.. ibu.. suram banget sih!"... hahaha.... (ini bahasa gaul, jadi aku nggak pernah marah dengan arti harfiahnya yang seram itu.. paling orang lain yg bakal geleng2.."hei, ke ibu sendiri kok gitu sih?" huahaha.... untung aja mereka nggak ada di posisi aku.. kalau ada, bisa2 jantungan kali... bahasa gaul jaman sekarang parah2
29 October at 14:40 · Like
Nur Azizah hahaha...iya mbak. tp mungkin krn mbak ade membiasakan diri berinteraksi dg mereka layaknya seorang teman, makanya mrk bs lbh bebas mengekspresikan diri mrk. aku suka itu.
dan komen2 mrk seperti yg barusan mba sebutkanlah yg bikin aku ngakak...See more
29 October at 14:44 · Unlike · 1 person
Nur Azizah sun sayang bwt hawna mbak :)
29 October at 14:56 · Like
Ade Anita baiklah...(asyikkk...)
29 October at 15:14 · Like
Nur Azizah huaa? ^^
29 October at 15:26 · Like
Nuthayla Anwar Ade, kamu kan memang pengoleksi kisah gila gilaan terlengkap...he he he...
10 November at 03:02 · Like
Putri dan Mahkotanya
Putri dan Mahkotanya
by Ade Anita on Friday, 29 October 2010 at 15:13
Ada keributan yang cukup sengit di rumahku
Suara teriakan saling sahut menyahut
Nada amarah kental tersembunyi di dalamnya
Pertikaian hebat pasti sedang terjadi
Aku tergopoh-gopoh berlari menghampiri
Jantungku berdebar-debar, khawatir peperangan memecahkan suasana damai yang telah tertata
Apa jadinya dunia jika peperangan sudah merambah ke dalam rumah kita sendiri?
Ini tidak boleh dibiarkan
TIDAK
Semua harus dihentikan
"Hei... ada apa ini? Kenapa saling teriak satu sama lain?"
Aku langsung bertanya pada dua orang putriku yang saling berhadapan
Wajah mereka tegang, bibir mereka cemberut
Hawa kemarahan telah memenuhi seluruh isi kamar
"Itu bu.. Hawna! Dia mengaku bahwa dia seorang Princes.. padahal kan dia bukan ya?"
Anakku yang nomor dua (11 tahun) menunjuk adiknya dengan kesal
Sebaliknya adiknya, Hawna (4,5 tahun) langsung membantah dengan garang
"Tapi aku memang Princes!!!"
"Bukan!"
"Iya... aku seorang princess!!!"
"Apa buktinya kamu seorang princess??"
"Itu.. di pintu kamarku ada gambar tempel princess, berarti aku memang Princess!!"
"Itu cuma gambar tempel.. Mbak Arna yang beli di abang-abang gopek."
"Tapi aku punya mahkota, berarti aku princess!!"
"Ya ampun deh, itu mahkota di abang-abang juga, harganya cuma seribu."
Huh... Ini mah peperangan konyol... Buat apa diladeni.
Aku menggeleng-gelengkan kepala
Dasar anak-anak... aku saja yang jelas-jelas Ratu diam-diam saja... eh, mereka pakai ribut!!
-------------------
Penulis: Ade Anita
Catatan Penulis: Dan hingga detik notes ini ditulis, salah satu dari mereka masih tetap bersikukuh bahwa dia seorang Princess. Salah seorangnya malah mulai memprovokasi pihak ketiga untuk turut serta:
"Ayah... ayah jadi raja mau kan?"
Like · Comment · Share · Delete
Miyosi Ariefiansyah, Nur Rahma Hanifah, Saptari Kurniawati and 3 others like this.
Fitri Gita Cinta kwkwkwkkwwk... sang ratu hanya bisa tersenyum.... :D
29 October at 15:22 · Like
Nur Azizah wkwkwk...ya udah hawna jd princess...mas ibam prince, mba arna jd big princess, dan mba ade jd ibu surinyaa... :))
29 October at 15:32 · Like
Ade Anita hahaha.... yang bikin rame.. karena hawna maunya, mbak arna jadi peri yang mendampingi princess. jadi kalau ada yang ganggu si princess, si perinya bisa bertindak.. terang aja arna menolak mentah2...
29 October at 15:41 · Like
Ade Anita ooh ya... mas ibam nggak mau jadi prince... nolak keras.. sampai harus dibujuk sama hawna, "udah, jadi pangeran aja, nanti dapat mahkota juga kayak aku."..."Nggak deh makasih... cukup kamu aja, mas ibam nggak mau ikut-ikutan."
29 October at 15:42 · Like
Nur Azizah hahahhaa....tuan putrinya kyk cinderella ajaahh..gini nih klo ibunya doyan fairy tale. kekekekk
29 October at 15:43 · Like
Ade Anita hahaha... komenmu zah, mirip komen suamiku..hahahaha
29 October at 15:48 · Like · 1 person
Astrid Septyanti Fuyuharuaki ya sdh mbak, di bedain aja namanya, yg 1 cinderella yg 1 lg putri salju. nah,kan sm2 princess..
hehehe
29 October at 15:53 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @astrid; hehe.. ngomong sama hawna kadang kayak ngomong sama angin lalu... "tapi aku mau jadi princess"
29 October at 16:00 · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki hehe
ya,namanya juga anak2 mbak. :)
atau kalau princess salju gmn?
*aih,bhsa inggrisnya apa yah? hm snow white princess. . .
nah,kan keren tu mbak. hehehe
29 October at 16:05 via Facebook Mobile · Like
Sari Viciawati Perdebatannya akademik sekali. Sampai harus pakai bukti... Biar validitas tak meragukan. Hihihi...
29 October at 16:07 via Facebook Mobile · Like
Cepi Sabre tidak bisa tidak, pasti ketularan ibunya. hahaha ...
29 October at 16:08 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @sari: wuahaha....emang!!... mereka kalau bertengkar selalu mengetengahkan bukti2 yang akurat (meski kadang maksa).. kadang, suka ditambahin "ah, alasannya nggak ilmiah!!".. waah.. makin meradang dan makin berhamburanlah kalimat2 ilmiah yang dipaksakan keberadaannya... ngerti nggak ngerti yang penting ngotot..
29 October at 16:09 · Like · 1 person
Ade Anita @cepi: hahaha...*ups, sebagai ratu harus tertawa dengan penuh wibawa...
29 October at 16:10 · Like
Nur Azizah hihihii...ngebayangin mas bandi komen begitu :)
29 October at 16:13 · Like
Tyasti Aryandini Hihihi..nanti kalo mbak Arna and Hawna berdebat lagi..mbak Ade dtg aja smbl bilang "cemilan ceman-ceman" and bener2 bawain cemilan...pasti pd menghambur ke Mbak Ade..hihihi..iklan bgt..iklan yg lucu krn smua princessnya lg kumpul hehehe...
29 October at 16:45 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita ide bagus tyasti.. :)
29 October at 16:50 · Like
Ilham Q Moehiddin Hahahahahahahaha...udah deh..dua duanya princess-nya Ummi Ade Anita ^_^
Abah Adi jadi Raja...Ummi Ade jadi Ibu Suri. Nah, adil kan? hehehehehe
Hawna...sedang belajar menjejaki imajinasinya (wanna be a preaty princess), sedang sang kakak sedan...See more
29 October at 16:56 · Unlike · 1 person
Ade Anita @pak ilham: manggilnya ibu dan ayah kok..:)... tapi betul... sama2 lagi belajar.. cuma lucu aja kenapa harus bertengkar.. hahaha..hiburan gratis..
29 October at 16:58 · Like
Susiana Djati he...he...he...untung anakku baru satu mbak...jadi belum pernah terjadi keributan seperti itu...seru juga ya...
29 October at 17:09 · Like
Ade Anita seru banget... udah tambah satu lagi.. *loh?? celingak celinguk.. lihat kalau2 ada petugas KB di dekatnya.. takut dipentung
29 October at 17:11 · Like
Arfianti Dwi Kusuma Xixixi....kayaknya hawna punya bakat kayak ibunya...de..hawna pinter gambar kan? Bikin komik ajah..pasti seru...imajinasinya tersalurkan..hi2..anakku jg suka bikin komik de...ntar yg baca ayh ibu n temen2 nya..he3..ditunggu ya hawna sayang...
29 October at 19:08 via Facebook Mobile · Like
Tyas Amalia Yahya hahaha.. ampunnnn..
jadi pengen punya anak juga *lohhhh :p
29 October at 21:09 · Like
Afifah Ahmad hm....baca note ini di hp, jadi gak tahu 'takaran' ceritnya. ternyata oh....ternyata kisah pendek yang inspiring banget. Plus lucunya itu loh...sampe gak nyadar dilirik sama sebelahku *bacanya sambil nangkring di bus*
hasil baca? Pengen puny...See more
29 October at 21:58 via Facebook Mobile · Like
Hairi Yanti Hahahaha........ Ini princess lagi baca dan komen tulisannya ibunda Ratu :)))
30 October at 10:50 · Like
by Ade Anita on Friday, 29 October 2010 at 15:13
Ada keributan yang cukup sengit di rumahku
Suara teriakan saling sahut menyahut
Nada amarah kental tersembunyi di dalamnya
Pertikaian hebat pasti sedang terjadi
Aku tergopoh-gopoh berlari menghampiri
Jantungku berdebar-debar, khawatir peperangan memecahkan suasana damai yang telah tertata
Apa jadinya dunia jika peperangan sudah merambah ke dalam rumah kita sendiri?
Ini tidak boleh dibiarkan
TIDAK
Semua harus dihentikan
"Hei... ada apa ini? Kenapa saling teriak satu sama lain?"
Aku langsung bertanya pada dua orang putriku yang saling berhadapan
Wajah mereka tegang, bibir mereka cemberut
Hawa kemarahan telah memenuhi seluruh isi kamar
"Itu bu.. Hawna! Dia mengaku bahwa dia seorang Princes.. padahal kan dia bukan ya?"
Anakku yang nomor dua (11 tahun) menunjuk adiknya dengan kesal
Sebaliknya adiknya, Hawna (4,5 tahun) langsung membantah dengan garang
"Tapi aku memang Princes!!!"
"Bukan!"
"Iya... aku seorang princess!!!"
"Apa buktinya kamu seorang princess??"
"Itu.. di pintu kamarku ada gambar tempel princess, berarti aku memang Princess!!"
"Itu cuma gambar tempel.. Mbak Arna yang beli di abang-abang gopek."
"Tapi aku punya mahkota, berarti aku princess!!"
"Ya ampun deh, itu mahkota di abang-abang juga, harganya cuma seribu."
Huh... Ini mah peperangan konyol... Buat apa diladeni.
Aku menggeleng-gelengkan kepala
Dasar anak-anak... aku saja yang jelas-jelas Ratu diam-diam saja... eh, mereka pakai ribut!!
-------------------
Penulis: Ade Anita
Catatan Penulis: Dan hingga detik notes ini ditulis, salah satu dari mereka masih tetap bersikukuh bahwa dia seorang Princess. Salah seorangnya malah mulai memprovokasi pihak ketiga untuk turut serta:
"Ayah... ayah jadi raja mau kan?"
Like · Comment · Share · Delete
Miyosi Ariefiansyah, Nur Rahma Hanifah, Saptari Kurniawati and 3 others like this.
Fitri Gita Cinta kwkwkwkkwwk... sang ratu hanya bisa tersenyum.... :D
29 October at 15:22 · Like
Nur Azizah wkwkwk...ya udah hawna jd princess...mas ibam prince, mba arna jd big princess, dan mba ade jd ibu surinyaa... :))
29 October at 15:32 · Like
Ade Anita hahaha.... yang bikin rame.. karena hawna maunya, mbak arna jadi peri yang mendampingi princess. jadi kalau ada yang ganggu si princess, si perinya bisa bertindak.. terang aja arna menolak mentah2...
29 October at 15:41 · Like
Ade Anita ooh ya... mas ibam nggak mau jadi prince... nolak keras.. sampai harus dibujuk sama hawna, "udah, jadi pangeran aja, nanti dapat mahkota juga kayak aku."..."Nggak deh makasih... cukup kamu aja, mas ibam nggak mau ikut-ikutan."
29 October at 15:42 · Like
Nur Azizah hahahhaa....tuan putrinya kyk cinderella ajaahh..gini nih klo ibunya doyan fairy tale. kekekekk
29 October at 15:43 · Like
Ade Anita hahaha... komenmu zah, mirip komen suamiku..hahahaha
29 October at 15:48 · Like · 1 person
Astrid Septyanti Fuyuharuaki ya sdh mbak, di bedain aja namanya, yg 1 cinderella yg 1 lg putri salju. nah,kan sm2 princess..
hehehe
29 October at 15:53 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @astrid; hehe.. ngomong sama hawna kadang kayak ngomong sama angin lalu... "tapi aku mau jadi princess"
29 October at 16:00 · Like
Astrid Septyanti Fuyuharuaki hehe
ya,namanya juga anak2 mbak. :)
atau kalau princess salju gmn?
*aih,bhsa inggrisnya apa yah? hm snow white princess. . .
nah,kan keren tu mbak. hehehe
29 October at 16:05 via Facebook Mobile · Like
Sari Viciawati Perdebatannya akademik sekali. Sampai harus pakai bukti... Biar validitas tak meragukan. Hihihi...
29 October at 16:07 via Facebook Mobile · Like
Cepi Sabre tidak bisa tidak, pasti ketularan ibunya. hahaha ...
29 October at 16:08 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @sari: wuahaha....emang!!... mereka kalau bertengkar selalu mengetengahkan bukti2 yang akurat (meski kadang maksa).. kadang, suka ditambahin "ah, alasannya nggak ilmiah!!".. waah.. makin meradang dan makin berhamburanlah kalimat2 ilmiah yang dipaksakan keberadaannya... ngerti nggak ngerti yang penting ngotot..
29 October at 16:09 · Like · 1 person
Ade Anita @cepi: hahaha...*ups, sebagai ratu harus tertawa dengan penuh wibawa...
29 October at 16:10 · Like
Nur Azizah hihihii...ngebayangin mas bandi komen begitu :)
29 October at 16:13 · Like
Tyasti Aryandini Hihihi..nanti kalo mbak Arna and Hawna berdebat lagi..mbak Ade dtg aja smbl bilang "cemilan ceman-ceman" and bener2 bawain cemilan...pasti pd menghambur ke Mbak Ade..hihihi..iklan bgt..iklan yg lucu krn smua princessnya lg kumpul hehehe...
29 October at 16:45 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita ide bagus tyasti.. :)
29 October at 16:50 · Like
Ilham Q Moehiddin Hahahahahahahaha...udah deh..dua duanya princess-nya Ummi Ade Anita ^_^
Abah Adi jadi Raja...Ummi Ade jadi Ibu Suri. Nah, adil kan? hehehehehe
Hawna...sedang belajar menjejaki imajinasinya (wanna be a preaty princess), sedang sang kakak sedan...See more
29 October at 16:56 · Unlike · 1 person
Ade Anita @pak ilham: manggilnya ibu dan ayah kok..:)... tapi betul... sama2 lagi belajar.. cuma lucu aja kenapa harus bertengkar.. hahaha..hiburan gratis..
29 October at 16:58 · Like
Susiana Djati he...he...he...untung anakku baru satu mbak...jadi belum pernah terjadi keributan seperti itu...seru juga ya...
29 October at 17:09 · Like
Ade Anita seru banget... udah tambah satu lagi.. *loh?? celingak celinguk.. lihat kalau2 ada petugas KB di dekatnya.. takut dipentung
29 October at 17:11 · Like
Arfianti Dwi Kusuma Xixixi....kayaknya hawna punya bakat kayak ibunya...de..hawna pinter gambar kan? Bikin komik ajah..pasti seru...imajinasinya tersalurkan..hi2..anakku jg suka bikin komik de...ntar yg baca ayh ibu n temen2 nya..he3..ditunggu ya hawna sayang...
29 October at 19:08 via Facebook Mobile · Like
Tyas Amalia Yahya hahaha.. ampunnnn..
jadi pengen punya anak juga *lohhhh :p
29 October at 21:09 · Like
Afifah Ahmad hm....baca note ini di hp, jadi gak tahu 'takaran' ceritnya. ternyata oh....ternyata kisah pendek yang inspiring banget. Plus lucunya itu loh...sampe gak nyadar dilirik sama sebelahku *bacanya sambil nangkring di bus*
hasil baca? Pengen puny...See more
29 October at 21:58 via Facebook Mobile · Like
Hairi Yanti Hahahaha........ Ini princess lagi baca dan komen tulisannya ibunda Ratu :)))
30 October at 10:50 · Like
Bola Mata Penuh Cinta
tayang di facebook 20 oktober 2010 at 08:11,
"Hei you...."
Aku menyapa pemilik sepasang bola mata itu. Sedari tadi aku tahu dia terus menerus memandangku diam-diam tapi tiada putus. Pemilik sepasang bola mata itu langsung tersipu-sipu malu. Wajahnya merona merah jambu, senyumnya langsung mengembang malu-malu. Menggemaskan.
"Ada apa sih, dari tadi ngeliatin terus?"
"Eh...nggg... Nggak papah."
Lalu wajah itu kembali terlihat dibuat serius melihat jalanan yang terbentang di depan. Aku tahu dia hanya berpura-pura serius menekuri jalanan.
Itu sebabnya tidak bertahan lama.
Beberapa menit kemudian, aku tahu mata itu sudah kembali menatapku diam-diam.
Uh.
Tidak bisa dibiarkan. Aku kan lama-lama penasaran ditatap diam-diam dengan pandangan sayu penuh kerinduan itu. Dalam hitungan detik, aku berbalik tiba-tiba dan memaksa agar bisa saling berhadapan dengan orang yang ada di sampingku sejak tadi ini. Yang diam-diam terus menatapku dengan pandangan yang membuat hati berdebar-debar dengan cara pandang yang sayu penuh kerinduan. Atau mungkin kekaguman. Atau... Apalah itu, yang pasti aku tahu itu tatapan penuh cinta. Atau....apakah ini cuma kege-eranku sajakah?
"Kenapa sih, dari tadi ngeliatin terus? Eh... Udah ketahuan, nggak boleh pura-pura nggak lihat. Ayo... Jujur? Kenapa?"
Aku bukan lagi berdiri berhadapan dengannya sekarang. Tapi sudah jongkok di pinggir jalan, agar bisa melihat langsung ke dalam bola matanya. Agar bisa menangkap semua kejujuran yang tersimpan di bola matanya.
"Aku...ngg... Aku sayang sama ibu. Terima kasih ya sudah jadi ibu aku."
Deretan kalimat jujur itu meluncur malu-malu. Bersamaan dengan rona merah yang memancar dari pipinya. Membuatku terpaku sejenak.
Terperangah.
Kehilangan kata-kata.
Lalu tiba-tiba hati ini melayang hingga ke langit ke tujuh. Mata ini spontan basah oleh haru.
Subhanallah.
Aku peluk saja dia, anak bungsuku yang punya wajah secantik bidadari dan isi kepala bersih seperti embun. Tak peduli bunyi klakson mobil yang tidak bisa lewat karena kami memang sedang berada di pinggir jalan kampung yang tidak lebar. Tak peduli dengan tatapan orang-orang yang kebingungan. "Ya ampun, bu ade, sama anak sendiri kok ya kayak gitu, lah tiap hari ketemu juga. Kenapa harus ganggu lalu lintas sih?"....
"Ibu juga sayang sama Hawna. Banget. Makasih juga ya nak." Lalu tubuh mungil itu aku rengkuh erat-erat. Sementara bunyi klakson akhirnya berhenti dan semua kepala menatap kami dengan senyum ikut bahagia
---------
Penulis: Ade Anita, ketika sedang menunggu saat Hawna harus therapy penguapan (inhalasi) lagi untuk yang kelima kalinya agar asmanya tidak kambuh lagi sepanjang musim hujan ini. Semoga anak-anakku jadi anak yang kuat dan sehat dan sholeh/sholehah kelak.
Catatan penulis: Seandainya dari dulu aku tahu betapa dasyat pernyataan cinta seorang anak pada orang tuanya, tentu sudah aku katakan pada orang tuaku almarhum/almarhumah dulu, betapa aku amat mencintai mereka. Karena ungkapan cinta ini ternyata bisa menghilangkan penat, sakit, pedih, lelah, dan juga menerbitkan semangat, semangat dan semangat, serta rasa berarti dan perasaan menjadi orang paling beruntung di dunia.
Like · Comment · Share · Delete
Aisyah Dian, Fitri Gita Cinta, Nur Rahma Hanifah and 6 others like this.
Prima Sagita hm...
aku bisa merasakan indahnya, meski hanya membaca kisah ini..
semoga sehat selalu ya nak!
19 October at 17:24 · Unlike · 2 people
Elisa Trisnawati ungkapan cinta yg sederhana bisa menghapus semua derita, pedih dan lelah ya de............
btw anakku jg asma, terus dari TK aku masukkin les renang. selama 4 thn dia berenang rutin de, dan asmanya ga pernah kambuh lagi. Coba deh de pengobat...See more
19 October at 17:26 · Unlike · 1 person
Ade Anita iya... kemarin dokter juga nyuruh anakku ikut renang.. biar tulang dadanya berkembang dan paru2nya bisa lega... hehehe... cuma masih waiting list pas kemarin aku daftar..
19 October at 18:55 · Like
Qonita Musa menyentuhku Mbak Ade :)
19 October at 19:14 · Unlike · 1 person
Ade Anita makasih
19 October at 19:15 · Like
Ilham Q Moehiddin Naskah yang kuat...mengkisahkan anak sholeh yang juga sama kuatnya.
Gak usah nungguin tempat renang yang pake daftar-daftaran...Bawa ke tempat renang lain aja hehehehe. Moso' Hawna mesti nunggu gara2 tempat renangnya kepenuhan.
Bibi aku dulu pernah kena asma, dan sekarang sembuh. Kami cuman mengajak beliau tinggal sebulan dirumah keluarga dipinggir pantai/pesisir di Sikeli (nama tempat itu). Sejak pulang dari sana beliau gak pernah kambuh lagi asmanya. Alhamdullilah. Ternyata hawa laut yang mengandung kristal garam adalah mineral ampuh utk membuka saluran nafas yang tersumbat. Semoga bermanfaat.
Salam
19 October at 19:20 · Like
Ade Anita hmm... di jakarta pantai yg bersih sudah dikavling oleh mansion dan apartemen atau perumahan eksklusif (bisa dibeli, dgn cicilan 10 juta perbulan, harus cepat krn harga naik bulan depan katanya..hehehe)... sisanya pantai kotor tempat nelayan jemur ikan, atau kanak2 memungut ikan yg mati kena merkuri...
kolam renang yg waiting list ini kolam renang khusus wanita dgn guru renang muslimah juga.....dari kecil, anak2 sudah aku ajarkan betapa penting aurat itu, jadi emang harus sabar demi sebuah idealisme yg prinsipal.... dibawa happy aja..
19 October at 19:36 via Facebook Mobile · Like
Arfianti Dwi Kusuma So sweet...anak sekarang lbh pintar mengekpresikan perasaannya ya de....semoga menjadi anak2 yg shaleh n sholehah...
19 October at 19:39 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Lia Kiftia subhanallah....
Aq merasakan keharuan, smoga hawna diberikan kesembuhan dari Allah yg tidak mninggalkan bekas.
Aq aja masih gemetar klo tiap mo tidur lintang ucpkan aq sayang ibu.
Jzk de......
19 October at 19:47 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Tyasti Aryandini Hawna..sungguh kemudahan itu milikmu..semoga Hawna selalu tumbuh kuat dan sehat dan sholihah pastinya ..Hawna berenang aja sedikit2, juga naik sepeda sedikit2, berenang dan naik sepeda dianjurkan bagi penderita asma...akhir2 ini saya banyak baca artikel ttg asma,trmasuk mengurangi kemungkinan asma utk janin,karena suami saya pengidap asma keturunan,semua kakak dan keponakannya punya bawaan asma, kalau sdh kambuh hrs di inhalasi spt Hawna..ayo Hawna berenang sama tante tyas nanti yaa..
19 October at 19:51 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Faradina Izdhihary Aku dulu sampe bela2 in anak keduaku kubuatkan kolam kecil di halaman Mbak. Alhamdulillah sekarang sembuh asmanya.
Moga2 dikuatkan Say. Bener renang pilihan terbaik.
Sabar yaaa
19 October at 19:58 · Unlike · 1 person
Afifah Ahmad wow....mengembun aku di sini, sungguh. Selalu, cerita mbak ade punya kekuatan 'meremas' emosi....tfs ya
19 October at 20:36 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Naqiyyah Syam Full mbak, aku kecil juga suka asma, alergi berat dengan dingin dan debu. Sekarang udah jarang kambuh.semoga lekas sembuh, ceritanya mengharukan:)
19 October at 21:37 · Unlike · 1 person
Ade Anita @afifah: terima kasih ya... aku selalu semangat membaca apresiasimu.
@naqiyyah: iya, aku juga... tapi sampai sekarang masih suka kambuh asmaku.
20 October at 07:51 · Like
Ade Anita @arfianti: iya.. anak sekarang lebih terbuka untuk mengungkapkan perasaannya ya... mungkin karena dulu, budaya orang tua kita mengajarkan untuk menyembunyikan hal2 pribadi seperti ini..semnatara sekarang, kita mengajarkan budaya yang lebih terbuka pada anak2 kita... tapi itu asli mengingatkan aku, bahwa seharusnya aku bilang I Love You ke kedua orang tuaku dahulu... hiks.
20 October at 07:52 · Like
Ade Anita @mbak farad: wah.. kalo kolam kecil buat main2 aku sih punya mbak.. tapi dokter nyuruhnya untuk belajar renang gaya dada, ini bagus banget untuk penderita asma.
20 October at 07:53 · Like
Ade Anita @lia: terima kasih lia.
20 October at 07:53 · Like
Ade Anita @qonita: Terima kasih ya.
@tyasti: kata dokter, asma itu bukan penyakit keturunan. Tapi, yang diturunkan itu bentuk tulang dadanya dan bentuk tulang kerongkongan dan tenggorokannya. Nah, nanti ada faktor2 pencetusnya... bisa alergi, stress,...See more
20 October at 07:56 · Like
Ade Anita tapi memang aku menjadwalkan untuk mulai renang... harus sepertinya...
20 October at 07:56 · Like
Ade Anita @prima, ilham dan elisa: makasih ya...
20 October at 07:58 · Like
Denny Herdy Ibu...."Terima kasih ya sudah jadi ibu aku"...Touching...heheh...Inget nyokap di kampung...Makasih udah di Tag....Salam
20 October at 08:24 via Facebook Mobile · Like
Dessy Aja momen2 indah itu datang seperti membasuh semua keringat kita ya mbak..
mei th ini saat selesai mempacking bingkisan ultah utk teman2 sekelasnya, putriku satu2nya tiba2 berucap : maaf ya ma..udah ngerepotin...
wuiih...hati seperti dihujani sal...See more
20 October at 08:24 · Like
Arfianti Dwi Kusuma Ade...terima kasih utk saling berbagi dan mengingatkan...semoga aku makin menyayangi n membahagiakan orangtuaku di hari tua mereka...mungkin malah aku hrs byk belajar dr ank2 bgmana mengungkapkan rasa sayang kita ke ortu...tdk hny mjd terba...See more
20 October at 08:37 via Facebook Mobile · Like
Tyasti Aryandini Mbak Ade, Mbak Tias and Mas Gola Gong lg mau bikin cerita keroyokan My Anger vs My Angel ttg kisah anak dan ayah ibu nya..sptnya kisah angel hawna ini sgt indah,bs dijadikan buku parenting ^_^ trimakasih info ttg asma nya ya Mbak Ade..smlm saya baru plg dr RS krn abi nya asma nya kambuh lg..smoga Allah selalu memberi kesehatan utk kita dan keluarga, amin ..
20 October at 09:00 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah mbak ade, sangat terharu membaca kisah ini. dan sangat, sangat bisa kursakan. aku pun... dari kecil mengidap asma. aku tau persis apa yang hawna rasakan. tapi percayalah mbak ade, hawna anak yang kuat. aku yakin itu. apalagi dia punya cita-cita dan hebat seperti ibu ayahnya :) hawna pasti bisa melewati ini semua. asma... we have asthma, but asthma doesn't have us! :)
20 October at 11:15 · Like
Ade Anita @herdi: makasih..
@tyasty: iya sih...pingin ikutan..tapi dilema sendiri mau dikutkan disana atau bikin proyek solo saja..masih menimbang-nimbang dan mengumpulkan...
20 October at 11:16 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah dan, satu lagi yang sangat sangat penting. perhatian dan cinta yang bisa divisualisasikan oleh anak adalah bentuk treatment lain yang juga dibutuhkan oleh penderita asma. percayalah. tidak hanya renang, propolis, obat-obatan kimiawi, inhalasi, oksigen, atau yang lainnya. tapi cinta... treatment cinta, khususnya dari orang tua itu dahsyat sekali pengaruhnya :)
20 October at 11:18 · Like
Ade Anita @dessy dan arfianti: nah itu dia...jujur, aku selama ini belajar amat sangat banyak dari kepolosan, kejujuran, keikhlasan dan kebersihan isi hati n kepala anak2ku..mereka aku angkat jadi guruku sejak mereka masih dalam kandungan... subhanallah, mereka itu calon penghuni surga (anak2 akan langsung masuk surga jika mereka meninggal di usia anak2..itu sebabnya mereka aku angkat jadi guruku, krn aku pingin banget masuk surga..hehehe)...
20 October at 11:20 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @nur rahma hanifah: iya dear..amminn...semoga anak2ku bisa sehebat dirimu juga.. hmm..aku dulu juga bolak balik rumah sakit ditemani ibuku, tapi dulu aku lupa bilang terima kasih pada beliau almarhumah..jadi terharu aja denger hawna bilang itu, sekaligus menyesal, kenapa dulu aku tidak mengatakan kalimat cintaku pada ibuku....kan dia dulu juga sama lelah dan penatnya mengantar anaknya bolak balik ke rumah sakit..hmm...*sign
20 October at 11:24 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita iya hanifah..betul..cinta...karena cinta akan menerbitkan semangat untuk melakukan perubahan untuk senantiasa sehat..dan cinta akan menghilangkan segala jenuh dan bosan dan lelah...
"ayo hawna, kita ke rumah sakit lagi."
"Ah, bosan aku. cape."
"Jangan bosan sayang, kan kalo hawna sakit nanti ibu sedih. padahal, ibu sayang banget sama hawna."
"iya, sudah, ibu nggak usah sedih. aku mau kok ke rumah sakit biar aku sembuh dan bisa sama ibu lagi." lalu dia mengecupku. lalu bersedia diapa sajakan tubuhnya di rumah sakit itu. dengan senyum yang tiada putus dan bola mata yang senantiasa berbinar ceria. Itulah hawnaku.
20 October at 11:31 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Indria Auliani :(
20 October at 11:42 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah Subhanallah.... hawna pasti bisa sehat. i really believe that. keep semangat ya mbak ade dan hawna... :)
20 October at 12:03 · Like
Fitri Gita Cinta subhanallah... smg hawna selalu diberi kesehatan.... ^__^
anak sekarang keknya mudah bilang aku sayang ibu/ayah drpd aq hehehe.. paling cuman beliin barang atau ngajak makan biasanya itupun cuman bilang krn lg dpt bonus bukan krn pengen blg ...See more
20 October at 13:04 · Like
Ade Anita makasih fitri, hanifah...
@indri: kenapa say kok sedih?...oo...aku denger kabar tentang ayahmu...ikut duka cita ya sist...
20 October at 15:01 via Facebook Mobile · Like
Wisye Gazali subhanallah... aku ikut melayang ke langit ketujuh juga Mbak!
20 October at 16:52 · Like
Nurul Asmayani Mba Ade, dinihari ini berembun aku membacanya Mba.
Hawna, syafakillah ya.Semoga sehat dan jadi anak sholihah *peluk Hawna*
21 October at 02:48 · Like
Ade Anita wisye dan nurul.. makasih ya..
23 October at 16:40 · Like
"Hei you...."
Aku menyapa pemilik sepasang bola mata itu. Sedari tadi aku tahu dia terus menerus memandangku diam-diam tapi tiada putus. Pemilik sepasang bola mata itu langsung tersipu-sipu malu. Wajahnya merona merah jambu, senyumnya langsung mengembang malu-malu. Menggemaskan.
"Ada apa sih, dari tadi ngeliatin terus?"
"Eh...nggg... Nggak papah."
Lalu wajah itu kembali terlihat dibuat serius melihat jalanan yang terbentang di depan. Aku tahu dia hanya berpura-pura serius menekuri jalanan.
Itu sebabnya tidak bertahan lama.
Beberapa menit kemudian, aku tahu mata itu sudah kembali menatapku diam-diam.
Uh.
Tidak bisa dibiarkan. Aku kan lama-lama penasaran ditatap diam-diam dengan pandangan sayu penuh kerinduan itu. Dalam hitungan detik, aku berbalik tiba-tiba dan memaksa agar bisa saling berhadapan dengan orang yang ada di sampingku sejak tadi ini. Yang diam-diam terus menatapku dengan pandangan yang membuat hati berdebar-debar dengan cara pandang yang sayu penuh kerinduan. Atau mungkin kekaguman. Atau... Apalah itu, yang pasti aku tahu itu tatapan penuh cinta. Atau....apakah ini cuma kege-eranku sajakah?
"Kenapa sih, dari tadi ngeliatin terus? Eh... Udah ketahuan, nggak boleh pura-pura nggak lihat. Ayo... Jujur? Kenapa?"
Aku bukan lagi berdiri berhadapan dengannya sekarang. Tapi sudah jongkok di pinggir jalan, agar bisa melihat langsung ke dalam bola matanya. Agar bisa menangkap semua kejujuran yang tersimpan di bola matanya.
"Aku...ngg... Aku sayang sama ibu. Terima kasih ya sudah jadi ibu aku."
Deretan kalimat jujur itu meluncur malu-malu. Bersamaan dengan rona merah yang memancar dari pipinya. Membuatku terpaku sejenak.
Terperangah.
Kehilangan kata-kata.
Lalu tiba-tiba hati ini melayang hingga ke langit ke tujuh. Mata ini spontan basah oleh haru.
Subhanallah.
Aku peluk saja dia, anak bungsuku yang punya wajah secantik bidadari dan isi kepala bersih seperti embun. Tak peduli bunyi klakson mobil yang tidak bisa lewat karena kami memang sedang berada di pinggir jalan kampung yang tidak lebar. Tak peduli dengan tatapan orang-orang yang kebingungan. "Ya ampun, bu ade, sama anak sendiri kok ya kayak gitu, lah tiap hari ketemu juga. Kenapa harus ganggu lalu lintas sih?"....
"Ibu juga sayang sama Hawna. Banget. Makasih juga ya nak." Lalu tubuh mungil itu aku rengkuh erat-erat. Sementara bunyi klakson akhirnya berhenti dan semua kepala menatap kami dengan senyum ikut bahagia
---------
Penulis: Ade Anita, ketika sedang menunggu saat Hawna harus therapy penguapan (inhalasi) lagi untuk yang kelima kalinya agar asmanya tidak kambuh lagi sepanjang musim hujan ini. Semoga anak-anakku jadi anak yang kuat dan sehat dan sholeh/sholehah kelak.
Catatan penulis: Seandainya dari dulu aku tahu betapa dasyat pernyataan cinta seorang anak pada orang tuanya, tentu sudah aku katakan pada orang tuaku almarhum/almarhumah dulu, betapa aku amat mencintai mereka. Karena ungkapan cinta ini ternyata bisa menghilangkan penat, sakit, pedih, lelah, dan juga menerbitkan semangat, semangat dan semangat, serta rasa berarti dan perasaan menjadi orang paling beruntung di dunia.
Like · Comment · Share · Delete
Aisyah Dian, Fitri Gita Cinta, Nur Rahma Hanifah and 6 others like this.
Prima Sagita hm...
aku bisa merasakan indahnya, meski hanya membaca kisah ini..
semoga sehat selalu ya nak!
19 October at 17:24 · Unlike · 2 people
Elisa Trisnawati ungkapan cinta yg sederhana bisa menghapus semua derita, pedih dan lelah ya de............
btw anakku jg asma, terus dari TK aku masukkin les renang. selama 4 thn dia berenang rutin de, dan asmanya ga pernah kambuh lagi. Coba deh de pengobat...See more
19 October at 17:26 · Unlike · 1 person
Ade Anita iya... kemarin dokter juga nyuruh anakku ikut renang.. biar tulang dadanya berkembang dan paru2nya bisa lega... hehehe... cuma masih waiting list pas kemarin aku daftar..
19 October at 18:55 · Like
Qonita Musa menyentuhku Mbak Ade :)
19 October at 19:14 · Unlike · 1 person
Ade Anita makasih
19 October at 19:15 · Like
Ilham Q Moehiddin Naskah yang kuat...mengkisahkan anak sholeh yang juga sama kuatnya.
Gak usah nungguin tempat renang yang pake daftar-daftaran...Bawa ke tempat renang lain aja hehehehe. Moso' Hawna mesti nunggu gara2 tempat renangnya kepenuhan.
Bibi aku dulu pernah kena asma, dan sekarang sembuh. Kami cuman mengajak beliau tinggal sebulan dirumah keluarga dipinggir pantai/pesisir di Sikeli (nama tempat itu). Sejak pulang dari sana beliau gak pernah kambuh lagi asmanya. Alhamdullilah. Ternyata hawa laut yang mengandung kristal garam adalah mineral ampuh utk membuka saluran nafas yang tersumbat. Semoga bermanfaat.
Salam
19 October at 19:20 · Like
Ade Anita hmm... di jakarta pantai yg bersih sudah dikavling oleh mansion dan apartemen atau perumahan eksklusif (bisa dibeli, dgn cicilan 10 juta perbulan, harus cepat krn harga naik bulan depan katanya..hehehe)... sisanya pantai kotor tempat nelayan jemur ikan, atau kanak2 memungut ikan yg mati kena merkuri...
kolam renang yg waiting list ini kolam renang khusus wanita dgn guru renang muslimah juga.....dari kecil, anak2 sudah aku ajarkan betapa penting aurat itu, jadi emang harus sabar demi sebuah idealisme yg prinsipal.... dibawa happy aja..
19 October at 19:36 via Facebook Mobile · Like
Arfianti Dwi Kusuma So sweet...anak sekarang lbh pintar mengekpresikan perasaannya ya de....semoga menjadi anak2 yg shaleh n sholehah...
19 October at 19:39 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Lia Kiftia subhanallah....
Aq merasakan keharuan, smoga hawna diberikan kesembuhan dari Allah yg tidak mninggalkan bekas.
Aq aja masih gemetar klo tiap mo tidur lintang ucpkan aq sayang ibu.
Jzk de......
19 October at 19:47 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Tyasti Aryandini Hawna..sungguh kemudahan itu milikmu..semoga Hawna selalu tumbuh kuat dan sehat dan sholihah pastinya ..Hawna berenang aja sedikit2, juga naik sepeda sedikit2, berenang dan naik sepeda dianjurkan bagi penderita asma...akhir2 ini saya banyak baca artikel ttg asma,trmasuk mengurangi kemungkinan asma utk janin,karena suami saya pengidap asma keturunan,semua kakak dan keponakannya punya bawaan asma, kalau sdh kambuh hrs di inhalasi spt Hawna..ayo Hawna berenang sama tante tyas nanti yaa..
19 October at 19:51 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Faradina Izdhihary Aku dulu sampe bela2 in anak keduaku kubuatkan kolam kecil di halaman Mbak. Alhamdulillah sekarang sembuh asmanya.
Moga2 dikuatkan Say. Bener renang pilihan terbaik.
Sabar yaaa
19 October at 19:58 · Unlike · 1 person
Afifah Ahmad wow....mengembun aku di sini, sungguh. Selalu, cerita mbak ade punya kekuatan 'meremas' emosi....tfs ya
19 October at 20:36 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Naqiyyah Syam Full mbak, aku kecil juga suka asma, alergi berat dengan dingin dan debu. Sekarang udah jarang kambuh.semoga lekas sembuh, ceritanya mengharukan:)
19 October at 21:37 · Unlike · 1 person
Ade Anita @afifah: terima kasih ya... aku selalu semangat membaca apresiasimu.
@naqiyyah: iya, aku juga... tapi sampai sekarang masih suka kambuh asmaku.
20 October at 07:51 · Like
Ade Anita @arfianti: iya.. anak sekarang lebih terbuka untuk mengungkapkan perasaannya ya... mungkin karena dulu, budaya orang tua kita mengajarkan untuk menyembunyikan hal2 pribadi seperti ini..semnatara sekarang, kita mengajarkan budaya yang lebih terbuka pada anak2 kita... tapi itu asli mengingatkan aku, bahwa seharusnya aku bilang I Love You ke kedua orang tuaku dahulu... hiks.
20 October at 07:52 · Like
Ade Anita @mbak farad: wah.. kalo kolam kecil buat main2 aku sih punya mbak.. tapi dokter nyuruhnya untuk belajar renang gaya dada, ini bagus banget untuk penderita asma.
20 October at 07:53 · Like
Ade Anita @lia: terima kasih lia.
20 October at 07:53 · Like
Ade Anita @qonita: Terima kasih ya.
@tyasti: kata dokter, asma itu bukan penyakit keturunan. Tapi, yang diturunkan itu bentuk tulang dadanya dan bentuk tulang kerongkongan dan tenggorokannya. Nah, nanti ada faktor2 pencetusnya... bisa alergi, stress,...See more
20 October at 07:56 · Like
Ade Anita tapi memang aku menjadwalkan untuk mulai renang... harus sepertinya...
20 October at 07:56 · Like
Ade Anita @prima, ilham dan elisa: makasih ya...
20 October at 07:58 · Like
Denny Herdy Ibu...."Terima kasih ya sudah jadi ibu aku"...Touching...heheh...Inget nyokap di kampung...Makasih udah di Tag....Salam
20 October at 08:24 via Facebook Mobile · Like
Dessy Aja momen2 indah itu datang seperti membasuh semua keringat kita ya mbak..
mei th ini saat selesai mempacking bingkisan ultah utk teman2 sekelasnya, putriku satu2nya tiba2 berucap : maaf ya ma..udah ngerepotin...
wuiih...hati seperti dihujani sal...See more
20 October at 08:24 · Like
Arfianti Dwi Kusuma Ade...terima kasih utk saling berbagi dan mengingatkan...semoga aku makin menyayangi n membahagiakan orangtuaku di hari tua mereka...mungkin malah aku hrs byk belajar dr ank2 bgmana mengungkapkan rasa sayang kita ke ortu...tdk hny mjd terba...See more
20 October at 08:37 via Facebook Mobile · Like
Tyasti Aryandini Mbak Ade, Mbak Tias and Mas Gola Gong lg mau bikin cerita keroyokan My Anger vs My Angel ttg kisah anak dan ayah ibu nya..sptnya kisah angel hawna ini sgt indah,bs dijadikan buku parenting ^_^ trimakasih info ttg asma nya ya Mbak Ade..smlm saya baru plg dr RS krn abi nya asma nya kambuh lg..smoga Allah selalu memberi kesehatan utk kita dan keluarga, amin ..
20 October at 09:00 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah mbak ade, sangat terharu membaca kisah ini. dan sangat, sangat bisa kursakan. aku pun... dari kecil mengidap asma. aku tau persis apa yang hawna rasakan. tapi percayalah mbak ade, hawna anak yang kuat. aku yakin itu. apalagi dia punya cita-cita dan hebat seperti ibu ayahnya :) hawna pasti bisa melewati ini semua. asma... we have asthma, but asthma doesn't have us! :)
20 October at 11:15 · Like
Ade Anita @herdi: makasih..
@tyasty: iya sih...pingin ikutan..tapi dilema sendiri mau dikutkan disana atau bikin proyek solo saja..masih menimbang-nimbang dan mengumpulkan...
20 October at 11:16 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah dan, satu lagi yang sangat sangat penting. perhatian dan cinta yang bisa divisualisasikan oleh anak adalah bentuk treatment lain yang juga dibutuhkan oleh penderita asma. percayalah. tidak hanya renang, propolis, obat-obatan kimiawi, inhalasi, oksigen, atau yang lainnya. tapi cinta... treatment cinta, khususnya dari orang tua itu dahsyat sekali pengaruhnya :)
20 October at 11:18 · Like
Ade Anita @dessy dan arfianti: nah itu dia...jujur, aku selama ini belajar amat sangat banyak dari kepolosan, kejujuran, keikhlasan dan kebersihan isi hati n kepala anak2ku..mereka aku angkat jadi guruku sejak mereka masih dalam kandungan... subhanallah, mereka itu calon penghuni surga (anak2 akan langsung masuk surga jika mereka meninggal di usia anak2..itu sebabnya mereka aku angkat jadi guruku, krn aku pingin banget masuk surga..hehehe)...
20 October at 11:20 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @nur rahma hanifah: iya dear..amminn...semoga anak2ku bisa sehebat dirimu juga.. hmm..aku dulu juga bolak balik rumah sakit ditemani ibuku, tapi dulu aku lupa bilang terima kasih pada beliau almarhumah..jadi terharu aja denger hawna bilang itu, sekaligus menyesal, kenapa dulu aku tidak mengatakan kalimat cintaku pada ibuku....kan dia dulu juga sama lelah dan penatnya mengantar anaknya bolak balik ke rumah sakit..hmm...*sign
20 October at 11:24 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita iya hanifah..betul..cinta...karena cinta akan menerbitkan semangat untuk melakukan perubahan untuk senantiasa sehat..dan cinta akan menghilangkan segala jenuh dan bosan dan lelah...
"ayo hawna, kita ke rumah sakit lagi."
"Ah, bosan aku. cape."
"Jangan bosan sayang, kan kalo hawna sakit nanti ibu sedih. padahal, ibu sayang banget sama hawna."
"iya, sudah, ibu nggak usah sedih. aku mau kok ke rumah sakit biar aku sembuh dan bisa sama ibu lagi." lalu dia mengecupku. lalu bersedia diapa sajakan tubuhnya di rumah sakit itu. dengan senyum yang tiada putus dan bola mata yang senantiasa berbinar ceria. Itulah hawnaku.
20 October at 11:31 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Indria Auliani :(
20 October at 11:42 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah Subhanallah.... hawna pasti bisa sehat. i really believe that. keep semangat ya mbak ade dan hawna... :)
20 October at 12:03 · Like
Fitri Gita Cinta subhanallah... smg hawna selalu diberi kesehatan.... ^__^
anak sekarang keknya mudah bilang aku sayang ibu/ayah drpd aq hehehe.. paling cuman beliin barang atau ngajak makan biasanya itupun cuman bilang krn lg dpt bonus bukan krn pengen blg ...See more
20 October at 13:04 · Like
Ade Anita makasih fitri, hanifah...
@indri: kenapa say kok sedih?...oo...aku denger kabar tentang ayahmu...ikut duka cita ya sist...
20 October at 15:01 via Facebook Mobile · Like
Wisye Gazali subhanallah... aku ikut melayang ke langit ketujuh juga Mbak!
20 October at 16:52 · Like
Nurul Asmayani Mba Ade, dinihari ini berembun aku membacanya Mba.
Hawna, syafakillah ya.Semoga sehat dan jadi anak sholihah *peluk Hawna*
21 October at 02:48 · Like
Ade Anita wisye dan nurul.. makasih ya..
23 October at 16:40 · Like
Teristimewa (bagian keempat, bersambung)
Sabtu, 23 Oktober 2010
Teristimewa lanjutan ke 4
Dari Celah hingga Jalan Raya
I. Celah.
Sebuah lubang yang terjadi tanpa sengaja.
Sebuah lubang tempat kesempatan bisa didapat.
Sebuah kesempatan yang terjadi hanya satu kali.
"Ibu menikah dahulu dengan bapak usia berapa?"
Aku bertanya pada perempuan yang terlihat putus asa di hadapanku ini.
Mungkin ini pertanyaan yang tidak penting.
Bukankah tak berguna bertanya pada daun kering yang tergeletak di atas lumpur, siapa yang menjatuhkannya dari ranting pohon?
Tapi sebuah kenangan cinta yang terekam baik selalu menerbitkan seulas senyum
Dan aku melihat setitik warna merah jambu di pipi yang tirus.
"17 tahun."
"Wah... Sweet seventen dong. Siapa naksir siapa nih?"
Sebuah senyum merekah di wajah tirus yang sumringah.
II. Pelangi
Tujuh warna fantastis yang menghiasi langit yang basah.
Merah yang membara oleh gairah, Hijau yang khusyuk, Jingga yang genit, Kuning yang lembut, Biru yang mengemban rindu, Nila yang tegas, Ungu yang tegar
Semua air mata bidadari yang jatuh bersama hujan, tersapu oleh indahnya pelangi
Lengkungannya selalu mampu membuang lara
"Kami dahulu menikah sirri. Bawah tangan. Sudah kadung cinta mati sama bapak. Jadi nggak peduli lagi meski orang tua nggak setuju. Jadi meski hidup susah tetap saja rasanya tentrem. Tapi sama orang tua akhirnya direstui sih, jadi nikah ulang biar dapat buku nikah."
Lalu mata yang cekung itu mulai melirik ke arah dinding yang penuh dengan bercak-bercak jamur
Hitam
Licin
Bau
Dan disanalah terdapat sebuah bingkai sederhana yang berisi sebuah potret.
Seorang pemuda tampak tersenyum bahagia mendekap seorang gadis remaja yang tertawa lebar.
Rona bahagia menebar.
Menghalau bau tengik jamur yang menempel di dinding yang tampak lusuh.
Bagai pelangi yang menghalau gerimis yang miris.
III. Atap.
Sinar mentari yang perkasa tak dapat menembus atap.
Padanya kita memperoleh kenyamanan untuk berteduh dari terik.
Tapi sebuah lubang kecil tak dapat menghalau tembusan cahaya.
Pada sebuah titik terang yang tertahta di lantai semen, mataku tertuju. Lalu menelusuri sulur cahaya yang terbentang antara noktah cahaya dan lubang di atap.
"Setelah menikah, langsung menetap disini atau masih tinggal dengan orang tua?"
"Masih tinggal dengan orang tua saya dulu. Suami belum bekerja. Dulu orang tua suami hidup dari kontrakan. Terus bapak mertua kasi modal untuk jualan cendol, dibeliin gerobak, stoples. Ya sudah suami kerja, baru saya ngontrak di petakan. Pas orang tua suami meninggal, saya tempati rumah ini. Ini semua petak-petak punya sendiri, nggak ada yang ngontrak. Dulunya kontrakan, tapi dibagi-bagi warisan jadi dah ditempati ama anak-anaknya."
"Berarti semua ini satu deret masih pada saudara suami semua dong?"
"Ya gitu deh. Tapi percuma sodara juga, pada nggak mau nulung."
Angin datang berhembus. Angin musim kemarau yang membawa hawa panas. Terdengar suara berderit dari arah samping rumah. Entah berapa lama kayu-kayu galar itu bisa menopang doyongan rumah yang makin miring ini. Rumah reyot ini bisa rubuh kapan saja.
"Saya bingung mbak. Anak saya mau sekolah, yang kecil mau masuk SD, yang besar mau naik kelas dua SMP. Mereka belum beli seragam. Yang SMP bahkan belum bayaran tiga bulan padahal minggu depan sudah harus lunas biar bisa ikut evaluasi. Habis, suami saya sakit sejak tiga bulan yang lalu. Jadi nggak ada yang keliling jualan. Hutang kami dimana-mana. Semua barang sudah kami jual untuk biaya berobat bapak kemarin. Saya takut lihat para tukang pukul itu datang."
Aku tercenung.
Menatap sekeliling isi rumah yang lengang.
Semua barang di rumah ini adalah barang yang dipungut dari pinggir jalan.
Atau barang yang tertinggal bertahan karena memang tak ada yang sudi membelinya.
Meja makan yang kakinya patah satu hingga harus diganjal dengan batu.
Atau kasur springbed yang bagian tengahnya sudah melesak ke dalam.
Yang tampak hangat mencerahkan hanyalah foto sederhana tentang seorang pemuda yang sedang merangkul seorang gadis muda yang tertawa penuh bahagia.
Aku termenung.
Lalu kembali menatap noktah cahaya yang tertahta di atas lantai.
Menelusuri jembatan cahaya yang mengantarkan mataku pada sebuah lubang di atas atap.
III. Cendol.
Minuman dingin yang terdiri dari adonan tepung beras yang disaring dengan saringan khusus hingga membentuk pilinan mungil. Disajikan dengan pemanis gula merah dan parutan es.
Aku suka cendol.
Murah meriah menyegarkan.
"Cendolnya dulu bapak bikin sendiri?"
"Iya."
"Ibu sendiri bisa bikin cendol?"
"Bisa."
"Berarti, setelah bapak meninggal ini, ibu masih bisa nerusin usaha bapak dong, untuk jualan cendol?"
Perempuan di depanku menggeleng. Penuh putus asa dia menatap kedua anaknya yang setelah makan nasi bungkus, kini tampak tertidur kelelahan di atas lantai.
"Saya bisa bikin cendol, tapi saya belum pernah berjualan cendol. Kaki saya reumatik, apa bisa keliling kampung menjajakan cendol?"
"Iya sih, berat memang. Biasanya, kalau reumatiknya kambuh diobati apa bu?"
"Minum sari daun bayam liar."
"Bayam liar? Maksudnya? Beda ya dengan bayam biasa di pasar?"
"Beda. Itu loh mbak, di trotoar, di pinggir selokan, di bawah tiang listrik, biasanya suka tumbuh tanaman yang daunnya mirip bayam. Nah, itu dipetik, ambil daun pucuknya saja dan batang mudanya, cuci bersih, rebus terus diperas airnya. Airnya itu bisa untuk menghilangkan sakit reumatik."
"Oh ya?"
Kadang, kita sering tidak menyadari bahwa nikmat dan kemudahan yang diberikan Allah sungguh amat sangat tidak terbatas jumlahnya. Tak mampu rasanya untuk dihitung satu persatu. Bahkan untuk si miskin yang tidak mampu membeli apa-apapun disediakan juga obat-obatan gratis di sepanjang jalanan yang terbentang.
"Wah, setiap hari saya selalu jalan kaki mengantar anak saya sekolah. Nanti deh saya bantu juga mengumpulkan daunnya itu agar ibu bisa segera bekerja. Jalanan yang saya tempuh cukup panjang. Setiap hari, saya bisa ganti variasi rute jalanan agar setok daunnya tidak pernah kekurangan. Ibu harus bangkit, bekerja. Berat pasti, tapi sekarang sudah tidak ada pilihan lagi. Karena segala sesuatunya memerlukan biaya. Anak sekolah, makan, bayar listrik, bayar hutang, semua memerlukan uang."
"Tapi saya takut tidak bisa. Aduh, saya tidak bisa. Bagaimana jika saya tidak bisa membayar semua itu?"
"Pelan-pelan. Semuanya dijalani secara bertahap saja. Sementara saya hanya bisa membantu mengumpulkan daun dulu mungkin. Yang penting, ibu yakin dulu ibu bisa dan Allah pasti akan memberi bantuan. Tuhan tidak pernah menelantarkan hambaNya begitu saja. Coba saja lihat, bayam-bayam liar Allah tumbuhkan dengan cepat dimana saja. Sama seperti Mengkudu yang bisa ada dimana saja."
"Bagaimana jika saya tidak bisa?
"Tapi mereka berdua yakin ibu bisa. Ibu amat berarti bagi mereka berdua." Aku menunjuk dua kepala mungil yang sedang tertidur pulas.
IV. Jalan Raya
Ada pepatah yang mengatakan kasih ibu sepanjang jalan. Panjang tak terputus.
Sejauh kaki melangkah.
Berderap dengan gagah atau meniti dengan tertatih.
Masih ingatkah kita semua kapan pertama kali kedua kaki kita menjamah jalanan?
Tidak.
Tidak ada yang ingat bagaimana rasanya ketika pertama kali kaki kita menjamah jalanan.
Tapi seorang ibu akan selalu ingat kapan anaknya pertama kali menjejakkan kaki.
Karena segala sesuatu ada tahapannya.
Dimulai dari hal yang paling mudah dahulu.
Bukankah pertama kali kita tidak pernah langsung berjalan dengan dua kaki?
Ada kedua tangan yang membantu menopang untuk merangkak.
Terjerembab beberapa kali.
Menangis sakit karena dahi yang terbentur.
Atau lutut yang lecet karena tergores jalanan.
Barulah setelah itu bisa berdiri sambil tersenyum bangga.
Semua ibu akan tertawa lebar ketika melihat anaknya akhirnya bisa berdiri sendiri.
Makin bangga ketika anaknya bisa berjalan.
Berlari kencang.
Lalu tiba-tiba memanggil penuh nada khawatir ketika laju lari anaknya menjauh dari pandangan.
"Hei, jangan jauh-jauh perginya nak, nanti kamu tersesat atau hilang."
Hmm.... Aku rindu almarhumah ibuku.
Rindu dengan tegurannya yang dulu sering kuabaikan karena aku merasa sudah lebih pandai.
------------
Penulis: Ade Anita, 2010.
Catatan penulis:
1. Hal-hal yang harus dilakukan ketika ada anggota keluarga atau tetangga yang kekurangan tidak dapat melanjutkan sekolah karena mendadak menjadi yatim.
A. Minta surat pengantar keterangan tidak mampu ke rt atau rw.
B. Pergi ke sekolah untuk mengajukan keringanan dengan membawa: surat pengantar keterangan kematian orang tua, surat keterangan tidak mampu dari rt/rw, akte kelahiran.
C. Jika surat-surat itu belum ada, beri keterangan secara verbal pada pihak sekolah tentang kondisi yang terjadi dan ajukan keringanan. Bukti administrasi menyusul.
D. Ajukan diri anak untuk masuk dalam daftar mereka yang menjadi tanggungan sekolah. Semua sekolah negeri (sd, smp, sma, dan beberapa perguruan tinggi negeri) akan membebaskan anak yatim dari keluarga miskin dari pungutan sekolah dan memasukkan mereka dalam daftar beasiswa dari hasil subsidi silang yang ada di komite sekolah. Tentu ada prosedur khusus yang akan dilalui seperti pengecekan langsung kondisi rumah, pekerjaan orang tua, jumlah penghasilan dan pengeluaran perbulannya, jumlah anggota keluarga. Semua semata agar pemberian bantuan tidak salah alamat atau disalah gunakan oleh mereka yang tidak berhak. Sedangkan untuk sekolah swasta, kebijaksanaan yang diterapkan umumnya bervariasi tergantung kondisi sekolah yang bersangkutan.
2. "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.". (al Quran:Al Baqarah: 155-157)
Comment · Like · Share
Sayuri Yosiana, S Che Hidayat, Ate Aza and 12 others like this.
Nur Rahma Hanifah mbak inidibuat buku tak? :)
06 October at 16:23 · Unlike · 1 person
Ade Anita nggak tahu... apa laku ya kalau dibuat buku?
06 October at 16:27 · Like
Arfianti Dwi Kusuma Semoga kita menjadi orang yg lebih peduli pd keadaan di sekitar kita ya de...makasih banget utk selalu diingatkan...
06 October at 16:34 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita ammin Allahumma Ammin. Terima kasih doanya fifi... semoga kita semua begitu.
06 October at 16:38 · Like
Tyasti Aryandini Ingat teristimewa 3 tentang tertipu...saya sungguh tertipu mbak..trnyata usia mak ijo yg saya kira 60 tahun an ternyata, barulah 45 tahun..mama saya yg usianya 50 an tampak jauhhhh lebih muda dari Mak Ijo,dia juga menikah sirri,tanpa izin d...See more
06 October at 16:42 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita hehehe... kalau begitu nantikan kisah teristiimewa lanjutan ke 5 ya tyasti... ada catatan penulis tentang hal ini.
06 October at 16:43 · Like
Ade Anita btw, wajah perempuan memang cepat sekali terlihat lebih tua... kata orang, setiap kali dia mengejan, maka satu buah kerutan akan menghiasi wajahnya... dan setiap tangis yang dia keluarkan karena hati yang tersakiti, akan menambah satu kendur lagi di wajahnya.
06 October at 16:44 · Like · 1 person
Tyasti Aryandini Iya mbak,setuju sama ifa,dibuat buku saja..
06 October at 16:47 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita Pingin sih... nanti deh dibicarakan dengan pak Profesorku, pinginnya ada sentuhan resmi tentang keterkaitannya dengan Kesos.... hehehehe....:D
06 October at 16:51 · Like · 1 person
Elisa Trisnawati aku tambah suka dengan teristimewa 4 ini De. Tulisan kamu selalu penuh dengan pesan2 moral........I like it very much De.....
06 October at 16:56 · Like
Afifah Ahmad subhanallah... great note mbak...! Kerja sosial nyata
06 October at 17:17 via Facebook Mobile · Like
Arfianti Dwi Kusuma Ikutan ah de he2...setuju dibuat buku..jd bs dibaca anak..cucu (bila memungkinkan)..:)
06 October at 17:29 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin II. Pelangi
Tujuh warna fantastis yang menghiasi langit yang basah.
Merah yang membara oleh gairah, Hijau yang khusyuk, Jingga yang genit, Kuning yang lembut, Biru yang mengemban rindu, Nila yang tegas, Ungu yang tegar
Semua air mata bidadari ...See more
06 October at 17:31 · Like
Amanda Ratih Pratiwi mak, kok ada cendol segala sih?
06 October at 20:09 · Like
Ade Anita @amanda: hehehe karena tokoh yang aku ceritakan ini tukang cendol..dan aku penggemar cendol
06 October at 20:30 via Facebook Mobile · Like
Dwi Klik Santosa iya, mbak. alur ini bisa menjadi alur sebuah buku yang bagus .... harus dikemas dengan bagus dan diberi judul bagus .....
06 October at 20:32 · Like
Ade Anita @ilham, fifi: nanti kalian beli ya bukuku jika memang dibukukan? hehehehe...doakan saja.
06 October at 20:33 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Ade Anita @elisa: makasih...emang diniatkan untuk nasehat pd diri sendiri dan anak cucuku sih semua tulisanku...manatau aku meninggal lebih dahulu, setidaknya aku punya kenangan untuk mereka. ammiin.
06 October at 20:35 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @dwi: itu sebabnya aku waktu itu tanya2 kamu brp ongkos jika bikin buku secara indie..aku suka kemasan bukumu...suka banget..
06 October at 20:40 via Facebook Mobile · Like
Astrid Septyanti Ar-Rosyidi hmm,saya jd bingung mbak mau komentar apa.
semua yg ada dalam kisah Teristimewa ini mengingatkan saya pd banyak hal.
makasie y mbak,sdh mengingatkn scra tdk langsung.
mgkn ini jg teguran Alloh,agar sy tdk lupa (lagi)..
sy tunggu Teristimewa bag...See more
06 October at 22:30 via Facebook Mobile · Like
Indria Auliani Menyentuh bgt mbk... Ayo bikin bukunya! :)
06 October at 22:31 via Facebook Mobile · Like
Fitri Gita Cinta Moga bukunya sgr terealisasi, mbak ade... :D
06 October at 23:18 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah iya mbak ade, aku yakin pasti laku. sebenarnya buku itu kan tentang rasa. kalau untuk aku pribadi, sebuah 'rasa' itu kalau sudah enak akan sulit berpidah ke lain hati, begitupun dalam hal ini. tulisan mbak ade itu punya 'rasa' yang berbeda ...See more
06 October at 23:23 · Like · 1 person
Nur Azizah ayooo mba ade, dibikin buku! aku calon pembelinya insyaallah :)
07 October at 05:12 · Like
Ade Anita subhanallah...senangnya dapat support dari banyak orang gini...doakan saja ya biar bisa terealisasi... makasih teman-teman.
07 October at 05:36 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Nazla Luthfiah Love this one, mba!
07 October at 06:55 via Facebook Mobile · Like
Vienna Alifa Rentetan kalimat ini :
"Kadang, kita sering tidak menyadari bahwa nikmat dan kemudahan yang diberikan Allah sungguh amat sangat tidak terbatas jumlahnya. Tak mampu rasanya untuk dihitung satu persatu. Bahkan untuk si miskin yang tidak mampu ...See more
07 October at 07:08 · Like
Aisyah Dian realita dalam masyarakat memang sangat menyedihkan. tetangga bisa jadi saudara dan saudara terkadang malah menghilang;(.
mbak ade ini ada terusannya atau ceritanya berakhir disini? teristimewa 3 aku nggak di tag lho,.. jadin ya langsung aja ...See more
07 October at 08:47 · Like
Ade Anita @aisy: habis yg kemarin aku pikir kamu lagi sibuk, jd aku nda mo ganggu..maaf ya...mungkin masih terus
07 October at 12:07 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin Sip..insyaAllah aku beli...tanya mas Dwi tuh :-) hehehehehehe
07 October at 13:17 · Like
Sari Viciawati "Kita sering tidak menyadari bahwa nikmat dan kemudahan yang diberikan Allah sungguh amat sangat tidak terbatas jumlahnya. Tak mampu rasanya untuk dihitung satu persatu. Bahkan untuk si miskin yang tidak mampu membeli apa-apapun disediakan...See more
08 October at 17:07 · Like
Ate Aza aku suka membaca cerita2 mbak Ade. begitu manusiawi dan menyentuh.
makasih sudah berbagi. salam hangat mbak.
10 October at 13:12 · Like
Sayuri Yosiana wah mam, inspiratif bangett.seperti fiksi mini. selalu dalam makna filosofisnya. makasih mam, betah dech bacanya hehe. saluut!
16 October at 02:27 · Like
Ade Anita @ate: makasih..salam hangat juga utkmu..senang deh baca apresiasimu utk tulisanku..bikin semangat..tks ya
16 October at 11:37 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @yuri: makasih ya say..
16 October at 11:38 via Facebook Mobile · Like
Dari Celah hingga Jalan Raya
I. Celah.
Sebuah lubang yang terjadi tanpa sengaja.
Sebuah lubang tempat kesempatan bisa didapat.
Sebuah kesempatan yang terjadi hanya satu kali.
"Ibu menikah dahulu dengan bapak usia berapa?"
Aku bertanya pada perempuan yang terlihat putus asa di hadapanku ini.
Mungkin ini pertanyaan yang tidak penting.
Bukankah tak berguna bertanya pada daun kering yang tergeletak di atas lumpur, siapa yang menjatuhkannya dari ranting pohon?
Tapi sebuah kenangan cinta yang terekam baik selalu menerbitkan seulas senyum
Dan aku melihat setitik warna merah jambu di pipi yang tirus.
"17 tahun."
"Wah... Sweet seventen dong. Siapa naksir siapa nih?"
Sebuah senyum merekah di wajah tirus yang sumringah.
II. Pelangi
Tujuh warna fantastis yang menghiasi langit yang basah.
Merah yang membara oleh gairah, Hijau yang khusyuk, Jingga yang genit, Kuning yang lembut, Biru yang mengemban rindu, Nila yang tegas, Ungu yang tegar
Semua air mata bidadari yang jatuh bersama hujan, tersapu oleh indahnya pelangi
Lengkungannya selalu mampu membuang lara
"Kami dahulu menikah sirri. Bawah tangan. Sudah kadung cinta mati sama bapak. Jadi nggak peduli lagi meski orang tua nggak setuju. Jadi meski hidup susah tetap saja rasanya tentrem. Tapi sama orang tua akhirnya direstui sih, jadi nikah ulang biar dapat buku nikah."
Lalu mata yang cekung itu mulai melirik ke arah dinding yang penuh dengan bercak-bercak jamur
Hitam
Licin
Bau
Dan disanalah terdapat sebuah bingkai sederhana yang berisi sebuah potret.
Seorang pemuda tampak tersenyum bahagia mendekap seorang gadis remaja yang tertawa lebar.
Rona bahagia menebar.
Menghalau bau tengik jamur yang menempel di dinding yang tampak lusuh.
Bagai pelangi yang menghalau gerimis yang miris.
III. Atap.
Sinar mentari yang perkasa tak dapat menembus atap.
Padanya kita memperoleh kenyamanan untuk berteduh dari terik.
Tapi sebuah lubang kecil tak dapat menghalau tembusan cahaya.
Pada sebuah titik terang yang tertahta di lantai semen, mataku tertuju. Lalu menelusuri sulur cahaya yang terbentang antara noktah cahaya dan lubang di atap.
"Setelah menikah, langsung menetap disini atau masih tinggal dengan orang tua?"
"Masih tinggal dengan orang tua saya dulu. Suami belum bekerja. Dulu orang tua suami hidup dari kontrakan. Terus bapak mertua kasi modal untuk jualan cendol, dibeliin gerobak, stoples. Ya sudah suami kerja, baru saya ngontrak di petakan. Pas orang tua suami meninggal, saya tempati rumah ini. Ini semua petak-petak punya sendiri, nggak ada yang ngontrak. Dulunya kontrakan, tapi dibagi-bagi warisan jadi dah ditempati ama anak-anaknya."
"Berarti semua ini satu deret masih pada saudara suami semua dong?"
"Ya gitu deh. Tapi percuma sodara juga, pada nggak mau nulung."
Angin datang berhembus. Angin musim kemarau yang membawa hawa panas. Terdengar suara berderit dari arah samping rumah. Entah berapa lama kayu-kayu galar itu bisa menopang doyongan rumah yang makin miring ini. Rumah reyot ini bisa rubuh kapan saja.
"Saya bingung mbak. Anak saya mau sekolah, yang kecil mau masuk SD, yang besar mau naik kelas dua SMP. Mereka belum beli seragam. Yang SMP bahkan belum bayaran tiga bulan padahal minggu depan sudah harus lunas biar bisa ikut evaluasi. Habis, suami saya sakit sejak tiga bulan yang lalu. Jadi nggak ada yang keliling jualan. Hutang kami dimana-mana. Semua barang sudah kami jual untuk biaya berobat bapak kemarin. Saya takut lihat para tukang pukul itu datang."
Aku tercenung.
Menatap sekeliling isi rumah yang lengang.
Semua barang di rumah ini adalah barang yang dipungut dari pinggir jalan.
Atau barang yang tertinggal bertahan karena memang tak ada yang sudi membelinya.
Meja makan yang kakinya patah satu hingga harus diganjal dengan batu.
Atau kasur springbed yang bagian tengahnya sudah melesak ke dalam.
Yang tampak hangat mencerahkan hanyalah foto sederhana tentang seorang pemuda yang sedang merangkul seorang gadis muda yang tertawa penuh bahagia.
Aku termenung.
Lalu kembali menatap noktah cahaya yang tertahta di atas lantai.
Menelusuri jembatan cahaya yang mengantarkan mataku pada sebuah lubang di atas atap.
III. Cendol.
Minuman dingin yang terdiri dari adonan tepung beras yang disaring dengan saringan khusus hingga membentuk pilinan mungil. Disajikan dengan pemanis gula merah dan parutan es.
Aku suka cendol.
Murah meriah menyegarkan.
"Cendolnya dulu bapak bikin sendiri?"
"Iya."
"Ibu sendiri bisa bikin cendol?"
"Bisa."
"Berarti, setelah bapak meninggal ini, ibu masih bisa nerusin usaha bapak dong, untuk jualan cendol?"
Perempuan di depanku menggeleng. Penuh putus asa dia menatap kedua anaknya yang setelah makan nasi bungkus, kini tampak tertidur kelelahan di atas lantai.
"Saya bisa bikin cendol, tapi saya belum pernah berjualan cendol. Kaki saya reumatik, apa bisa keliling kampung menjajakan cendol?"
"Iya sih, berat memang. Biasanya, kalau reumatiknya kambuh diobati apa bu?"
"Minum sari daun bayam liar."
"Bayam liar? Maksudnya? Beda ya dengan bayam biasa di pasar?"
"Beda. Itu loh mbak, di trotoar, di pinggir selokan, di bawah tiang listrik, biasanya suka tumbuh tanaman yang daunnya mirip bayam. Nah, itu dipetik, ambil daun pucuknya saja dan batang mudanya, cuci bersih, rebus terus diperas airnya. Airnya itu bisa untuk menghilangkan sakit reumatik."
"Oh ya?"
Kadang, kita sering tidak menyadari bahwa nikmat dan kemudahan yang diberikan Allah sungguh amat sangat tidak terbatas jumlahnya. Tak mampu rasanya untuk dihitung satu persatu. Bahkan untuk si miskin yang tidak mampu membeli apa-apapun disediakan juga obat-obatan gratis di sepanjang jalanan yang terbentang.
"Wah, setiap hari saya selalu jalan kaki mengantar anak saya sekolah. Nanti deh saya bantu juga mengumpulkan daunnya itu agar ibu bisa segera bekerja. Jalanan yang saya tempuh cukup panjang. Setiap hari, saya bisa ganti variasi rute jalanan agar setok daunnya tidak pernah kekurangan. Ibu harus bangkit, bekerja. Berat pasti, tapi sekarang sudah tidak ada pilihan lagi. Karena segala sesuatunya memerlukan biaya. Anak sekolah, makan, bayar listrik, bayar hutang, semua memerlukan uang."
"Tapi saya takut tidak bisa. Aduh, saya tidak bisa. Bagaimana jika saya tidak bisa membayar semua itu?"
"Pelan-pelan. Semuanya dijalani secara bertahap saja. Sementara saya hanya bisa membantu mengumpulkan daun dulu mungkin. Yang penting, ibu yakin dulu ibu bisa dan Allah pasti akan memberi bantuan. Tuhan tidak pernah menelantarkan hambaNya begitu saja. Coba saja lihat, bayam-bayam liar Allah tumbuhkan dengan cepat dimana saja. Sama seperti Mengkudu yang bisa ada dimana saja."
"Bagaimana jika saya tidak bisa?
"Tapi mereka berdua yakin ibu bisa. Ibu amat berarti bagi mereka berdua." Aku menunjuk dua kepala mungil yang sedang tertidur pulas.
IV. Jalan Raya
Ada pepatah yang mengatakan kasih ibu sepanjang jalan. Panjang tak terputus.
Sejauh kaki melangkah.
Berderap dengan gagah atau meniti dengan tertatih.
Masih ingatkah kita semua kapan pertama kali kedua kaki kita menjamah jalanan?
Tidak.
Tidak ada yang ingat bagaimana rasanya ketika pertama kali kaki kita menjamah jalanan.
Tapi seorang ibu akan selalu ingat kapan anaknya pertama kali menjejakkan kaki.
Karena segala sesuatu ada tahapannya.
Dimulai dari hal yang paling mudah dahulu.
Bukankah pertama kali kita tidak pernah langsung berjalan dengan dua kaki?
Ada kedua tangan yang membantu menopang untuk merangkak.
Terjerembab beberapa kali.
Menangis sakit karena dahi yang terbentur.
Atau lutut yang lecet karena tergores jalanan.
Barulah setelah itu bisa berdiri sambil tersenyum bangga.
Semua ibu akan tertawa lebar ketika melihat anaknya akhirnya bisa berdiri sendiri.
Makin bangga ketika anaknya bisa berjalan.
Berlari kencang.
Lalu tiba-tiba memanggil penuh nada khawatir ketika laju lari anaknya menjauh dari pandangan.
"Hei, jangan jauh-jauh perginya nak, nanti kamu tersesat atau hilang."
Hmm.... Aku rindu almarhumah ibuku.
Rindu dengan tegurannya yang dulu sering kuabaikan karena aku merasa sudah lebih pandai.
------------
Penulis: Ade Anita, 2010.
Catatan penulis:
1. Hal-hal yang harus dilakukan ketika ada anggota keluarga atau tetangga yang kekurangan tidak dapat melanjutkan sekolah karena mendadak menjadi yatim.
A. Minta surat pengantar keterangan tidak mampu ke rt atau rw.
B. Pergi ke sekolah untuk mengajukan keringanan dengan membawa: surat pengantar keterangan kematian orang tua, surat keterangan tidak mampu dari rt/rw, akte kelahiran.
C. Jika surat-surat itu belum ada, beri keterangan secara verbal pada pihak sekolah tentang kondisi yang terjadi dan ajukan keringanan. Bukti administrasi menyusul.
D. Ajukan diri anak untuk masuk dalam daftar mereka yang menjadi tanggungan sekolah. Semua sekolah negeri (sd, smp, sma, dan beberapa perguruan tinggi negeri) akan membebaskan anak yatim dari keluarga miskin dari pungutan sekolah dan memasukkan mereka dalam daftar beasiswa dari hasil subsidi silang yang ada di komite sekolah. Tentu ada prosedur khusus yang akan dilalui seperti pengecekan langsung kondisi rumah, pekerjaan orang tua, jumlah penghasilan dan pengeluaran perbulannya, jumlah anggota keluarga. Semua semata agar pemberian bantuan tidak salah alamat atau disalah gunakan oleh mereka yang tidak berhak. Sedangkan untuk sekolah swasta, kebijaksanaan yang diterapkan umumnya bervariasi tergantung kondisi sekolah yang bersangkutan.
2. "Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.
(yaitu) Orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.". (al Quran:Al Baqarah: 155-157)
Comment · Like · Share
Sayuri Yosiana, S Che Hidayat, Ate Aza and 12 others like this.
Nur Rahma Hanifah mbak inidibuat buku tak? :)
06 October at 16:23 · Unlike · 1 person
Ade Anita nggak tahu... apa laku ya kalau dibuat buku?
06 October at 16:27 · Like
Arfianti Dwi Kusuma Semoga kita menjadi orang yg lebih peduli pd keadaan di sekitar kita ya de...makasih banget utk selalu diingatkan...
06 October at 16:34 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita ammin Allahumma Ammin. Terima kasih doanya fifi... semoga kita semua begitu.
06 October at 16:38 · Like
Tyasti Aryandini Ingat teristimewa 3 tentang tertipu...saya sungguh tertipu mbak..trnyata usia mak ijo yg saya kira 60 tahun an ternyata, barulah 45 tahun..mama saya yg usianya 50 an tampak jauhhhh lebih muda dari Mak Ijo,dia juga menikah sirri,tanpa izin d...See more
06 October at 16:42 via Facebook Mobile · Unlike · 1 person
Ade Anita hehehe... kalau begitu nantikan kisah teristiimewa lanjutan ke 5 ya tyasti... ada catatan penulis tentang hal ini.
06 October at 16:43 · Like
Ade Anita btw, wajah perempuan memang cepat sekali terlihat lebih tua... kata orang, setiap kali dia mengejan, maka satu buah kerutan akan menghiasi wajahnya... dan setiap tangis yang dia keluarkan karena hati yang tersakiti, akan menambah satu kendur lagi di wajahnya.
06 October at 16:44 · Like · 1 person
Tyasti Aryandini Iya mbak,setuju sama ifa,dibuat buku saja..
06 October at 16:47 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita Pingin sih... nanti deh dibicarakan dengan pak Profesorku, pinginnya ada sentuhan resmi tentang keterkaitannya dengan Kesos.... hehehehe....:D
06 October at 16:51 · Like · 1 person
Elisa Trisnawati aku tambah suka dengan teristimewa 4 ini De. Tulisan kamu selalu penuh dengan pesan2 moral........I like it very much De.....
06 October at 16:56 · Like
Afifah Ahmad subhanallah... great note mbak...! Kerja sosial nyata
06 October at 17:17 via Facebook Mobile · Like
Arfianti Dwi Kusuma Ikutan ah de he2...setuju dibuat buku..jd bs dibaca anak..cucu (bila memungkinkan)..:)
06 October at 17:29 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin II. Pelangi
Tujuh warna fantastis yang menghiasi langit yang basah.
Merah yang membara oleh gairah, Hijau yang khusyuk, Jingga yang genit, Kuning yang lembut, Biru yang mengemban rindu, Nila yang tegas, Ungu yang tegar
Semua air mata bidadari ...See more
06 October at 17:31 · Like
Amanda Ratih Pratiwi mak, kok ada cendol segala sih?
06 October at 20:09 · Like
Ade Anita @amanda: hehehe karena tokoh yang aku ceritakan ini tukang cendol..dan aku penggemar cendol
06 October at 20:30 via Facebook Mobile · Like
Dwi Klik Santosa iya, mbak. alur ini bisa menjadi alur sebuah buku yang bagus .... harus dikemas dengan bagus dan diberi judul bagus .....
06 October at 20:32 · Like
Ade Anita @ilham, fifi: nanti kalian beli ya bukuku jika memang dibukukan? hehehehe...doakan saja.
06 October at 20:33 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Ade Anita @elisa: makasih...emang diniatkan untuk nasehat pd diri sendiri dan anak cucuku sih semua tulisanku...manatau aku meninggal lebih dahulu, setidaknya aku punya kenangan untuk mereka. ammiin.
06 October at 20:35 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @dwi: itu sebabnya aku waktu itu tanya2 kamu brp ongkos jika bikin buku secara indie..aku suka kemasan bukumu...suka banget..
06 October at 20:40 via Facebook Mobile · Like
Astrid Septyanti Ar-Rosyidi hmm,saya jd bingung mbak mau komentar apa.
semua yg ada dalam kisah Teristimewa ini mengingatkan saya pd banyak hal.
makasie y mbak,sdh mengingatkn scra tdk langsung.
mgkn ini jg teguran Alloh,agar sy tdk lupa (lagi)..
sy tunggu Teristimewa bag...See more
06 October at 22:30 via Facebook Mobile · Like
Indria Auliani Menyentuh bgt mbk... Ayo bikin bukunya! :)
06 October at 22:31 via Facebook Mobile · Like
Fitri Gita Cinta Moga bukunya sgr terealisasi, mbak ade... :D
06 October at 23:18 via Facebook Mobile · Like
Nur Rahma Hanifah iya mbak ade, aku yakin pasti laku. sebenarnya buku itu kan tentang rasa. kalau untuk aku pribadi, sebuah 'rasa' itu kalau sudah enak akan sulit berpidah ke lain hati, begitupun dalam hal ini. tulisan mbak ade itu punya 'rasa' yang berbeda ...See more
06 October at 23:23 · Like · 1 person
Nur Azizah ayooo mba ade, dibikin buku! aku calon pembelinya insyaallah :)
07 October at 05:12 · Like
Ade Anita subhanallah...senangnya dapat support dari banyak orang gini...doakan saja ya biar bisa terealisasi... makasih teman-teman.
07 October at 05:36 via Facebook Mobile · Like · 1 person
Nazla Luthfiah Love this one, mba!
07 October at 06:55 via Facebook Mobile · Like
Vienna Alifa Rentetan kalimat ini :
"Kadang, kita sering tidak menyadari bahwa nikmat dan kemudahan yang diberikan Allah sungguh amat sangat tidak terbatas jumlahnya. Tak mampu rasanya untuk dihitung satu persatu. Bahkan untuk si miskin yang tidak mampu ...See more
07 October at 07:08 · Like
Aisyah Dian realita dalam masyarakat memang sangat menyedihkan. tetangga bisa jadi saudara dan saudara terkadang malah menghilang;(.
mbak ade ini ada terusannya atau ceritanya berakhir disini? teristimewa 3 aku nggak di tag lho,.. jadin ya langsung aja ...See more
07 October at 08:47 · Like
Ade Anita @aisy: habis yg kemarin aku pikir kamu lagi sibuk, jd aku nda mo ganggu..maaf ya...mungkin masih terus
07 October at 12:07 via Facebook Mobile · Like
Ilham Q Moehiddin Sip..insyaAllah aku beli...tanya mas Dwi tuh :-) hehehehehehe
07 October at 13:17 · Like
Sari Viciawati "Kita sering tidak menyadari bahwa nikmat dan kemudahan yang diberikan Allah sungguh amat sangat tidak terbatas jumlahnya. Tak mampu rasanya untuk dihitung satu persatu. Bahkan untuk si miskin yang tidak mampu membeli apa-apapun disediakan...See more
08 October at 17:07 · Like
Ate Aza aku suka membaca cerita2 mbak Ade. begitu manusiawi dan menyentuh.
makasih sudah berbagi. salam hangat mbak.
10 October at 13:12 · Like
Sayuri Yosiana wah mam, inspiratif bangett.seperti fiksi mini. selalu dalam makna filosofisnya. makasih mam, betah dech bacanya hehe. saluut!
16 October at 02:27 · Like
Ade Anita @ate: makasih..salam hangat juga utkmu..senang deh baca apresiasimu utk tulisanku..bikin semangat..tks ya
16 October at 11:37 via Facebook Mobile · Like
Ade Anita @yuri: makasih ya say..
16 October at 11:38 via Facebook Mobile · Like
Langganan:
Komentar (Atom)







